Ini Mengapa Baju Baru Harus Dicuci Dulu Sebelum Dipakai

Ririn Indriani, Dinda Rachmawati

Selasa, 21 Juni 2016 | 10:47 WIB
Ini Mengapa Baju Baru Harus Dicuci Dulu Sebelum Dipakai
Ilustrasi seorang perempuan menjajal pakaian. (Shutterstock)

Suara.com - Membeli pakaian baru sesuai dengan gaya dan karakter memang menjadi hal paling menyenangkan. Jika sudah begini, biasanya seseorang merasa tak sabar untuk menggunakannya, bahkan, kita sering merasa sayang untuk mencucinya.

Di balik hal ini, nyatanya ada hal penting yang kerap Anda lupakan yakni, mencuci pakaian baru sebelum memakainya untuk pertama kali. Mungkin Anda kerap meremehkan atau menganggap hal ini berlebih.

Atau, Anda takut pakaian baru kesukaan Anda akan mengalami penyusutan ketika dicuci dan tak lagi memiliki bentuk yang sama saat pertama dibeli.

Tapi nyatanya, menggunakan pakaian baru langsung pada tubuh Anda tanpa dicuci terlebih dahulu, dapat memiliki dampak buruk pada kesehatan Anda. Jadi, kita benar-benar harus mencuci setiap hal sebelum kita berpikir untuk mengenakannya.

Ahli busana manufaktu, Lana Hogue menjelaskan bahwa ada dua alasan utama kita perlu mencuci pakaian sebelum memakainya.

Pertama, ada kemungkinan kuman 'bersarang' di produk baru yang Anda beli. Ini karena adanya proses mencoba yang ditelah dilalui berkali-kali di toko pakaian.

Tapi yang lebih penting, kata Lana, hampir setiap bagian dari pakaian telah ditutupi oleh bahan kimia yang dapat menyebabkan efek samping yang serius ketika mengalami kontak dengan kulit.

"Anda benar-benar harus mencuci pakaian sebelum Anda memakainya. Terutama segala sesuatu yang pasti akan menyentuh kulit atau tempat di mana Anda akan berkeringat. Sebagian besar bahan kimia yang digunakan dalam pencelupan kain dan benang yang diproses melalui peralatan berputar dikenal bisa menyebabkan iritasi," jelas Lana seperti dilansir Metro.

Iritasi ini dapat menyebabkan masalah buruk pada kesehatan kulit, seperti dermatitis, ruam merah gatal yang dapat muncul setiap kali bahan pemicu iritasi menyentuh kulit.

Lana menjelaskan bahwa bahan kimia ini pasti digunakan selama proses manufaktur. Benang biasanya akan disemprot dengan ramuan anti - jamur, dan bahan kimia yang membantu mereka lebih lancar 'meluncur' di mesin penenunan.

Dan untuk membuat pewarna di semua jenis kain, sebuah pabrik tekstil harus menggunakan lebih banyak bahan kimia. Resin formaldehida dan azo - aniline adalah pewarna yang paling sering digunakan di seluruh pabrik tekstil.

Lana juga mengatakan bahkan serat alami pun membutuhkan bahan kimia kaustik. Jadi, jangan merasa aman jika Anda membeli busana di toko yang mahal dan mewah.









Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jarang Mencuci Piyama Bisa Picu Infeksi Saluran Kemih

Jarang Mencuci Piyama Bisa Picu Infeksi Saluran Kemih

Health | Minggu, 11 Januari 2015 | 14:40 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×