Inilah Uniknya Tradisi Petani Tembakau di Temanggung

Adhitya Himawan Suara.Com
Senin, 10 April 2017 | 06:38 WIB
Inilah Uniknya Tradisi Petani Tembakau di Temanggung
Adat tradisi Rejepan dilakukan rutin di setiap desa-desa di Temanggung. [Dok APTI]

Kepala desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Agus Parmuji menilai, kekentalan adat dan kerukunan gotong royong masih mengakar di desa-desa di lereng gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu.

Hal ini dibuktikan ketika di bulan Rojab, hampir semua desa di lereng gunung-gunung tersebut menggelar ritual demi kelestarian sebuah tradisi.

Dituturkan Agus, setelah terdengar bunyi kentongan di pagi hari sekitar jam 7.30 wib, warga berbondong-bondong menuju punden (tempat keramat), sambil membawa rakitan yang dibawa dengan tenong dan bakul yang berisikan ingkung (ayam masak), lanyahan (sayur mayur, tempe, krupuk), ketan salak (wajik merah, ketan putih), dan pisang rojo.

"Tradisi tersebut merupakan tradisi yang sudah turun temurun dari nenek moyang dengan maksud dan tujuan mendoakan leluhur atau pepunden yang diyakini telah mampu membawa perubahan di daerah tersebut dan juga sebuah penghormatan kepada leluhur," kata Agus di Temanggung, Jawa Tengah, Jumat (7/4/2017).

Agus mengungkapkan, leluhur atau pepunden, menurut keterangan cerita adalah seoarang ulama yang telah membawa bibit tembakau ke daerah lereng pegunungan. Beliau adalah Ki Ageng Makukuhan.

"Ki Ageng Makukuhan diyakini oleh masyarakat setempat merupakan seorang Wali Allah yang bertugas menyebarkan ilmu keagamaan di daerah pegunungan dan juga seorang ahli pertanian," terang dia.

Menurut cerita yang berkembang, bahwa tembakau diambil dari kata "tambaku" (obatku), maksudnya, obat kelaparan atau obat keterpurukan masyarakat pada jaman dahulu sehingga dengan tanaman tersebut masyarakat bisa bertahan hidup.

Adat tradisi "Rejepan" dilakukan rutin di setiap desa-desa pada bulan Rojab antara tanggal 10 sampai 15 kemudian pada siang hari dilanjutkan "Njereng Gamelan" atau pentas kesenian adat ritual sebagai bentuk perawatan keanekaragaman budaya, adat istiadat, dan tradisi.

Baca Juga: APTI Desak Pemerintah Atasi Banjir Impor Tembakau

"Adalah tugas dan tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merawat ragam budaya, adat istiadat, dan tradisi," pungkas dia. *

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI