Jokowi Dorong RUU Masyarakat Adat Segera Dibahas DPR

Siswanto, Erick Tanjung

Rabu, 22 Maret 2017 | 14:38 WIB
Jokowi Dorong RUU Masyarakat Adat Segera Dibahas DPR
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas tentang masalah tembakau di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (14/3).

Suara.com - Presiden Joko Widodo menerima Aliansi Masyarakat Adat Nusantara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/3/2017). Dalam pertemuan, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah mendorong Rancangan Undang-Undang tentang Perlindungan dan Pengakuan Masyarakat Adat segera dibahas DPR agar dapat secepatnya disahkan.

‎"Mengenai UU tentang Masyarakat Adat, saya kira ini mengenai inisiatif DPR dan pemerintah hanya akan terus mendorong. Saya akan mengeluarkan Surpres (surat presiden) agar itu segera di selesaikan. Saya dengar UU itu sudah masuk proglegnas (program legislasi nasional) 2017,"‎ kata Jokowi.

Jokowi menambahkan UU tentang Masyarakat Adat penting karena menyangkut kebutuhan pemerintah dan mengatur persoalan yang berkaitan dengan lahan dan tanah.

Dia berharap AMAN dan kelompok masyarakat yang lain konsisten mendorong adanya peraturan daerah dan surat keputusan bupati menyangkut eksistensi masyarakat adat.

"Meskipun nanti saya akan perintahkan mendagri, tapi di daerah agar bisa segera di perda-kan‎. SK bupati dan perda mengenai pengakuan itu memudahkan kita untuk segera memberikan lahan yang memang menjadi hak masyarakat adat. Saya kejar terus ke Menteri dan Bupati itu yang ngejar bapak dan ibu semuanya," ujar dia.

Jika sudah ada peraturan pengakuan terhadap masyarakat adat di semua daerah, pemerintah pusat lebih mudah membagi-bagikan lahan dan tanah kepada masyarakat sebagaimana yang diatur UU.

Dia menambahkan pada Desember 2016, pemerintah telah menyerahkan 11 surat keputusan tentang hutan dan lahan kepada masyarakat adat, di antaranya Sumatera Utara, Jambi, dan Banten. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan 18 surat keputusan lagi.

"Tapi ini kecil, kami ingin cepat-cepatan dan belum bisa dikeluarkan karena harus ada SK Bupati atau ada Perda. Sekarang sedang diproses 59.000 hektar, secepatnya kami serahkan ke Kementerian. Semakin cepat dibagikan semakin baik, saya tahu itu memang hak dari masyarakat adat. Dan kalau kita berikan ke masyarakat adat, hutan itu lebih lestari, lebih terjaga, lebih terpelihara. Saya melihat sendiri kok di lapangan," kata dia.

Yang lebih penting lagi, Jokowi berharap di masa mendatang konflik masyarakat adat dengan korporasi tak ada lagi.‎

‎"Saya juga protes ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kok diberikannya dikit sekali (tanah dan lahan) pada Desember kemarin. Katanya alasannya verifikasi, artikulasi, saya juga nggak ngerti detail tapi memang di situ ada problem regulasi di Kementerian. Tapi percayalah bahwa saya akan mendorong ini karena saya meyakini, apabila tanah, hutan adat dikembalikan ke masyarakat adat, tanah akan terpelihara. Saya meyakini itu," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

Warga Rempang Dicekik hingga Diteror Intel Usai Tolak Sekolah Merah Putih di Tanah Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 20:11 WIB

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi

Jokowi Kunjungi Padepokan Anti Galau Cirebon, Hadiri Khitanan Anak Ustaz Ujang Busthomi

News | Sabtu, 12 September 2026 | 19:05 WIB

Disebut Paling Tahu, Hakim Diminta Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji

Disebut Paling Tahu, Hakim Diminta Hadirkan Jokowi di Sidang Kasus Kuota Haji

News | Kamis, 10 September 2026 | 14:54 WIB

Tanah Hilang, Tali Asih Datang: Begitukah Pembangunan Bekerja?

Tanah Hilang, Tali Asih Datang: Begitukah Pembangunan Bekerja?

Your Say | Rabu, 09 September 2026 | 15:10 WIB

Jaga Hutan dari Kearifan Lokal, Mengapa Masyarakat Adat Perlu Dilibatkan dalam Pencegahan Karhutla?

Jaga Hutan dari Kearifan Lokal, Mengapa Masyarakat Adat Perlu Dilibatkan dalam Pencegahan Karhutla?

News | Selasa, 08 September 2026 | 15:49 WIB

Di Hadapan Warga Malaysia, Jokowi Sindir Pemimpin Harus Dengar Suara Rakyat

Di Hadapan Warga Malaysia, Jokowi Sindir Pemimpin Harus Dengar Suara Rakyat

News | Senin, 07 September 2026 | 21:29 WIB

Tanah Ulayat Tak Bisa Dikuasai Seenaknya, Bima Arya Peringatkan Pemda

Tanah Ulayat Tak Bisa Dikuasai Seenaknya, Bima Arya Peringatkan Pemda

News | Senin, 07 September 2026 | 16:30 WIB

Inpres Larangan Bakar Hutan Segera Terbit, Pemerintah Diminta Libatkan Masyarakat Adat

Inpres Larangan Bakar Hutan Segera Terbit, Pemerintah Diminta Libatkan Masyarakat Adat

Bisnis | Jum'at, 04 September 2026 | 22:14 WIB

Belajar Menjaga Hutan dari Pengetahuan Leluhur Dayak Iban Sungai Utik

Belajar Menjaga Hutan dari Pengetahuan Leluhur Dayak Iban Sungai Utik

Lifestyle | Kamis, 03 September 2026 | 17:24 WIB

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Sisi Gelap Transisi Energi, Ketika Mobil Listrikmu Dibayar Hutan Papua

Your Say | Kamis, 03 September 2026 | 12:45 WIB

Terkini

Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice

Live-Action Look Back Sukses Bawa Pulang UNIMED Award dalam Gelaran Venice

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:25 WIB

Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!

Jadwal MotoGP Austria 2026: 3 Pembalap Ini Bersiap Menyelamatkan Diri!

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 12:22 WIB

Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen untuk Percepat BSPS Jatim demi Hunian Layak Masyarakat

Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen untuk Percepat BSPS Jatim demi Hunian Layak Masyarakat

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 12:22 WIB

Kyohei Yoshino Jadi Opsi Serbaguna Shin Tae-yong di Persija, Bisa Main 3 Posisi

Kyohei Yoshino Jadi Opsi Serbaguna Shin Tae-yong di Persija, Bisa Main 3 Posisi

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 12:22 WIB

Hari Ketiga Pencarian KM Virgo Transport 8, 129 Korban Masih Hilang

Hari Ketiga Pencarian KM Virgo Transport 8, 129 Korban Masih Hilang

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:17 WIB

Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano

Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau: SAR Sisir Laut hingga Bengkulu dan Enggano

Banten | Selasa, 15 September 2026 | 12:17 WIB

Mirip atau Sama Persis? Ini Syarat Lengkap Dua Segitiga Dikatakan Sebangun dan Kongruen

Mirip atau Sama Persis? Ini Syarat Lengkap Dua Segitiga Dikatakan Sebangun dan Kongruen

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 12:16 WIB

Presiden Direktur Summarecon Ikut Terjaring OTT KPK dalam Kasus HGB Kabupaten Bogor

Presiden Direktur Summarecon Ikut Terjaring OTT KPK dalam Kasus HGB Kabupaten Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:15 WIB

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 Sebanyak 18 Hari dan Cuti Bersama 8 Hari

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2027 Sebanyak 18 Hari dan Cuti Bersama 8 Hari

News | Selasa, 15 September 2026 | 12:15 WIB

Mengapa Shio Naga Sering Diidentikkan dengan Kepemimpinan dan Keberuntungan Besar?

Mengapa Shio Naga Sering Diidentikkan dengan Kepemimpinan dan Keberuntungan Besar?

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:15 WIB

×