Misteri Pohon Tembaga yang Tumbuh di Makam Tembaga

Tomi Tresnady

Jum'at, 08 September 2017 | 05:18 WIB
Misteri Pohon Tembaga yang Tumbuh di Makam Tembaga
Ilustrasi pohon. [shutterstock]

Suara.com - Pagi itu, seorang pria tua bernama Suprapto (78) tampak memandangi sebatang pohon yang tumbuh di kompleks Makam Tembaga, Desa Pekunden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Sesekali, pria kelahiran Pekunden itu memegang batang pohon berwarna cokelat kekuningan yang dikenal masyarakat dengan sebutan pohon tembaga.

"Dulu, semasa kecil, saya sering main ke sini dan pohon tembaga ini telah tumbuh namun sampai sekarang ukurannya enggak berubah, tetap seperti ini. Kompleks makam ini diberi nama Tembaga karena adanya pohon tembaga ini," ujar Suprapto.

Dia mengaku jika semasa kecil tidak peduli terhadap keberadaan pohon tembaga di desanya.

Akan tetapi dalam beberapa waktu terakhir, benaknya terusik oleh pohon tembaga yang memiliki tinggi lebih kurang 10 meter dan diameter terbesar sekitar 30 centimeter itu.

Hal itu disebabkan pohon tembaga yang tumbuh di Banyumas hanya satu batang dan belum diketahui manfaatnya.

"Sepertinya, pohon tembaga ini bagus kalau dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata karena usianya yang sangat tua dan mungkin hanya satu-satunya. Di sini pun cuma hanya ada satu batang, entah bisa dikembangkan atau tidak," katanya.

Pemerintah Kabupaten Banyumas diharapkan dapat mengembangkan potensi pohon tembaga sebagai salah satu destinasi wisata karena diduga berkaitan erat dengan sejarah Banyumas.

Dia meyakini akan banyak wisatawan yang datang untuk melihat secara langsung pohon tembaga yang sudah berusia ratusan tahun itu.

baca juga

Babad Banyumas Dugaan keterkaitan pohon tembaga dengan sejarah Banyumas itu diamini warga Desa Pekunden lainnya, yakni Sugito (79).

Menurut dia, keberadaan pohon tembaga itu tercatat dalam kisah Babad Banyumas.

Dalam kisah tersebut Adipati Wirasaba Raden Joko Kahiman (selanjutnya menjadi bupati pertama Banyumas, red.) yang bergelar Adipati Warga Utama II mendapat wangsit supaya membuka tempat baru yang berada di barat laut Desa Kejawar yang ada pohon tembaga jika ingin lestari dalam menjalankan tugas sebagai adipati.

"Kalau dalam bahasa Jawa 'yen sira pengin lestari nggonira jumeneng adipati, trukaha papan anyar kang dhumunge lor kulone Desa Kejawar kang ana wite tembaga'," kata Sugito.

Selanjutnya, Raden Joko Kahiman pergi ke Kejawar untuk menemui orang tua angkatnya, Kiai Mranggi, guna menceritakan wangsit yang diterimanya.

Setelah mendengar penuturan Raden Joko Kahiman terkait dengan wangsit itu, Kiai Mranggi langsung memberi dukungan dan mencarikan arah lokasi yang disarankan dalam wangsit, yakni barat laut Kejawar hingga akhirnya mendapatkan daerah yang sekarang dikenal dengan nama Banyumas.

Daerah itu semula berupa rawa yang cukup luas dan hutan yang terdiri atas berbagai jenis pohon.

"Setelah disurvei, dari sekian banyak pepohonan yang tumbuh ditemukanlah pohon tembaga sehingga pohon-pohon lainnya ditebang, sedangkan rawa-rawanya dikeringkan dengan cara mengalirkan airnya ke Sungai Serayu. Selanjutnya (pada 1571, red.) daerah itu dibangun dan sampai sekarang dikenal dengan nama Banyumas," jelas dia yang merupakan pensiunan guru Sekolah Menegah Pertama Negeri 1 Patikraja, Banyumas.

Lebih lanjut mengenai pohon tembaga, dia mengatakan tim dari Yogyakarta pernah meneliti pohon tersebut.

Dari hasil penelitian, pohon tembaga itu diketahui tidak memiliki bunga dan tunas sehingga sulit untuk dibudidayakan secara alami.

Bahkan, tim peneliti juga mencoba mengembangbiakkan pohon tembaga itu melalui kultur jaringan namun gagal dan bagian-bagian lain dari pohon juga tidak memiliki manfaat bagi manusia.

Selain itu, sel kulit dari pohon tembaga itu tidak ada kesamaan dengan pohon lainnya sehingga untuk sementara disimpulkan sebagai satu-satunya pohon tembaga di Indonesia.

Dia mengaku senang ketika mengetahui jika upaya kultur jaringan itu gagal sehingga pohon tembaga hanya ada satu batang, yakni yang tumbuh di Banyumas dan tidak ada di tempat lain.

Oleh karena itu, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Banyumas (saat itu) segera memasang papan peringatan bahwa pohon tersebut merupakan tanaman langka dan bersejarah yang dilindungi.

"Namun sekarang papan tersebut sudah tidak ada," kata Sugito.

Menurut dia, daun pohon tembaga akan meranggas ketika musim kemarau seperti saat sekarang dan merimbun ketika musim hujan.

Salah satu keunikan pohon tembaga tersebut adalah ukurannya yang tidak berubah.

"Dari dulu sampai sekarang ya seperti itu karena semasa kecil, saya sering mencari jangkrik di situ," ujarnya.

Bahkan, pohon tembaga itu belum pernah tumbang meskipun pohon nagasari yang berhimpitan dengan pohon tembaga sempat beberapa kali tumbang dan selanjutnya tumbuh lagi.

Dia mengaku sepakat dengan pemikiran Suprapto untuk menjadikan pohon tembaga sebagai salah satu destinasi wisata yang dirangkaikan dengan wisata Kota Lama Banyumas.

Kendati demikian, ada beberapa bagian yang perlu dibenahi, salah satunya jembatan kecil menuju lokasi pohon tembaga.

Dapat Dibudidayakan Berbeda dengan pendapat tim peneliti dari Yogyakarta seperti yang diceritakan Sugito, salah seorang petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Jawa Tengah Seksi Konservasi Wilayah II Cilacap-Pemalang Dedi Rusyandi mengatakan bahwa pohon tembaga itu sebenarnya dapat dikembangbiakkan selama ada kemauan.

Ia mengaku pernah mengecek pohon tembaga tersebut dan muncul dugaan jika pohon tembaga itu masih satu keluarga dengan pohon pucuk merah karena ada kemiripan.

"Kami berencana ke sana lagi untuk memastikan apa yang bisa dilakukan jika pohon itu akan dikembangkan di tempat lain," katanya.

Kini tinggal menunggu waktu, apakah pohon tembaga itu memang tidak bisa dibudidayakan seperti yang disimpulkan tim peneliti, ataukah dapat dikembangkan di tempat lain selama ada kemauan.

"Kami juga berharap ada tim peneliti lain yang turut meneliti pohon tembaga ini," kata salah seorang warga, Suprapto. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta

Sakit Hati Ditagih Utang, Cucu di Banyumas Bunuh Nenek dan Dibuang ke Sumur Demi Harta

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:59 WIB

Misteri 2 Mayat Wanita di Banyumas: Nenek Ditemukan Dalam Sumur, Gadis 18 Tahun Bersimbah Darah

Misteri 2 Mayat Wanita di Banyumas: Nenek Ditemukan Dalam Sumur, Gadis 18 Tahun Bersimbah Darah

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:43 WIB

Banyumas Bangga! Makanan Khasnya: Mendoan, Difilmkan dalam Polifoni Mendoan

Banyumas Bangga! Makanan Khasnya: Mendoan, Difilmkan dalam Polifoni Mendoan

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 10:54 WIB

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

Penanganan Sampah jadi Prioritas Nasional, Prabowo Optimis Banyumas Capai Target Zero Waste to Money

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:16 WIB

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

Dari Sampah Jadi Genteng, Prabowo Dorong Inovasi Bernilai Ekonomi

News | Selasa, 28 April 2026 | 18:13 WIB

Viral Video Remaja Banyumas Pukul Kepala Temannya karena Tak Puasa

Viral Video Remaja Banyumas Pukul Kepala Temannya karena Tak Puasa

Entertainment | Senin, 23 Februari 2026 | 17:41 WIB

Banyumas Punya 90.000 UMKM Raksasa: Inilah Rahasia Sukses Mereka yang Kini Siap Go Global!

Banyumas Punya 90.000 UMKM Raksasa: Inilah Rahasia Sukses Mereka yang Kini Siap Go Global!

Lifestyle | Sabtu, 29 November 2025 | 13:44 WIB

Telkom Hadirkan Fasilitas Air Bersih bagi Masyarakat Adat Bonokeling di Banyumas

Telkom Hadirkan Fasilitas Air Bersih bagi Masyarakat Adat Bonokeling di Banyumas

Bisnis | Senin, 15 September 2025 | 18:31 WIB

Ketimpangan Akses Sastra Jadi Sorotan, BIL Fest Hadir sebagai Ruang Literasi Inklusif di Banyumas

Ketimpangan Akses Sastra Jadi Sorotan, BIL Fest Hadir sebagai Ruang Literasi Inklusif di Banyumas

Lifestyle | Senin, 23 Juni 2025 | 13:04 WIB

Terkini

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Bangun Rumah, Nomor 3 Bisa Bikin Biaya Renovasi Membengkak

5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Bangun Rumah, Nomor 3 Bisa Bikin Biaya Renovasi Membengkak

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 23:30 WIB

Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Kok Bisa? Ini 5 Alasannya

Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Kok Bisa? Ini 5 Alasannya

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 21:05 WIB

Letak TV yang Ideal di Rumah Menurut Feng Shui, Bikin Suasana Nyaman dan Bawa Hoki

Letak TV yang Ideal di Rumah Menurut Feng Shui, Bikin Suasana Nyaman dan Bawa Hoki

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:40 WIB

Pakai Lotion Apa Biar Kulit Putih? Ini 3 Pilihan Murah yang Dipuji Efektif Bikin Cerah

Pakai Lotion Apa Biar Kulit Putih? Ini 3 Pilihan Murah yang Dipuji Efektif Bikin Cerah

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:15 WIB

Kulit Kepala Masih Gatal padahal Baru Keramas? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya

Kulit Kepala Masih Gatal padahal Baru Keramas? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 20:00 WIB

Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi

Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:46 WIB

5 Pilihan Sepatu Nike Warna Hitam di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan

5 Pilihan Sepatu Nike Warna Hitam di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:35 WIB

Berapa Harga Eye Shadow Viva? Ini 4 Pilihan dari Termurah hingga Termahal

Berapa Harga Eye Shadow Viva? Ini 4 Pilihan dari Termurah hingga Termahal

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:15 WIB

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup

5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:03 WIB

Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?

Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?

Lifestyle | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:40 WIB

×