Ini Bahan Berbahaya yang Sering Ada di Kosmetik

Vania Rossa, Risna Halidi

Selasa, 06 Februari 2018 | 18:15 WIB
Ini Bahan Berbahaya yang Sering Ada di Kosmetik

Suara.com - Kosmetik wajib dimiliki oleh setiap perempuan, tapi tahukah Anda tak semua bahan kosmetik aman bagi tubuh manusia? Dilansir dari catatan BPOM, ada enam bahan berbahaya yang kerap terkandung di dalam kosmetik, terutama kosmetik ilegal, yaitu merkuri, retionic acid, hidrokinon, resorsinol, DEG, dan bahan pewarna tertentu.

Seorang dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Mohamad Akbar Wedyadhana SpKK, FINSDV, mengatakan bahwa hidrokuinon merupakan bahan yang boleh digunakan, tetapi harus dalam pengawasan resep dokter dan dalam konsentrasi yang sangat kecil.

"Ada obat yang tidak boleh dipakai dalam jangka waktu panjang dan makanya harus ada resep dari dokter. Tapi ada juga yang boleh dipakai seumur hidup secara terus-menerus, meski di awal-awal pemakaian akan ada reaksi merah," katanya.

Sementara untuk merkuri, dr. Akbar mengatakan bahwa zat tersebut sudah dilarang keras digunakan di dunia kecantikan dan medis.

"Merkuri meski dalam dosis kecil tetap tidak boleh. Di dunia kedokteran sudah dilarang, baik untuk dioles atau diminum,"

Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut adalah daftar lengkap enam bahan berbahaya yang sering terkandung dalam kosmetik seperti dikutip dari catatan resmi BPOM.

1. Merkuri
Merkuri sering terkandung di dalam krim atau losion pemutih wajah maupun kulit. Logam berat yang terkandung dalam merkuri sangat berbahaya dan beracun meski pada konsentrasi kecil.

Merkuri dapat menimbulkan perubahan pada warna kulit, menimbulkan bintik hitam, alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak, ginjal, hingga gangguan perkembangan janin.

baca juga

Paparan jangka pendek dalam dosis yang tinggi, merkuri dapat menyebabkan diare, muntah, dan kerusakan ginjal. Merkuri juga merupakan zat karsinogenik atau zat penyebab kanker.

2. Retionic acid atau asam retinoat
Zat ini banyak disalahgunakan dan terkandung dalam obat jerawat, peeling, serta pemutih dengan mekanisme kerja pengelupasan kulit.

Jika digunakan, retionic dapat menyebabkan kulit kering, rasa terbakar, dan teratogenik atau perkembangan tidak normal selama kehamilan pada embrio.

3. Hidrokuinon
Hidrokuinon kerap ditemukan pada krim atau losion pemutih dan pencerah kulit. Pada pemakaian jangka panjang atau penggunaan selama lebih dari enam bulan dengan dosis tinggi, dapat menyebabkan hiperpigmentasi terutama pada daerah kulit yang terkena sinar matahari langsung.

Hidrokuinon juga dapat menyebabkan kulit berubah menjadi kehitaman atau ochronosis dengan kemungkinan tak bisa pulih kembali.

Penggunaan hidrokuinon dalam jangka menengah, dapat menyebabkan seseorang berisiko terkena masalah kondisi vitiligo atau leukoderma (kehilangan pigmen sehingga kulit menjadi pucat tidak beraturan).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mengandung Asbes, Produk Kosmetik Claire's Ditarik dari Pasaran

Mengandung Asbes, Produk Kosmetik Claire's Ditarik dari Pasaran

Health | Senin, 01 Januari 2018 | 08:46 WIB

Pakai Kosmetik Mengandung Asam, Wajah Perempuan Ini Terbakar

Pakai Kosmetik Mengandung Asam, Wajah Perempuan Ini Terbakar

Lifestyle | Rabu, 11 Oktober 2017 | 09:29 WIB

Masih Remaja Sering Ber-Makeup, Awas Diincar risiko Ini!

Masih Remaja Sering Ber-Makeup, Awas Diincar risiko Ini!

Lifestyle | Sabtu, 17 Juni 2017 | 12:28 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×