Duh, Terisolasi Bareng Pasangan Ternyata Malah Bikin Rawan Selingkuh

Jum'at, 03 April 2020 | 12:58 WIB
Duh, Terisolasi Bareng Pasangan Ternyata Malah Bikin Rawan Selingkuh
Ilustrasi pasangan yang selingkuh. (Shutterstock)

Suara.com - Setelah beberapa minggu melakukan kebijakan mengisolasi diri di rumah, tak bisa dipungkiri jika rasa bosan mulai melanda. Bukan cuma dalam hal aktivitas sehari-hari, lockdown ternyata juga berpengaruh pada dinamika pasangan.

Salah satu dampak negatif tersebut adalah naiknya tingkat perselingkuhan. Rasa frustrasi akibat terjebak dengan pasangan rupanya telah membuat beberapa orang memilih berselingkuh lewat situs kencan online.

Melansir Daily Star, contoh nyata tersebut dapat ditemui di Inggris. Setelah dua minggu melakukan lockdown, tingkat aktivitas di situs perselingkuhan dikabarkan naik 15%.

IllicitEncounters.com, situs kencan yang dikhususkan untuk orang-orang menikah, juga melaporkan adanya peningkatan anggota laki-laki sebanyak 18% dan anggota perempuan sebanyak 12%.

Usut punya usut, hal ini disebabkan karena isolasi diri dan krisis Covid-19 telah membuat mereka melihat kelemahan yang ada dalam suatu hubungan serta menginginkan hal baru.

Ilustrasi hubungan retak, putus cinta, konflik. (Shutterstock)
Ilustrasi hubungan retak, putus cinta, konflik. (Shutterstock)

Hal ini juga dibenarkan Jessica Leoni, pakar di balik situs IllicitEncounters.com. Menurutnya, pasca krisis berakhir, tingkat perselingkuhan dan seks akan meningkat drastis.

"Perselingkuhan meningkat karena rasa frustrasi terjebak di rumah. Mereka bertengkar dengan pasangan hidup mereka dan ingin hubungan yang baru."

"Kami juga melihat naiknya penggunaan Skype dan Facetime untuk berselingkuh serta melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang baru," tambah Jessica Leoni.

Di sisi lain, krisis Covid-19 juga membantu orang-orang yang terjebak di hubungan tidak bahagia untuk menyadari pentingnya memulai hal baru.

Baca Juga: Mudik dari Jakarta karena Corona, Suami Dapati Istri Selingkuh dengan Kades

Sebagai akibat, tingkat perceraian pun diprediksi ikut naik begitu kebijakan lockdown dan isolasi diri selesai diterapkan.

"Tingkat perceraian ada pada titik terendah selama 50 tahun sebelum krisis ini dimulai," ungkap Jessica Leoni. "Namun, tingkat perceraian pasti akan meningkat sebagai respons krisis ini."

Penyebab lainnya, krisis Covid-19 telah memicu peningkatan stres. Padahal, stres merupakan salah satu penyebab utama rusaknya sebuah hubungan.

"Tanpa hal-hal untuk mengalihkan perhatian dan kesempatan untuk bertemu teman-teman, pasangan akan menyadari betapa sedikitnya hal yang bisa mereka bicarakan."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI