Wow, Tweet Bernuansa Seksual Meroket Drastis Selama Lockdown, Apa Sebab?

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 15 April 2020 | 20:00 WIB
Wow, Tweet Bernuansa Seksual Meroket Drastis Selama Lockdown, Apa Sebab?
Ilustrasi: Tweet Bernuansa Seksual Meroket Drastis Selama Lockdown, Apa Sebab? (shutterstock)

Suara.com - Tweet Bernuansa Seksual Meroket Drastis Selama Lockdown, Apa Sebab?

Sejumlah data telah menunjukkan bahwa tingkat berhubungan seks meningkat selama diberlakukannya lockdown untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Tidak hanya itu, sebuah data baru juga menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang mengungkapkan hasrat sosialnya melalui media sosial. Seperti dilansir dari New York Post,Tweets dengan istilah seperti "nudes" dan "dick pics" muncul di samping "coronavirus".

Ilustrasi kencan online (shutterstock)
Ilustrasi menggunakan media sosial.  (shutterstock)

Tweet tersebut melonjak 384 persen dari awal Maret hingga April, menurut data dari Khoros, sebuah perusahaan manajemen media sosial swasta.

Meski sebagian besar negara bagian di Amerika Serikat tidak melakukan lockdown hingga pertengahan Maret, tetapi ukuran peningkatan tweet masih mengisyaratkan meningkatnya hubungan seksual.

Selain itu penggunaan emojis buah persik dan terong, yang kerap dikaitkan dengan alat genitalia wanita dan pria, juga meningkat 46 persen.

Seorang peneliti di Kinsey Institute dan penasihat ilmiah Match.com, Dr. Helen Fisher mengatakan, isolasi diri dan karantina dapat menyebabkan perilaku yang lebih agresif secara seksual di media sosial sebagai cara untuk menghilangkan stres.

"Yang benar adalah bahwa karantina menambah stres. Stres cenderung memicu respons‘ lawan atau lari," kata Fisher.

Ini meningkatkan testosteron pada pria dan wanita, dan peningkatan testosteron kemudian memicu produksi norepinefrin dan epinefrin, stimulan alami yang menghasilkan energi, fokus, motivasi dan gairah seksual.

baca juga

"Mengekspresikan hasrat seksual online dapat mengarah pada rasa aman dan "kebebasan," terutama ketika bersembunyi di rumah, kata Fisher.

Dalam beberapa hal, lanjut Fisher, lebih aman untuk mengekspresikan seksualitas seseorang di internet. Kami tidak bisa bertemu langsung. Ini memberi orang rasa kebebasan.

Mereka tidak bisa melangkah lebih jauh dari sekadar mengekspresikan perasaan mereka. Mereka tidak perlu 'mengikuti' dengan benar-benar bertemu dan berhubungan seks, " katanya.

"Pria dan wanita sekarang memiliki waktu untuk mengekspresikan seksualitas mereka, karena begitu banyak kebiasaan, pola dan tekanan sehari-hari mereka sekarang ditahan, " jelas Fisher.

Setelah lockdown ini selesai, Fisher memperkirakan bahwa sexting akan menjadi dingin.

"Ekspresi hasrat seksual di internet tidak akan lagi berbahaya, sekali lagi kita bisa bertemu langsung. Kami akan kembali ke batasan waktu untuk bekerja dan bersama keluarga dan teman, " kata Fisher.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Akibat Lockdown, Pekerja Seks di Inggris Putus Asa Kehilangan Pelanggan

Akibat Lockdown, Pekerja Seks di Inggris Putus Asa Kehilangan Pelanggan

Lifestyle | Rabu, 15 April 2020 | 05:30 WIB

Ini yang Boleh dan Dilarang Dilakukan saat Berhubungan Seks Selama PSBB

Ini yang Boleh dan Dilarang Dilakukan saat Berhubungan Seks Selama PSBB

News | Selasa, 14 April 2020 | 17:06 WIB

Wajib Coba saat di Rumah Aja, Posisi Seks Menggantung Wortel, Apa Itu?

Wajib Coba saat di Rumah Aja, Posisi Seks Menggantung Wortel, Apa Itu?

Lifestyle | Selasa, 07 April 2020 | 21:05 WIB

Terkini

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

Menanti Kepulangan Jurnalis yang Hilang Saat Meliput Anak Krakatau, PFI Gelar Doa Bersama

News | Jum'at, 11 September 2026 | 22:36 WIB

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Purbaya Resmi Tarik Pajak Transaksi Digital Luar Negeri, Libatkan Bank hingga Fintech

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 22:17 WIB

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Shin Tae-yong Bawa Senjata Baru Lawan Persib, Ivan Mamut Siap Debut di El Clasico

Bola | Jum'at, 11 September 2026 | 22:02 WIB

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

Hari Keempat, SAR Sisir Pulau Terdekat Anak Krakatau Cari 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:33 WIB

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Mengetuk Pintu Langit, Taburan Doa Menggema di Hari Ke-4 Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Jum'at, 11 September 2026 | 21:20 WIB

Gabung Floor Inc, Cecil Yang Kawinkan Musik, Fashion dan Kecantikan Jadi Satu

Gabung Floor Inc, Cecil Yang Kawinkan Musik, Fashion dan Kecantikan Jadi Satu

Entertainment | Jum'at, 11 September 2026 | 20:52 WIB

Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor

Dipicu Angin Kencang, Titik Api Baru Kembali Membakar TPA Galuga Bogor

Bogor | Jum'at, 11 September 2026 | 20:48 WIB

Kajian KPK: Biaya Pilgub Tembus Rp100 Miliar, 65 Persen Kepala Daerah Siap 'Layani' Donatur

Kajian KPK: Biaya Pilgub Tembus Rp100 Miliar, 65 Persen Kepala Daerah Siap 'Layani' Donatur

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:45 WIB

Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak

Pengasuh Pesantren di Pati Jadi Tersangka Kekerasan Seksual Anak

News | Jum'at, 11 September 2026 | 20:39 WIB

70 Tahun Asuransi Astra, Inovasi myGarda Sampai Derek Hydraulic Flatbed Jaga Kepercayaan Pelanggan

70 Tahun Asuransi Astra, Inovasi myGarda Sampai Derek Hydraulic Flatbed Jaga Kepercayaan Pelanggan

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 20:35 WIB

×