Curhat Guru hingga Orangtua Sambut Tahun Ajaran Baru Era Kenormalan Baru

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Minggu, 12 Juli 2020 | 10:00 WIB
Curhat Guru hingga Orangtua Sambut Tahun Ajaran Baru Era Kenormalan Baru
Ilustrasi sekolah meniadakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di masa pandemi Covid-19. (Shutterstock)

Suara.com - Tahun ajaran baru 2020/2021 akan dimulai pada Senin, 13 Juli 2020. Sementara Indonesia yang mulai memasuki era adaptasi kebiasaan baru (sebelumnya disebut kenormalan baru atau new normal, Red) hingga kini masih memerangi virus SARS CoV 2 penyebab Covid-19, yang kasusnya terpantau masih terus naik.

Data pemerintah yang masuk hingga Sabtu pukul 12.00 WIB menunjukkan, terdapat 1.671 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan kasus baru itu menyebabkan kini ada 74.018 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak diumumkannya pasien pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

"Kami dapatkan kembali kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 1.671 orang, sehingga totalnya menjadi 74.018 orang" ujar Achmad Yurianto dalam konferensi pers dari Graha BNPB pada Sabtu (11/7/2020) sore.

Meski masih banyak daerah dengan kasus Covid-19 rendah hingga tinggi yang masuk kategori zona kuning, merah dan hitam -- dimana kegiatan belajar mengajar di sekolah masih ditiadakan,  untuk daerah-daerah zona hijau (tidak ada kasus Covid-19) pemerintah setempat bersiap membuka sekolah tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Rita Amaliani, Kepala Sekolah Early Step Kebagusan Academy dan Director SD Bangun Mandiri, Kebagusan Jakarta Selatan mangaku, siap atau tidak siap akan kembali membuka sekolahnya dengan pengetatan praktik protokol kesehatan.

Rita Amaliani, Kepala Sekolah Early Step Kebagusan Academy Director SD Bangun Mandiri, Kebagusan, Jakarta Selatan.. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Rita Amaliani, Kepala Sekolah Early Step Kebagusan Academy Director SD Bangun Mandiri, Kebagusan, Jakarta Selatan. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Jika memang sekolah harus mulai kegiatan tatap muka, tentunya semua sekolah harus siap melakukan protokol kesehatan yang ketat," papar Rita kepada Suara.com beberapa waktu lalu.

Berbeda halnya dengan Ajeng Annastasia, salah satu orangtua yang mengaku belum siap menyekolahkan anaknya secara tatap muka.

baca juga

Ia yang awalnya berencana memasukkan buah hatinya ke Taman Kanak-kanak (TK), mengurungkan niatnya untuk mendaftarkan sang anak ke salah satu TK lantaran kasus Virus Covid-19 yang masih terus bertambah.

"Anak usia TK 4 hingga 6 tahun, kayaknya masih susah banget untuk dikasih tahu kalau dia harus jaga jarak, pakai masker, harus hati-hati nggak sembarangan pegang muka, hidung dan mulut. Saya nggak siap melepas anak ketemu langsung sama temannya di sekolah," ungkap Ajeng panjang lebar.

Tantangan Penerapan Protokol Kesehatan di TK dan SD 

Kekhawatiran Ajeng sebagai orangtua memang wajar mengingat cara berpikir siswa TK dan SD,  masih sangat sederhana dan terbatas, belum mampu memahami konsep sebab-akibat sehingga belum bisa berpikir panjang tentang dampak dari perilaku tertentu yang ternyata bisa memengaruhi kesehatannya maupun kesehatan orang lain.

Menanggapi kekhawatiran tersebut, Rita Amaliani bisa memahaminya mengingat tahapan perkembangan kognitif anak-anak  usia dini (PAUD, TK dan SD) masih belum matang.

Ajeng (Orangtua). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Ajeng Annastasia, salah satu  orangtua yang mengaku belum siap menyekolahkan anaknya dengan moetode belajar tatap muka lantaran khawatir dengan kasus Virus Corona Covid-19 yang masih tinggi. (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Ia mengaku penerapan protokol kesehatan untuk anak PAUD, TK dan SD memang tidak mudah dilakukan di lingkungan sekolah, mengingat anak-anak belum benar-benar mengerti pentingnya protokol kesehatan, tentang Virus Corona Covid-19, bahaya dan cara penularannya.

Hal tersebut merupakan tantangan bagi seluruh pendidik atau guru di lingkungan sekolah untuk terus dan konsisten mengedukasi anak didik dengan cara efektif dan mudah dipahami para siswa.

Di satu sisi, menurut Rita, kondisi seperti sekarang sebenarnya merupakan momen tepat untuk mengajarkan kebiasaan baik dan sehat kepada anak-anak agar bisa beradaptasi kebiasaan baru di masa kenormalan baru (new normal).

Bila kebiasaan baik tersebut diajarkan sejak dini, maka anak-anak akan terbentuk menjadi pribadi yang memiliki kesadaran tinggi untuk bergaya hidup sehat dan bersih, sehingga risiko terkena penyakit, termasuk virus Corona Covid-19 dapat diminimalisasi.

"Harus dilakukan meski merepotkan agar menjadi kebiasaan sejak dini, guru harus bisa melakukan pengawasan dalam kegiatan di sekolah sesuai protokol, anak maupun guru dilakukan pembiasaan dengan baik dan lancar, sehingga tidak akan menyusahkan karena sudah menjadi habit," ungkapnya.

Selanjutnya: Butuh Panduan Pembelajaran di Era Kenormalan Baru

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Anak-Anak Minim Tularkan Covid-19, Sekolah Harusnya Segera Dibuka

Studi: Anak-Anak Minim Tularkan Covid-19, Sekolah Harusnya Segera Dibuka

Health | Jum'at, 10 Juli 2020 | 20:30 WIB

Protokol Kesehatan di Sekolah Lengkap, dari Luar Kelas sampai saat Belajar

Protokol Kesehatan di Sekolah Lengkap, dari Luar Kelas sampai saat Belajar

News | Jum'at, 10 Juli 2020 | 15:52 WIB

Jokowi ke Daerah yang Mau Terapkan New Normal: Hati-hati kalau Buka Sekolah

Jokowi ke Daerah yang Mau Terapkan New Normal: Hati-hati kalau Buka Sekolah

News | Kamis, 09 Juli 2020 | 21:22 WIB

Terkini

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade

Tekno | Kamis, 13 Agustus 2026 | 04:53 WIB

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile

Sumsel | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:06 WIB

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:50 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:38 WIB

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat

Bogor | Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:45 WIB

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:39 WIB

×