alexametrics

Sekilas Mirip, Ternyata Ada 8 Tradisi Membungkus Makanan Pakai Daun Pisang

Rauhanda Riyantama | Arendya Nariswari
Sekilas Mirip, Ternyata Ada 8 Tradisi Membungkus Makanan Pakai Daun Pisang
Ternyata Ada 8 Jenis Tradisi Bungkus Makanan dari Daun Pisang di Jawa. (Pixabay.Loggawiller)

Serupa tapi tak sama, yuk amati berbagai jenis tradisi membungkus makanan menggunakan daun pisang di Pulau Jawa berikut ini.

Suara.com - Jika Anda kerap menikmati kuliner ketika berjalan-jalan di Pulau Jawa, tentu sudah tak asing lagi ketika menyaksikan makanan yang dibungkus menggunakan daun pisang bukan?

Entah mengapa, rasa makanan yang dibungkus menggunakan daun pisang ini biasanya terasa lebih sedap ketika disantap. Sebut saja pecel pincuk, nasi bakar, jajanan lemper dan masih banyak lagi lainnya.

Namun tahukan Anda, ternyata terdapat 8 jenis tradisi membungkus makanan menggunakan daun pisang lho, di Pulau Jawa.

Hal ini diungkapkan kembali oleh akun Twitter @RcRudyCakra beberapa waktu yang lalu. Pria ini bahkan mengunggah foto dari jenis-jenis tradisi membungkus makanan menggunakan daun pisang tersebut.

Baca Juga: Begini Cara Membuat Lontong Daun Pisang untuk Disantap Saat Lebaran

"Ternyata ada artinya ya," tulis akun Twitter @RcRudyCakra dikutip Suara.com, Selasa (28/7/2020)

Dari cuitannya, terungkap bahwa ada 8 tradisi membungkus makanan dengan daun pisang, mulai dari pincuk, takir, samir, sumpil, tum, tempelang, hingga pinjung.

Fungsinya juga berbeda-beda, pincuk biasanya dibua mengerucut dengan sematan lidi, dan biasanya digunakan untuk pecel dan sajian lainnya seperti sate.

Ternyata Ada 8 Jenis Tradisi Bungkus Makanan dari Daun Pisang di Jawa. (Twitter.RcRudyCakra)
Ternyata Ada 8 Jenis Tradisi Bungkus Makanan dari Daun Pisang di Jawa. (Twitter.RcRudyCakra)

Kalau sudi, biasanya daun pisang dibentuk melingkar dan ujungnya sedikit lancip dan biasanya digunakan untuk tempat lauk kering.

Lain halnya dengan takir, bentuknya sengaja dibuat mirip mangkok berbentuk kotak untuk menampung jajannan pasar, hingga makanan berkuah.

Baca Juga: Tak Mampu Beli Buku, Siswa Ini Terpaksa Menulis Pelajaran di Daun Pisang

Berikutnya ada samir yang diletakkan di atas besek atau piring sebagai wadah jajan pasar atau pecel. Lalu ada sumpil, pembungkus makanan yang berbentuk segitiga ddengan disematkan lidi untuk membungkus tempe.

Kemudian ada Tum, yang menjadi metode pembungkus makanan paling mudah menggunakan lidi pada bagian atas tengahnya. Tempelang merupakan bungkus makanan dari daun pisang dengan teknik melipat tanpa harus menggunakan lidi.

Dan yang terakhir ada pinjung, daun pisang yang dibentuk menyerupai limas. Umumnya pinjung ini digunakan untuk membungkus kue tradisional.

Wah, sangat informatif sekali ya unggahan dari akun Twitter @RcRudyCakra tentang tradisi membungkus makanan menggunakan daun pisang yang populer dilakukan di Pulau Jawa ini. Semoga bermanfaat juga ya untuk kaliam para travelers yang punya hobi kulineran makanan tradisional.

Komentar