alexametrics

Kisah Ajaib Surat Al-Hasyr Ayat 21, Kemunculan Mata Air di Tempat Kering

Risna Halidi | Aflaha Rizal Bahtiar
Kisah Ajaib Surat Al-Hasyr Ayat 21, Kemunculan Mata Air di Tempat Kering
Ilustrasi kekeringan. (Shutterstock)

Kisah bermula di mana penduduk dari Najaf bertamu ke rumah ulama bernama Ayatullah bin Abadi.

Suara.com - Setiap surat dalam Alquran memiliki keajaibannya sendiri. Salah satunya adalah kejadian istimewa yang terkandung dalam surat Al-Hasyr juga perlu kamu ketahui.

Keajaiban surat ini terkandung pada ayat 21, di mana ditulis ada seorang ulama di mana umatnya meminta hujan.

Dikutip dari Islami.co, kisah bermula di mana penduduk dari Najaf bertamu ke rumah ulama bernama Ayatullah bin Abadi.

Tamu itu mengadukan nasibnya yang mengalami kekeringan karenak air di kaki gunung yang menjadi sumber mata air tidak mengalir sama sekali.

Baca Juga: Bolehkah Salat Sambil Baca Ayat Alquran di HP? Begini Penjelasan UAS

Tak lama setelah mendengar keluhan dari penduduk Najaf itu, Ayattulah bin Abadi kemudian mengambil secarik kertas, dan menuliskan surat Al-Hasyr ayat 21 yang berbunyi:

Law anzalnaa haazal quraana 'alaa jabilil lara aytahuu khaashi'am muta saddi'am min khashiyatil laah; wa tilkal amsaalu nadribuhaa linnaasi la'allahum yatafakkaruun

Artinya:
"Sekiranya Kami turunkan Alquran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir.”

Mendengar penyampaian itu, para tamu kemudian pamit pulang.

Sesampainya di desa, dengan apa yang telah diamanatkan oleh Ayatullah bin Abadi, ketika malam terdengarlah gemuruh dari puncak gunung, yang kemudian membuat para penduduk kaget dan heran.

Baca Juga: Surat Al Ikhlas, Arti dan Keutamaan yang Wajib Diketahui

Lalu pada pagi harinya, mereka menjumpai mata air yang selama ini kering, mendadak mengeluarkan air yang cukup deras. Hal ini membuat mereka mensyukuri apa yang telah terjadi.

Komentar