Kaya Protein, Cacing Poliket Bisa Jadi Sumber Pangan Alternatif Loh!

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 14 Juli 2021 | 13:27 WIB
Kaya Protein, Cacing Poliket Bisa Jadi Sumber Pangan Alternatif Loh!
Ilustrasi cacing. (freedigitalphotos)

Suara.com - Sumber pangan alternatif menjadi solusi mengatasi masalah gizi. Salah satu yang perlu dikembangkan adalah cacing poliket. Benarkah bergizi?

Menurut peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Joko Pamungkas, cacing poliket mengandung banyak protein.

"Bisa dijadikan sumber pangan alternatif dan merupakan sumber protein tinggi," kata Joko saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Poliket adalah cacing bersegmen termasuk dalam kelas Polychaeta, filum Annelida. Cacing poliket pada dasarnya dapat ditemukan di seluruh perairan payau dan laut Indonesia, mulai dari pesisir sampai laut dalam.

Sebagai ciri khasnya, cacing tersebut memiliki banyak rambut di sekujur tubuhnya yang sesuai dengan namanya, yakni 'poly' yang berarti banyak, dan 'chaeta' yang berarti rambut.

Joko menuturkan cacing poliket memiliki beberapa manfaat, antara lain sebagai pakan alami udang dan ikan, bioindikator pencemaran perairan, dan sumber pangan alternatif bagi kelompok masyarakat tertentu.

Namun, kelompok cacing poliket yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Maluku dan NTB adalah yang mayoritas berasal dari Suku Eunicidae dan Nereididae saja.

Itu terkait dengan kemampuan mereka untuk melangsungkan reproduksi dengan cara epitoky, yakni pada waktu tertentu muncul dalam jumlah yang sangat melimpah di permukaan air untuk memijah.

Cacing laut poliket dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami karena mengandung protein tinggi yang mampu merangsang pertumbuhan ikan dan udang dengan baik.

Baca Juga: Berpotensi Jadi Obat Terapi Covid-19, Produsen Ivermectin Malah Terancam Dipidana

Joko mengatakan selama ini masyarakat Indonesia bagian Barat hanya mengetahui ada cacing laut yang bisa dimakan, tetapi tidak tahu bentuk dan pemanfaatan lainnya.

Di Indonesia Timur, terdapat cacing laut jenis cacing wawo dan nyale yang dapat dikonsumsi oleh manusia. Hewan tersebut biasa muncul setahun sekali atau dua kali, yakni pada Februari atau Maret, dalam jumlah yang sangat banyak.

Cacing-cacing tersebut umumnya hidup di dasar laut, namun pada waktu-waktu tertentu akan muncul ke permukaan air dalam jumlah yang tak terhitung banyaknya. Cacing wawo biasanya muncul tepat setelah matahari terbenam.

Tujuan kemunculan cacing wawo atau laor ke permukaan laut adalah untuk bereproduksi, sehingga pada individu jantan hampir seluruh tubuhnya berisi sperma, sedangkan pada individu betina hampir seluruh tubuhnya berisi ovum.

Itu sebabnya kandungan proteinnya sangat tinggi. Pada kondisi itu, tubuh biota laut tersebut sangat mudah hancur dan setelah memijah hewan tersebut akan mati.

Cacing wawo atau yang lebih dikenal dengan sebutan laor oleh masyarakat Ambon, memiliki kandungan protein tinggi, bahkan lebih tinggi dari telur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI