alexametrics

Tarik Minat Remaja di Bidang Sains, Ilmuwan Vaksin Sarah Gilbert Jadi Inspirasi Barbie

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati
Tarik Minat Remaja di Bidang Sains, Ilmuwan Vaksin Sarah Gilbert Jadi Inspirasi Barbie
Sarah Gilbert, penemu vaksin AstraZeneca. (Instagram @swartzswartzlaw)

Harapannya juga, boneka Barnie bentuk Sarah Gilbert bisa menginspirasi anak-anak perempuan untuk memasuki karir sains, teknologi, teknik, atau matematika (STEM).

Suara.com - Ilmuwan vaksin Sarah Gilbert dijadikan model peran boneka oleh Barbie.  Pembuatan boneka bentuk Gilbert itu sebagai apresiasi karena telah memimpin proyek pembuatan vaksin Oxford-AstraZeneca Covid-19.

Harapannya juga, boneka Barnie bentuk Sarah Gilbert bisa menginspirasi anak-anak perempuan untuk memasuki karir sains, teknologi, teknik, atau matematika (STEM).

"Saya bersemangat untuk menginspirasi generasi perempuan berikutnya ke dalam karir STEM dan berharap anak-anak yang melihat Barbie saya akan menyadari betapa pentingnya karir dalam sains, untuk membantu dunia di sekitar kita," kata Gilbert, dikutip dari Sky.

Nama Sarah Gilbert juga sempat viral lantaran wajahnya muncul saat pembukaan pertandingam tenis antara Novac Djokovic melawan Jack Draper, akhir Juni lalu. Wajah Gilbert yang kaget mendengar ucapkan terimakasih telah berkontribusi dalam penanganan pandemi Covid-19, menjadi viral di media sosial.

Baca Juga: Viral di Dunia, Ini Fakta-fakta Menakjubkan Sarah Gilbert Si Pembuat Vaksin AstraZeneca

Barbie Sarah Gilbert dan Ilmuwan. (Dok: Barbie)
Barbie Sarah Gilbert dan Ilmuwan. (Dok: Barbie)

Sejak itu, ia makin sering diperbincangkan publik. Dan kini Barbie membuatkan model peran dirinya.

"Keinginan saya adalah boneka saya akan menunjukkan kepada anak-anak, karier yang mungkin tidak mereka sadari, seperti seorang ahli vaksin," imbuhnya.

Bersama Prof Gilbert, Barbie juga memberikan penghormatan kepada lima perempuan lain yang telah bekerja selama pandemi. Yakni:

  1. Perawat ruang gawat darurat Amy O'Sullivan, yang merawat pasien Covid-19 pertama di Rumah Sakit Wycoff di Brooklyn, New York.
  2. Dr Audrey Cruz, tenaga kesehatan dari Las Vegas yang bergabung dengan dokter Asia-Amerika lainnya untuk melawan bias dan diskriminasi rasial.
  3. Dr Chika Stacy Oriuwa, seorang residen psikiatri di University of Toronto, Kanada, yang menganjurkan melawan rasisme sistemik dalam perawatan kesehatan.
  4. Peneliti biomedis Dr Jacqueline Goes de Jesus, yang dipercaya memimpin pengurutan genom varian Covid-19 di Brasil.
  5. Dr Kirby Whitby yang ikut mendirikan 'Gowns for Doctors', gaun yang dapat dicuci dan digunakan kembali.

Barbie juga memberikan donasi ke organisasi pilihan Prof Gilbert, Women in Science and Engineering, yang menjalankan sumber daya penjangkauan yang dibuat untuk menginspirasi para remaja perempuan agar mempertimbangkan karier di STEM.

Sebelum Gilbert, Barbie telah beberapa kali membuat model peran para tokoh publik Inggris. Seperti, penyiar Clara Amfo, wanita tercepat dalam sejarah Inggris Dina Asher-Smith, juara skateboarder Sky Brown, model dan aktivis Adwoa Aboah, dan petinju Nicola Adams.

Baca Juga: Fakta Sarah Gilbert Penemu Vaksin AstraZeneca, Rela Lepas Hak Paten

Komentar