facebook

Pasca Pandemi Disebut Waktu Terbaik Untuk Membeli Properti, Ini Alasannya

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati
Pasca Pandemi Disebut Waktu Terbaik Untuk Membeli Properti, Ini Alasannya
ilustrasi beli murah. (Shutterstock)

Pasca pandemi, adalah waktu terbaik untuk melakukan pembelian properti, terutama apartemen. Hal tersebut diungkap Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito.

Suara.com - Pasca pandemi, adalah waktu terbaik untuk melakukan pembelian properti, terutama apartemen. Hal tersebut diungkap Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito.

Menurutnya hal ini disebabkan karena dalam bebetapa tahun ke depan akan ada kenaikan harga apartemen secara progresif, sementara keterbatasan pasokan bahan baku dan kekurangan tenaga kerja tetap terjadi.

Pihaknya juga melihat peningkatan persentase dua digit dalam biaya pembangunan apartemen baru setiap tahun di masa mendatang.

"Sangat masuk akal bagi konsumen apabila mereka terlihat bergegas membeli properti sekarang untuk menghindari kenaikan harga dua digit karena meningkatnya biaya konstruksi dan material ditambah keterbatasan tenaga kerja," ujar dia dalam siaran pers yang Suara.com terima belum lama ini.

Baca Juga: Polisi Benarkan Gary Iskak Dilarikan ke RS Usai Tertangkap Narkoba

Apalagi, ketersediaan unit apartemen ‘off the plan’ dan apartemen yang sudah selesai dibangun semakin berkurang dari hari ke hari. Maka dari itu, investor, lanjut dia kini yang sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi unit apartemen.

"Mereka harus bertindak sekarang dengan membeli dari pengembang tepercaya dengan rekam jejak yang jelas dalam menghasilkan apartemen berkualitas secara tepat waktu dan sesuai anggaran," ungkapnya.

Dengan bertindak sekarang, mereka akan mengunci harga hari ini yang memungkinkan waktu bagi mereka untuk terus menabung untuk pembelian berikutnya di masa mendatang.

Sedikit berbeda dengan tipe pembeli home occupiers. Meskipun harga akan meningkat, namun kebutuhan akan hunian akan tetap ada. Ini terlihat di
Australia yang masih mengalami housing shortage, sementara pertumbuhan penduduk Australia semakin bertambah.

Pembeli potensial telah memperkirakan kenaikan tarif untuk beberapa waktu dan telah mengantisipasinya dengan memiliki tabungan tambahan, dikarenakan pandemi dan pengetatan ikat pinggang. Diperkirakan bahwa rumah tangga Australia berhasil menghemat sekitar Rp1.400 triliun selama pandemic Covid-19.

Baca Juga: Bayi Kembar Siam Asal Sukabumi Jalani Operasi Pemisahan Selama 9 Jam di RSHS Bandung, Ini Kata Dokter

Pasokan hunian yang terbatas dan peningkatan jumlah pembeli membuat masyarakat yang tidak sanggup memiliki rumah tapak akhirnya mulai melirik unit apartemen yang dianggap lebih terjangkau.

Komentar