Ibu Ferry Irawan Ngaku Sudah Ingatkan Venna Melinda Jika Anaknya Tak Punya Kerja: Kenapa Pengangguran Suka KDRT?

Bimo Aria Fundrika, Fajar Ramadhan

Minggu, 19 Februari 2023 | 10:10 WIB
Ibu Ferry Irawan Ngaku Sudah Ingatkan Venna Melinda Jika Anaknya Tak Punya Kerja: Kenapa Pengangguran Suka KDRT?
Foto Venna Melinda dan Ferry Irawan (Instagram/ferryirawanreal)

Suara.com - Kasus antara Venna Melinda dan Ferry Irawan rupanya belum juga usai. Belum lama ini, ibunda Ferry Irawan, Hariati mengaku kalau dirinya sudah mengingatkan Venna Melinda sebelum menikahi putranya itu.

Namun, dalam keterangannya Hariati mengingatkan Venna Melunda bukan terkait putranya yang kasar, melainkan Ferry Irawan yang tidak memiliki pekerjaan.

Dalam video yang diunggah akun Instagram @lambenyinyir_official, Hariati mengaku, ia bertanya apakah Venna Melinda mau menerima Ferry Irawan apa adanya atau tidak. Pasalnya, Ferry Irawan memang kala itu tidak memiliki pekerjaan sama sekali.

Venna Melinda kembali menangis menceritakan kasus KDRT yang ia alami dari Ferry Irawan. Venna menggelar jumpa pers bersama pengacaranya, Hotman Paris dan sahabatnya, Roro Fitria di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2023) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]
Venna Melinda kembali menangis menceritakan kasus KDRT yang ia alami dari Ferry Irawan. Venna menggelar jumpa pers bersama pengacaranya, Hotman Paris dan sahabatnya, Roro Fitria di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Rabu (1/2/2023) [Suara.com/Adiyoga Priyambodo]

“Waktu awal-awal nikah kan saya udah bilang Ferry tuh tidak ada kerjaan, enggak ada penghasilan, Venna mau terima enggak Ferry apa adanya?” ungkap Hariati dalam video yang diunggah, Sabtu (18/2/2023).

Hariati menuturkan, kala itu Venna Melinda menerima apa adanya. Sebab ragu, Hariati mengaku, kembali mengingatkan Venna Melinda untuk berpikir dahulu. Ia tidak ingin ibunda Verrel Bramasta itu menyesal di kemudian hari.

“‘Aku mau mami, terima Ferry apa adanya’ kata Venna. Saya bilang pikirkan dulu, jangan sampe nanti akhirnya nyesel, Ferry itu keadaannya kayak gini, tapi kan udah setuju Vennanya, ya kalau mereka berdua udah setuju mami kan engak bisa ngelarang,” jelas Hariati

Meski demikian, Hariati mengetahui jika putranya itu mendapatkan pekerjaan setelah menikah. Bahkan, ia menuturkan ada beberapa pekerjaan yang ditolak karena Ferry Irawan harus mengantarkan Venna Melinda ke mana-mana

“Ada-ada (pekerjaan) dan itu penghasilannya udah dikasihkan ke Venna semua, kan ada di surat pra nikah itu. Sempat juga Ferry ada syuting ke Bali ya kalo enggak salah, tapi karena nganter-nganter Venna ya dia enggak sempat lagi, jadi bukannya dia pengangguran gitu,” ungkapnya.

Cerita Hariati tersebut langsung menuai banyak kritikan dari warganet. Beberapa warganet geram karena ibunda Ferry Irawan itu justru tidak nyambung dan bukan membahas masalah putranya berpisah.

baca juga

Pasalnya, hal yang membuat Venna Melinda berpisah adalah KDRT bukan mempermasalahkan penghasilan. Beberapa warganet berkomentar kalau Hariati terlalu membela putranya sehingga tidak berkembang.

“Ini masalahnya bukan gak nafkahin,  tapi KDRT-nya woii bu, bela aja terus dulu mantan istri juga udah bilang kecewa sama mantan mertuanya,” komentar salah seorang warganet.

“Kan udah dibilang bukan masalah materi mama, kan KDRT masalahnya,” tulis warganet di kolom komentar.

“Venna nerima aja bu, buktinya dia masih bertahan sampe KDRT terjadi. Cuma maaf-maaf ya bu anak ibunya yang gak tau diri,” komentar akun lainnya.

“Terima apa adanya itu mungkin dari ekonomi bun, yang penting setia, bukan dengan KDRT-nya,” sahut warganet lainnya.

“Udah gak ada kerjaan tetap diterima apa adanya eh malah KDRT. Anaknya gak tau diri namanya itu ibu,” tulis warganet lain.

Terkait masalah ekonomi sendiri memang menjadi hal yang sering dikaitkan KDRT. Melansir Warwick, dalam sebuah penelitian, ditemukan kalau pengangguran akan sangat berpengaruh pada kekerasan. Bahkan, angka kekerasan ini naik 30 persen melihat dari jumlah pengangguran yang juga meningkat.

Sementara itu jenis kelamin juga memengaruhi kasus KDRT yang terjadi. Dikatakan, laki-laki yang kehilangan pekerjaan atau pengangguran, cenderung jadi pelaku kDRT. Hal ini karena dorongan amarah dalam dirinya yang membuat ia melakukan KDRT kepada istrinya sendiri.

Pada wanita, hal itu berbanding terbalik. Pasalnya, wanita yang kehilangan pekerjaan atau pengangguran, cenderung jadi korban KDRT. Hal ini karena mereka tidak memiliki kuasa dalam ekonomi rumah tangga. Kondisi tersebut juga yang sebabkan banyak wanita lebih memilih diam saat mengalami  KDRT.

Mereka yang hilang pekerjaan ini biasanya akan menyebabkan kondisi yang buruk. Namun, jika kondisi pengangguran tersebut masih dapat penghasilan, itu memiliki kemungkinan akan mencegah adanya KDRT. Untuk itu, penghasilan dan pekerjaan akan sangat berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ibunda Ferry Irawan Mengaku Sudah Peringatkan Venna Melinda Jika Putranya Pengangguran

Ibunda Ferry Irawan Mengaku Sudah Peringatkan Venna Melinda Jika Putranya Pengangguran

Mamagini | Jum'at, 17 Februari 2023 | 20:30 WIB

Venna Melinda 'Mangkir' dari Persidangan, Ibu Ferry Irawan 'Bukan Kecewa Lagi, Tapi Sakit Banget Hati Seorang Ibu'

Venna Melinda 'Mangkir' dari Persidangan, Ibu Ferry Irawan 'Bukan Kecewa Lagi, Tapi Sakit Banget Hati Seorang Ibu'

Tasikmalaya | Jum'at, 17 Februari 2023 | 20:10 WIB

Ditanya Eko Patrio Apakah Tahu Duku, Salak-Bengkuang, Verrel Bramasta Bingung: Pertanyaannya Susah

Ditanya Eko Patrio Apakah Tahu Duku, Salak-Bengkuang, Verrel Bramasta Bingung: Pertanyaannya Susah

Denpasar | Jum'at, 17 Februari 2023 | 16:15 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×