Sebut Buka Pintu Taksi di Jepang Bayar Rp1,4 Juta, Ibnu Wardani Beri Klarifikasi: Salah Saya Nggak Cek Dulu

Rima Sekarani Imamun Nissa, Hiromi Kyuna

Rabu, 08 Maret 2023 | 08:32 WIB
Sebut Buka Pintu Taksi di Jepang Bayar Rp1,4 Juta, Ibnu Wardani Beri Klarifikasi: Salah Saya Nggak Cek Dulu
Tiktokers Ibnu Wardani dan Lalita Hutami (Instagram/@ibnuwardani)

Suara.com - TikToker Ibnu Wardani sempat bikin geger usai menyebutkan buka pintu taksi di Jepang sudah terkena biaya Rp1,4 juta. Pernyataan tersebut ia ungkapkan dalam video mengungkapkan anggaran babymoon ke Jepang sebanyak Rp500 juta untuk tiga orang.

Pernyataannya ini kemudian membuat banyak orang heran. Sejumlah warganet Indonesia yang tinggal di Indonesia kemudian mematahkan pernyataan tersebut.

Mereka kemudian menunjukkan biaya naik taksi di Jepang yang jauh lebih murah dibandingkan dengan ucapan Ibnu Wardani. Mengetahui telah menyebarkan misinformasi, Ibnu Wardani kemudian memberikan klarifikasi melalui akun Twitter miliknya ibnuwardani.

Dirinya mengatakan info seputar harga taksi itu ia dapatkan dari seseorang yang pernah liburan ke Jepang dari Indonesia. Ia menyadari bahwa pernyataannya tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dan mengakui dirinya bersalah.

"Salah saya juga nggak cek terlebih dahulu dan main asal percaya (mungkin karena udah kenal lama juga). Tapi terlepas dari apapun, pelajaran yang didapat adalah semua harus ducek terlebih dahulu dan tidak asal percaya," ungkap Ibnu Wardani dalam pernyataannya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa naik taksi di Jepang ternyata punya harga yang tak terlalu berbeda dengan di Singapura. Untuk satu kilometer pertama, harga dipatok sekitar 500 hingga 600 yen atau sekitar Rp56 ribu.

"Memang tetap lebih mahal taksi di Jepang daripada negara tercinta kita Indonesia, tapi setidaknya tidak seperti info yang saya berikan di video saya yang sebelumnya, yang mana itu keliru dan tidak benar," jelasnya.

Ibnu kemudian mengungkapkan bahwa setiap orang pasti memiliki selera dan budget masing-masing untuk perjalanan yang diinginkan.

"Di sini saya mohon maaf kalau membuat keramaian yang tidak sebagaimana mestinya, membuat beberapa pihak dirugikan, dan memberikan informasi yang kurang tepat kepada kalian. Ini adalah pelajaran berharga untuk saya," kata Ibnu Wardani.

baca juga

Unggahan ini lantas menarik banyak perhatian warganet dan beragam komentar.

"Menarik, jangan berhenti flexing," komentar seorang warganet.

Warganet lain ikut berkometar. "Banyakin introspeksi deh lu berdua," ujar warganet ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang hal ini?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Buka Pintu Taksi di Jepang Bayar Rp1,4 Juta, TikTokers Ibnu Wardani Kena Semprit Netizen Gara-gara Over Flexing

Viral Buka Pintu Taksi di Jepang Bayar Rp1,4 Juta, TikTokers Ibnu Wardani Kena Semprit Netizen Gara-gara Over Flexing

Semarang | Selasa, 07 Maret 2023 | 17:23 WIB

Ibnu Wardani Dihujat Netizen Gara-gara Over Flexing Buka Pintu Taksi di Jepang Bayar Rp1,4 Juta

Ibnu Wardani Dihujat Netizen Gara-gara Over Flexing Buka Pintu Taksi di Jepang Bayar Rp1,4 Juta

Semarang | Selasa, 07 Maret 2023 | 16:40 WIB

Tiktoker Ketahuan Ngibul Soal Buka Pintu Taksi di Jepang Bayar 1,4 Juta, Kenapa Orang Suka Bohong di Medsos?

Tiktoker Ketahuan Ngibul Soal Buka Pintu Taksi di Jepang Bayar 1,4 Juta, Kenapa Orang Suka Bohong di Medsos?

Lifestyle | Selasa, 07 Maret 2023 | 10:21 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×