Apa Itu Rebound Relationship? Biasanya Cuma Jadi Pelarian Sesaat saat Putus Cinta

Jum'at, 09 Juni 2023 | 16:00 WIB
Apa Itu Rebound Relationship? Biasanya Cuma Jadi Pelarian Sesaat saat Putus Cinta
Ilustrasi pasangan.(Freepik/freepik)

Suara.com - Setelah mengalami putus cinta, banyak orang mencari cara untuk mengatasi perasaan kesedihan dan kehilangan dengan mencari hubungan baru. Salah satu fenomena yang umum terjadi dalam hal ini adalah rebound relationship atau hubungan lompatan. 

Rebound relationship terjadi ketika seseorang terlibat dalam hubungan baru yang relatif cepat setelah berakhirnya hubungan asmara sebelumnya. Namun, meskipun dapat memberikan pengalihan sementara, rebound relationship juga memiliki dinamika dan tantangan yang perlu dipahami. Lantas, apa itu rebound relationship?

Mengenal Rebound Relationship

Rebound relationship dapat diartikan sebagai hubungan yang terbentuk sebagai respons terhadap putus cinta atau kehilangan dalam hubungan sebelumnya. Dalam rebound relationship, seseorang mencari pengganti atau pengalihan emosional melalui hubungan baru tanpa memberikan waktu yang cukup untuk memulihkan diri secara emosional.

Hubungan ini seringkali didasari oleh kebutuhan akan kenyamanan, pengakuan, atau keamanan yang hilang akibat berakhirnya hubungan sebelumnya.

Apa saja yang terjadi kepada seseorang yang mengalami rebound relationship? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa di antaranya.

1. Pengalihan Emosional

Rebound relationship dapat berfungsi sebagai pelarian sementara dari rasa kesedihan, kehilangan, atau kesepian yang mungkin dirasakan setelah putus cinta. Seseorang dapat mencoba mengisi kekosongan emosional dengan kehadiran orang baru dalam kehidupan mereka.

2. Ketergantungan Emosional

Baca Juga: Sinopsis A Relationship With No Space Between, Film Baru Lee Ji Hoon Bergenre Romantis Komedi

Karena rebound relationship seringkali terbentuk dengan cepat dan tanpa melalui proses pemulihan yang memadai, ketergantungan emosional yang kuat dapat terbentuk antara pasangan tersebut. Namun, ketergantungan ini mungkin tidak berdasar pada hubungan yang sehat dan kuat.

3. Tantangan Komunikasi

Pasangan dalam rebound relationship mungkin tidak sepenuhnya terbuka dan jujur tentang perasaan mereka yang sebenarnya. Mereka dapat menghindari berbicara tentang emosi yang terkait dengan hubungan sebelumnya atau mengungkapkan kekhawatiran mereka tentang masa depan hubungan mereka saat ini.

4. Ketidakstabilan

Rebound relationship sering kali tidak stabil karena dasarnya yang mungkin terlalu cepat atau dipengaruhi oleh emosi yang belum sepenuhnya diproses.

Pasangan mungkin tidak memiliki landasan yang kuat atau pemahaman yang jelas satu sama lain. Kondisi ini dapat menyebabkan konflik atau kekecewaan yang lebih besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Seberapa Tahu Kamu tentang Layvin Kurzawa? Pemain Baru Persib Bandung Eks PSG
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Keterampilan Berpolitik ala Tokoh Sejarah, Kamu Titisan Genghis Khan atau Figur Lain?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Karakter SpongeBob SquarePants yang Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Merk HP yang Sesuai Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI