Pemain Argentina Kaget Pesepak Bola Indonesia Makan Junk Food, Emang Apa Bahayanya Bagi Atlet?

M. Reza Sulaiman, Lilis Varwati

Senin, 26 Juni 2023 | 12:51 WIB
Pemain Argentina Kaget Pesepak Bola Indonesia Makan Junk Food, Emang Apa Bahayanya Bagi Atlet?
Ilustrasi junk food (unsplash.com/robin stickel)

Suara.com - Pemain Argentina yang pernah merumput di Indonesia, Gustavo Chena mengungkap sisi gelap sepak bola Indonesia saat dirinya masih berkarier di Liga Indonesia. Salah satu yang ia disoroti tentang kebiasaan makan para pesepak bola Indonesia yang menurutnya tidak sehat.

Dikutip dari media Argentina, Infobae, Chena mengaku kerap melihat pesepak bola Indonesia mengonsumsi menu junk food seperti ayam goreng sebelum pertandingan.

Kebiasaan itu juga bahkan masih dilakukan setelah selesai pertandingan. Di mana para pesepak bola Indonesia justru konsumsi makanan tidak sehat seperti hamburger dan donat.

Mantan pemain PSMS Medan dan PSIS Semarang itu sampai tak habis pikir dengan pemain Indonesia yang tidak benar-benar memerhatikan kualitas serta gizi makanan yang mereka konsumsi.

Mantan pesepak bola Argentina yang pernah merumput di Liga Indonesia, Gustavo Chena. [Instagram/@gustavochena]
Mantan pesepak bola Argentina yang pernah merumput di Liga Indonesia, Gustavo Chena. [Instagram/@gustavochena]

"Mereka mempertahankan kebiasaan ini sejak lama, mereka tidak ingin mengubahnya," ucap Chena seperti dikutip dari Infobae.

Chena juga sempat bertengkar dengan staf pelatih yang menyajikan donat hingga sekotak pizza dan makanan manis lainnya di ruang ganti.

"Saya pernah bertengkar dengan staf pelatih karena di babak pertama, di meja ruang ganti bukan buah atau yogurt yang tersedia tapi sekotak pizza dan donat. Saya berkata, mereka gila jika makan donat sebelum bermain di babak kedua," tambah eks pemain Boca Juniors tersebut.

Junk food memang termasuk makanan rendah nutrisi karena hanya mengandung karbohidrat dan lemak. Bila dikonsumsi terlalu sering, makanan itu berisiko meningkatkan risiko penyakit diabetes, hipertensi, hingga gangguan jantung.

Dikutip dari The Football Lovers, makanan olahan susu dan gorengan sering dianjurkan untuk dihindari sebelum bertanding karena dapat membuat atlet mengantuk dan menyebabkan hilangnya konsentrasi. Sebaliknya, atlet sebaiknya memilih lemak sehat seperti kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, makanan laut, dan minyak zaitun.

baca juga

Meski begitu, atlet boleh saja mengonsumsi makanan junk food untuk mengembalikan kebugaran tubuhnya, asalkan memantau asupan kalori dan telah memenuhi kebutuhan protein serta asam lemak esensial. Junk food kerap disebut juga dengan 'makanan sampah' karena rendahnya nutrisi pada hidangan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesepak Bola Argentina Kaget Orang Indonesia seperti Mau Mati Jika Tak Makan Nasi: Mereka Sesak Nafas

Pesepak Bola Argentina Kaget Orang Indonesia seperti Mau Mati Jika Tak Makan Nasi: Mereka Sesak Nafas

Moots | Senin, 26 Juni 2023 | 11:13 WIB

Pemain Argentina Terkejut dengan Kebiasaan Tim Indonesia Sebelum Tanding: Mereka Gila!

Pemain Argentina Terkejut dengan Kebiasaan Tim Indonesia Sebelum Tanding: Mereka Gila!

Selebtek | Senin, 26 Juni 2023 | 06:26 WIB

Bali United Umumkan Kenaikan Tiket Pertandingan di Liga 1 2023/2024

Bali United Umumkan Kenaikan Tiket Pertandingan di Liga 1 2023/2024

Bola | Minggu, 25 Juni 2023 | 21:39 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×