Apa Itu Toilet Gender Netral? Fasilitas yang Bikin Daniel Mananta Paranoid dan Langsung Pindahkan Sekolah Anak

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Jum'at, 04 Agustus 2023 | 07:54 WIB
Apa Itu Toilet Gender Netral? Fasilitas yang Bikin Daniel Mananta Paranoid dan Langsung Pindahkan Sekolah Anak
Ilustrasi toilet (Pexels)

Suara.com - Baru-baru ini heboh Daniel Mananta ungkap temuan salah satu sekolah internasional di Jabodetabek yang diduga mendukung LGBT (lesbian, gaya, biseksual, transgender). Hal ini terkuak saat mantan VJ MTV itu menemukan toilet gender netral atau toilet unisex, apa itu?

Lelaki yang akrab disapa VJ Daniel Mananta itu bersyukur cerita pengalaman saat dirinya mencari sekolah untuk anaknya viral. Ini karena ia khawatir adanya agenda terselubung yang berusaha disisipkan di berbagai sekolah internasional. 

"Gue bersyukur ini jadi viral. Orangtua pun akhirnya sadar bahwa ternyata kita sebagai orangtua harus memulai fondasi itu di rumah dan bukan sepenuhnya diberikan kepada sekolah untuk mengajarkan apa yang seharusnya mereka lakukan," ujar Daniel Mananta di kanal YouTube tvOneNews, Kamis (3/8/2023).

Potret Mila Anak Daniel Mananta (Instagram/@lolagin)
Potret Mila Anak Daniel Mananta (Instagram/@lolagin)

Melansir situs The University of Edinbrugh, toilet gender netral adalah kamar mandi yang dapat digunakan oleh siapa saja, tanpa memandang jenis kelamin.

Meski bisa digunakan siapa saja, toilet ini sangat penting untuk orang dengan transgender dan non biner, yang mungkin merasa tidak nyaman atau tidak bisa menggunakan kamar mandi gender.

Keberadaan toilet ini memang cukup memicu kontroversi, karena pro-kontra pendapat moral yang mendukung dan menolak keberadaan toilet ini. Termasuk keberadaan toilet gender netral di universitas maupun di sekolah anak.

Yang Boleh Pakai Toilet Gender Netral

Melansir situs Concept Cubicle Systems, sebagai pihak yang kerap memasang berbagai jenis toilet menyebutkan toilet gender netral memang kerap dikaitkan dengan orang gender non biner atau transgender. Tapi toilet ini juga bisa digunakan untuk orangtua yang mengantar anaknya di toilet beda gender.

Seperti misalnya anak lelaki harus ke kamar mandi lelaki, tapi ibunya kerap tidak nyaman menemani anaknya ke toilet lelaki yang akhirnya pilih membawa anaknya ke toilet perempuan. Begitu juga sebaliknya, ditambah ini juga bisa membuat anak dan pengunjung toilet lainnya tidak nyaman.

baca juga

Termasuk penyandang disabilitas juga bisa menggunakan toilet ini. Apalagi toilet ini jarang digunakan, sehingga bisa mempercepat antrean di toilet.

Fasilitas Toilet Gender Netral

Pada dasarnya toilet ini sama seperti toilet gender lelaki dan perempuan pada umumnya. Tapi umumnya syarat toilet gender netral adalah sebagainya berikut:

  1. Menyediakan tempat sampah sanitasi di setiap bilik.
  2. Memasang fitur kesopanan di sekitar urinal.
  3. Memasang urinal di bagian terpisah dari kamar mandi.
  4. Menggunakan ruang ekstra untuk memasang bak cuci komunal.

Ancaman dan Risiko Toilet Gender Netral 

Lantaran toilet ini membuat siapapun jenis kelaminnya bisa masuk ke dalam bilik. Hasilnya yang dikhawatirkan bisa meningkatkan kekerasan di toilet, khususnya terhadap perempuan.

Ada juga situasi saat pengguna toilet gender netral merasa malu saat tahu harus berbagi toilet dengan lawan jenis. Termasuk pada penderita paruresis atau sindrom kandung kemih pemalu, yang merasa sulit ke toilet saat dikelilingi oleh orang lain yang berjenis kelamin sama. 

Selain itu dari sudut pandang agama, ada juga situasi perempuan dilarang berbagi ruang dekat seperti kamar mandi dengan laki-laki yang belum menikah atau berhubungan dengan mereka. Terlebih selama siklus menstruasi terjadi.

Sementara itu sebelumnya, Daniel Mananta bercerita saat berkunjung ke salah satu sekolah internasional untuk mencari sekolah anak, ia kaget menemukan tiga jenis toilet, yakni toilet untuk lelaki, perempuan, dan gender netral. 

Hal ini membuatnya bertanya-tanya kepada guru di sekolah tersebut tentang alasan di balik keberadaan toilet gender netral.

Guru di sekolah tersebut menjawab bahwa mereka sangat menghormati murid-muridnya dan ingin membebaskan mereka dengan pilihan mereka sendiri. Mereka tidak ingin menilai apakah pilihan tersebut benar atau salah, tetapi ingin membebaskan murid untuk menjelajahi perasaan mereka lebih jauh. Seluruh percakapan dengan konselor akan dijaga kerahasiaannya dan tidak akan dibicarakan dengan orang tua murid.

Mendengar jawaban tersebut, Daniel memutuskan untuk tidak pernah lagi mengunjungi atau menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daniel Mananta Sebut Ada Sekolah Dukung LGBT, Padahal Begini Cara Tepat Hormati Kaum LGBT ala Ustaz Adi Hidayat

Daniel Mananta Sebut Ada Sekolah Dukung LGBT, Padahal Begini Cara Tepat Hormati Kaum LGBT ala Ustaz Adi Hidayat

News | Kamis, 03 Agustus 2023 | 19:37 WIB

Daniel Mananta Bersyukur Cerita Soal Sekolah Internasional Dukung LGBT Viral: Jangan Sampai Merusak Moral Anak

Daniel Mananta Bersyukur Cerita Soal Sekolah Internasional Dukung LGBT Viral: Jangan Sampai Merusak Moral Anak

Entertainment | Kamis, 03 Agustus 2023 | 17:46 WIB

Baca Bismillah saat Wudhu di Toilet Sah atau Tidak? Begini Penjelasan Sheikh Assim Al-Hakeem

Baca Bismillah saat Wudhu di Toilet Sah atau Tidak? Begini Penjelasan Sheikh Assim Al-Hakeem

Your Say | Kamis, 03 Agustus 2023 | 16:58 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×