Suara.com - Wali Kota Medan Bobby Nasution secara resmi mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan bakal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Dukungannya terhadap Prabowo-Gibran ini menuai pro dan kontra. Lantas bagaimana perjalanan karier politik Bobby Nasution?
Sebelumnya, Bobby menyatakan dukungannya bersama dengan Barisan Pengusaha Pejuang. Bobby menegaskan dirinya akan mendukung, memilih dan juga memenangkan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wapres periode 2024-2029.
"Kami Barisan Pengusaha Pejuang dengan ini menyatakan mendukung, memilih, dan memenangkan pasangan capres dan cawapres Prabowo-Gibran untuk menjadi presiden dan wapres tahun 2024-2029," kata Bobby, pada Rabu (8/11/2023).
Dukungan Bobby jelas bertolak belakang dengan arah dari partainya, PDI-P yang telah mendeklarasikan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam Pilpres 2024. Sejak terjun di dunia politik Bobby Nasution disokong oleh PDI-P dalam pemilihan kepala daerah Medan pada tahun 2020 dan menang.
Disorot karena sikapnya yang berpaling demi bela Prabowo-Gibran, seperti apa karier politik Bobby Nasution?
Perjalanan Karier Politik Bobby Nasution
Berikut ini lika-liku perjalanan karier politik Bobby Nasution:
1. Ikut dalam Pilkada Medan 2020
Bobby Nasution mulai banyak dikenal publik usai menikai putri Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu pada tahun 2017 lalu. Sebelum menikah dan terjun ke dunia politik, Bobby sebenarnya berlatar belakang sebagai seorang pengusaha.
Akan tetapi, suami Kahiyang ini memutuskan untuk terjun ke dunia politik menjelang Pilkada Kota Medan tahun 2020. Keputusannya tersebut dinilai mengikuti jejak sang mertua, Jokowi.
Bobby secara resmi mendaftarkan diri menjadi calon wali kota Medan dengan dukungan PDI-P pada awal bulan Desember 2019. Menurutnya, tidak ada campur tangan atau intervensi Jokowi dalam keputusannya terjun ke dunia politik tersebut.
Bukan hanya sebagai kader PDI-P, ayah dari tiga anak itu juga sempat menadaftarkan diri sebagai calon wali kota Medan melalui Partai Golkar. Namun Bobby lebih condong ke partai Golkar.
2. Tahun 2020 Menjadi Kader PD-IP
Pada bulan Maret 2020, Bobby resmi mengajukan diri menjadi kader PDI-P setelah ia mengisi formulir pendaftaran yang berlokasi di Kantor DPD PDI-P Sumatera Utara di Medan.
Bergabungnya Bobby ke PDI-P kala itu menyusul langkah kakak iparnya, Gibran Rakabuming Raka yang secara resmi maju Pilkada di Kota Solo. Bergabungnya Bobby dengan PDI-P ditandai dengan megumpulan berkas serta pemakaian atribut partai yang saat itu disaksikan oleh sejumlah pengurus DPD PDI-P Sumut. Adik ipar dari Gibran itu juga masuk sebagai salah satu kandidat calon wali kota terkuat dari PDI-P dalam Pilkada Medan tahun 2020.