3. Diusung PDI-P dalam Pilkada Medan
Tak lama setelah menjadi kader, PDI-P pun akhirnya resmi mengusung Bobby sebagai calon wali kota Medan didampingi oleh Aulia Rahman pada bulan Agustus 2020. Pengumuman itu disampaikan secara terbuka oleh Ketua DPP PDI-P Puan Maharani yang turut disaksikan oleh Ketua Umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri.
Secara resmi, pasangan ini diusung oleh PDI-P, PAN, Golkar, PSI, Gerindra, Nasdem, Hanura dan PPP. Adapun, koalisi partai pengusung pasangan Bobby-Aulia mempunyai 39 kursi di DPRD Kota Medan.
Berkat dukungan sejumlah koalisi, Bobby pun akhirnya sukses memenangkan Pilkada Medan tahun 2020 dengab mengalahkan pasangan petahana, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi.
4. Berpaling dari Partai yang Memenangkannya
Setelah sebelum sukses dengan PDI-P hingga memenangkan Pilkada Medan tahun 2020. Kini, Bobby digadang-gadang telah berpaling dari PDI-P yang sudah membesarkan namanya itu.
Dalam Pilpres 2024, Bobby mengarahkan dukungannya untuk kakak iparnya, yaitu pasangan Prabowo-Gibran. Keputusan Bobby yang bersembarangan ini pun menuai sorotan dari PDI-P. Bahkan, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto kembalu mengungkit "karpet merah" yang diberikan oleh PDI-P kepada menantu Jokowi ini.
"Karena komitmen terhadap masa depan Kota Medan, dan kita tahu sebelumnya ada sejumlah persoalan korupsi, maka kami berikan karpet merah kepada Mas Bobby," kata Hasto, yang dikutip pada Kamis (9/11/2023).
Hasto menyebut, Bobby kini sudah berubah dan dibutakan dengan kekuasaan. Oleh karena, Hasto meminta Bobby untuk mundur sebagai anggota PDI-P dan mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA).
Nah demikianlah perjalanan karier politik Bobby Nasution, berpaling dari PDIP demi dukunh Prabowo-Gibran. Semoga bermanfaat!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari