Viral Video Pria Robek Tas Hermes Gegara Dipaksa Bayar Pajak Rp 26 Juta, Netizen: Mau Cepat Kaya Kerja di Bea Cukai!

Riki Chandra

Kamis, 02 Mei 2024 | 15:04 WIB
Viral Video Pria Robek Tas Hermes Gegara Dipaksa Bayar Pajak Rp 26 Juta, Netizen: Mau Cepat Kaya Kerja di Bea Cukai!
Potongan video WNI sobek tas Hermes. [Dok.Istimewa]

Suara.com - Video seorang pria WNI merobek tas Hermes baru di depan petugas Bea Cukai, viral di media sosial (medsos). Aksi itu dilakukannya setelah berdebat tentang biaya pajak dengan petugas.

Pria tersebut ditagih pajak Rp 26 juta oleh petugas Bea Cukai karena membawa tas Hermes tersebut. Ia ketahuan membawa tas itu saat di pindai melalui X-ray.

"Tolak Bayar Pajak Pasangan Ini Pilih Robek Tas hermes Berharga Didepan Petugas. Emang Semahal itu yaaa pajaknya?" tulis akun media sosial X @Artic_monkey12, dikutip Kamis (2/5/2024).

BACA JUGA:
- Viral Sopir Angkot Bernapas Pakai Selang Oksigen, Publik Nangis: Tetap Berjuang Cari Nafkah!

- Dokter Richard Lee Bakal Diperiksa Polisi, Buntut Heboh Rekayasa Pencurian di Klinik Athena Padang

- Sindir Artis Kritik Politik Sepi Job, Ketua Demokrat Dirujak: Yang Makan Gaji dari Uang Rakyat Harus Dikritik

Dalam video yang dibagikan ulang itu, tampak petugas Bea Cukai menemukan tas Hermes beserta invoice-nya. Lalu, ia meminta agar si pria membayar pajak atas barang mewahnya tersebut.

Menurut petugas, tas Hermes yang dibawa oleh WNI tersebut telah melampaui batas pembebasan bea masuk. Pasalnya, harga tas Hermes itu mencapai 4 ribu Dolar AS atau sekitar Rp 64 juta.

"Nah ternyata ini kan ada invoice untuk tas ini ya seharga 36.800 Hongkong Dolar, kalau di kurs-in di USD jadi 4.000," kata petugas kepada pria tersebut.

Kemudian, si pria membantah harganya sebesar itu. Ia menegaskan bahwa harga tasnya cuma 1.000 Dolar AS atau sekitar Rp 16 juta. "Mbak saya belinya 1000 Dolar (AS) nih mbak," katanya.

Lantas, karena berdebat juga, ia pun mengatakan bahwa siapa yang mau beli tasnya itu 1000 Dolar AS. Lalu, ia seketika menyobek tas mahal tersebut.

Video tersebut langsung banjir komentar netizen. Banyak mereka memuji aksi sobek tas mahal itu ketimbang disita dan dibawa petugas Bea Cukai.

"Merusak demi tidak memberi makan para bajingan adalah tindakan yang paling tepat," kata @wangsa_raden.

"Bea cukai pajaknya berkali lipat dari harga barang," tulis @RepublikNetral.

"Salah satu ciri negara gagal: menerapkan pajak dalam segala hal," kata @BPanoeroto69794.

"Bea Cukai indo kenapa sih pajaknya pada mahal mahal bener? Harga tasnya aja ga nyampe harga pajaknya, pajaknya nyampe 4 kali lipat harga tas. Yang waras dong kalo ngasih pajak," katanya.

"Petugas pajak dalam hati : anjing ,bajingan,,kenapa di robek,,ini udah gue incer,,bangsat manusia jahanm,,ini udah jatah gue,,ya nggak bisa flexing donk bini gue,,padahal ini planing buat bini atau anak gue, fuck lah, besok cari mangsa lain," cuit @fadam1983.

"Boleh gak si beli seratus truk sampah tai tiap bulan dr luar negri trus karena ada pajak yg kaya tai jadi gausah di ambil soalnya emang tai, biar tainya disimpen sama djancukai terus terusan?" kata @eyedeathgod.

"Mau cepat kaya secara instan. Kerja lah di Bea Cukai. Jaminan mutu lebih cepat jadi Sultan di bea cukai," kata @JIVANYA6111.

"Kenapa gk direset aja ampe tuntas ini para petugas becuk sampe pimpinannya? Kek, hallo, udah 2 tahun berturut" ini kasus kok masih adem piyem aja," kata @Andika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Hashim Sebut Petugas Pajak & Bea Cukai Lemah, RI Seharusnya Surplus Anggaran Rp 900 T

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:53 WIB

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

Setelah Kantor PT Djarum, KPK Geledah 6 Perusahaan Afiliasi

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:39 WIB

KPK Geledah 6 Perusahaan Terafiliasi PT Djarum, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

KPK Geledah 6 Perusahaan Terafiliasi PT Djarum, Sita Dokumen dan Bukti Elektronik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:52 WIB

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

KPK Umumkan Dedi Congor Tersangka Baru di Kasus Bea Cukai

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 11:18 WIB

KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?

KPK Geledah Kantor Bea Cukai dan PT Djarum, Ada Kongkalikong Cukai Rokok?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 10:04 WIB

KPK Turun ke Kudus, Kantor Pusat Djarum Kena Geledah

KPK Turun ke Kudus, Kantor Pusat Djarum Kena Geledah

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:18 WIB

KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Bea Cukai, Kantor PT Djarum Ikut Digeledah

KPK Terbitkan Sprindik Baru Kasus Bea Cukai, Kantor PT Djarum Ikut Digeledah

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 15:28 WIB

Sergap Kapal di Belawan, Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin dan Amankan WNA

Sergap Kapal di Belawan, Tim Gabungan Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin dan Amankan WNA

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 08:28 WIB

Kasus Impor Barang Tiruan, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Dituntut hingga 11,5 Tahun

Kasus Impor Barang Tiruan, Tiga Eks Pejabat Bea Cukai Dituntut hingga 11,5 Tahun

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:55 WIB

Cukai MBDK Berlaku Tahun Depan, Kemenkeu Target Kantongi Penerimaan Rp 1,7 Triliun

Cukai MBDK Berlaku Tahun Depan, Kemenkeu Target Kantongi Penerimaan Rp 1,7 Triliun

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 20:41 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×