Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan: PT Mataram Paint Menjadi Model untuk Industri Ramah Lingkungan

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 17 Mei 2024 | 15:16 WIB
Mewujudkan Masa Depan Berkelanjutan: PT Mataram Paint Menjadi Model untuk Industri Ramah Lingkungan
Mataram Paint menjadi model untuk industri ramah lingkungan. (Dok: Mataram Paint)

Suara.com - Indonesia, sebagai salah satu market potensial di pasar cat, sedang mengalami revolusi. Industri ini, yang diproyeksikan mencapai angka fantastis 190,8 miliar Dolar AS secara global pada tahun 2028, mengambil langkah berani menuju masa depan yang lebih berkelanjutan. Tapi, mengapa berubah?

Faktor kunci yang dibutuhkan untuk membangun masa depan lebih hijau bersama industri cat ramah lingkungan. (Dok: Mataram Paint)
Faktor kunci yang dibutuhkan untuk membangun masa depan lebih hijau bersama industri cat ramah lingkungan. (Dok: Mataram Paint)

Meskipun cat mungkin terlihat tidak berbahaya dalam perannya menambah warna dalam kehidupan kita, proses produksi konvensional dapat membawa dampak lingkungan tersembunyi.  Syukurlah, kesadaran yang meningkat terhadap keberlanjutan mulai disadari pemerintah Indonesia, komunitas bisnis, serta beberapa lapisan konsumen.

Inisiatif Hijau Indonesia
Komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan terbukti dalam kebijakan pajak karbonnya. Tren global ini, ditambah dengan peraturan lingkungan yang diharapkan akan terlaksana secara ketat, mendorong industri cat untuk berinovasi.

Perusahaan-perusahaan terkemuka sedang menerapkan praktik ramah lingkungan, dengan PT Mataram Paint sebagai salah satu contoh utama.

PT Mataram Paint: Model untuk Keberlanjutan
Pabrik baru PT Mataram Paint dengan produk andalan cat kayu dan besi EMCO LUX hadir dengan canggih; tidak hanya menawarkan mesin ramah lingkungan yang mutakhir, tetapi juga rasio ruang hijau yang luar biasa sebesar 50%. Inilah gambaran masa depan produksi cat di Asia.

Pertimbangan Utama untuk Produksi Cat Berkelanjutan
Beralih ke praktik berkelanjutan membutuhkan perencanaan yang cermat.

Berikut adalah beberapa faktor kunci:

1.      Riset bahan baku cat alternatif yang ramah lingkungan.

2.     Meningkatkan teknologi mesin produksi untuk efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan.

baca juga

3.     Mengoptimalkan tata letak pabrik untuk meminimalkan limbah.

4.     Menerapkan praktik pengelolaan limbah yang terukur dan bertanggung jawab.

5.     Pelatihan menyeluruh kepada karyawan tentang praktik berkelanjutan.

6.    Membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan dan masyarakat sekitar.

Ilustrasi Produksi Cat Berkelanjutan. (Dok: Mataram Paint)
Regulasi lingkungan yang ketat dapat berdampak positif pada daya saing bisnis jika kebijakan tersebut mewajibkan efisiensi melalui inovasi teknologi. Sadarkan konsumen manfaat proses ini, sebab menjawab kebutuhan jangka panjang pelanggan ialah inti dari brand berkelanjutan.. (Dok: Mataram Paint)

Regulasi lingkungan yang ketat dapat berdampak positif pada daya saing bisnis jika kebijakan tersebut mewajibkan efisiensi melalui inovasi teknologi. Sadarkan konsumen manfaat proses ini, sebab menjawab kebutuhan jangka panjang pelanggan ialah inti dari brand berkelanjutan.

"Jangka waktu yang panjang sejak Perjanjian Paris 2016 memungkinkan industri produktif mengembangkan solusi inovatif demi keberlanjutan," jelas Dr. Lia Sidik, pakar Strategi Brand Berkelanjutan dan pendidik.

"Konsumen Indonesia juga menjadi lebih terinformasi, berkat kurikulum pendidikan yang menggabungkan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) bersama dengan inisiatif industri seperti Laporan Keberlanjutan dan tindakan CSR dan ESG terintegrasi. Sinergi ini menawarkan harapan untuk masa depan planet kita yang lebih hijau."

 Upaya Kolaborasi Global
Program industri ramah lingkungan yang dipelopori oleh WHO dan Program Lingkungan PBB menandakan komitmen global untuk masa depan yang lebih hijau. Industri cat Indonesia adalah contoh mikro dari gerakan yang lebih besar ini. Seiring dengan meningkatnya kesadaran dan regulasi yang berkembang, kuas cat mungkin akan menjadi alat untuk perubahan lingkungan yang positif.

Akankah cat ramah lingkungan menjadi tren? Bisakah seluruh industri cat benar-benar menerapkan praktik berkelanjutan? Hanya waktu yang akan menjawab, tetapi langkah awal dari Indonesia adalah tanda yang menjanjikan. Pelajari lebih lanjut tentang Aliansi Global Ramah Lingkungan dan lakukan bagian Anda dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penggunaan Kontruksi Modular Bisa Bikin Rumah Ramah Lingkungan

Penggunaan Kontruksi Modular Bisa Bikin Rumah Ramah Lingkungan

Bisnis | Jum'at, 17 Mei 2024 | 08:12 WIB

Ini Deretan Kebiasaan Buruk yang Merusak Cat Mobil Kesayangan, Waspada!

Ini Deretan Kebiasaan Buruk yang Merusak Cat Mobil Kesayangan, Waspada!

Otomotif | Kamis, 16 Mei 2024 | 19:38 WIB

Motor Listrik Susah Laku, Pemerintah Diharap Bisa Menjadi Contoh

Motor Listrik Susah Laku, Pemerintah Diharap Bisa Menjadi Contoh

Otomotif | Selasa, 14 Mei 2024 | 18:45 WIB

Tren Bisnis Pengelolaan Air Bersih Mulai Meningkat

Tren Bisnis Pengelolaan Air Bersih Mulai Meningkat

Bisnis | Sabtu, 11 Mei 2024 | 18:56 WIB

Poles Mobil Terlalu Sering, Emang Boleh? Awas Bisa Gini Efeknya

Poles Mobil Terlalu Sering, Emang Boleh? Awas Bisa Gini Efeknya

Otomotif | Sabtu, 11 Mei 2024 | 16:52 WIB

Cara Mudah Merawat Cat Doff Motor Agar Tak Berubah Glossy

Cara Mudah Merawat Cat Doff Motor Agar Tak Berubah Glossy

Otomotif | Rabu, 08 Mei 2024 | 16:05 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×