Cara Melatih Motorik Anak di Rumah dari Dokter Anak, Berikan Kesempatan Bergerak Aktif!

Riki Chandra Suara.Com
Selasa, 17 September 2024 | 19:29 WIB
Cara Melatih Motorik Anak di Rumah dari Dokter Anak, Berikan Kesempatan Bergerak Aktif!
Sejumlah anak dari berlatih sepeda tanpa pedal dalam semangat kemerdekaan. [Dok.Antara]

Suara.com - Stimulasi perkembangan motorik anak tidak harus selalu dilakukan melalui program mahal atau khusus. Melatih motorik anak dapat dilakukan optimal di rumah dengan memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya.

Hal itu dinyatakan oleh Sekretaris Unit Kerja Koordinasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, dr. Amanda Soebadi. Menurutnya, stimulasi motorik yang baik tidak harus rumit atau mewah.

"Bisa di rumah, berikan anak kesempatan untuk eksplorasi lingkungan," ujar Amanda, Selasa (17/9/2024).

Perkembangan motorik anak dapat diasah dengan mengajak anak bermain sesuai usianya, baik saat duduk maupun tengkurap.

Selain itu, Amanda menyarankan agar orang tua memberikan pengalaman sensoris yang beragam kepada anak. Hal ini bisa dilakukan melalui kegiatan sederhana di rumah tanpa memerlukan fasilitas khusus.

"Yang penting, anak diberi kesempatan untuk bergerak aktif," tambahnya.

Bagi orang tua yang ingin menggunakan baby gym, Amanda menjelaskan bahwa fasilitas ini adalah salah satu pilihan, namun tidak wajib.

"Jika orang tua mampu dan anak senang, silakan ikut program tersebut. Tetapi jika tidak, stimulasi di rumah sudah cukup," katanya.

Baby gym biasanya diikuti bayi berusia 6 bulan hingga 2 tahun, namun pada usia ini, anak cenderung lebih suka bermain sendiri daripada bermain bersama.

Amanda juga menekankan pentingnya memahami tahapan perkembangan motorik anak, agar orang tua dapat memberikan intervensi jika diperlukan. Motorik kasar, seperti kemampuan mengangkat kepala, tengkurap, duduk, merangkak, dan berjalan, merupakan beberapa indikator yang mudah diamati.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rata-rata bayi berusia 4 bulan sudah bisa mengangkat kepala sendiri, tengkurap tanpa bantuan pada usia 6 bulan, dan duduk sendiri pada usia 6-7 bulan.

Pada usia 7-8 bulan, bayi biasanya bisa berdiri sambil berpegangan pada benda sekitar. Kemudian, pada usia 9 bulan, anak mulai merangkak dan berjalan sambil berpegangan, hingga akhirnya berjalan sendiri pada usia 12-16 bulan. Jika ada keterlambatan, Amanda menyarankan orang tua untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis guna mendapatkan perawatan yang tepat. (antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI