Apa Hukum Makan Hewan Bertaring dalam Islam? Ini Penjelasannya

Riki Chandra

Rabu, 23 April 2025 | 17:48 WIB
Apa Hukum Makan Hewan Bertaring dalam Islam? Ini Penjelasannya
Ilustrasi halal dan haram. [Dok. Istimewa]

Suara.com - Dalam ajaran Islam, aturan mengenai makanan halal dan haram menjadi bagian penting dari ketaatan umat kepada Allah SWT. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah hewan bertaring haram dimakan seorang Muslim?

Mengutip ulasan di website Muhammadiyah, hewan bertaring jelas haram dikonsumsi dalam ajaran Islam. Hal ini dijelaskan dalam berbagai dalil sahih dari hadis dan Al-Quran.

Rasulullah SAW secara tegas melarang mengonsumsi hewan buas bertaring dan burung yang bercakar tajam.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:

"Dilarang memakan semua binatang buas yang bertaring, dan burung yang bercakar." (HR. Muslim dan al-Bukhari)

Para ulama menjelaskan bahwa hewan bertaring yang dimaksud adalah hewan pemangsa atau hewan yang biasa menyerang manusia, seperti singa, macan, serigala, hingga kucing dan kera.

Bahkan, ada pendapat yang menyebutkan bahwa gajah pun termasuk karena memiliki taring dan termasuk hewan yang berbahaya.

Tak hanya hadis, Al-Quran juga memberikan isyarat keharaman hewan-hewan buas ini. Dalam Surah Al-Maidah ayat 3 disebutkan:

"Diharamkan bagimu (hewan) yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih"

Ini menandakan bahwa hewan yang diterkam binatang buas, yang biasanya juga hewan bertaring, termasuk yang tidak boleh dikonsumsi.

Larangan ini sejalan dengan prinsip Islam untuk menjaga kesucian dan kesehatan, sebagaimana dalam Surah Al-A’raf ayat 157:

"Allah menghalalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan yang buruk."

Hewan bertaring umumnya memiliki sifat ganas, memakan daging mentah, bahkan bangkai, sehingga digolongkan ke dalam khaba’its atau sesuatu yang buruk dan najis. Atas dasar itu, umat Islam dianjurkan menjauhinya demi menjaga spiritualitas, kebersihan jiwa, dan kesehatan tubuh.

Memahami Halal dan Haram dalam Islam

Memahami perbedaan antara halal dan haram adalah hal mendasar bagi umat Islam. Tak hanya menyangkut makanan dan minuman, konsep ini juga merambah ke berbagai aspek kehidupan seperti cara berpakaian, mencari nafkah, hingga perilaku sehari-hari. Dalam ajaran Islam, segala sesuatu memiliki batas yang jelas antara yang dibolehkan dan yang dilarang.

Dalam bahasa Arab, halal berarti "diperbolehkan" atau "diizinkan", sedangkan haram berarti "terlarang" atau "diharamkan". Dua istilah ini merupakan bagian penting dalam hukum Islam dan menjadi panduan bagi umat Muslim dalam menjalankan kehidupan sesuai syariat.

Istilah halal paling sering digunakan dalam konteks makanan dan minuman. Makanan yang halal adalah yang diproses dan disajikan sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Contohnya termasuk daging dari hewan yang disembelih dengan menyebut nama Allah, sayuran, buah-buahan, dan bahan-bahan alami yang tidak mengandung unsur haram.

Namun, halal tak hanya terbatas pada makanan. Aktivitas seperti berdagang dengan jujur, bekerja dengan cara yang benar, berpakaian sopan, dan menjalankan ibadah juga merupakan bagian dari kehidupan yang halal jika dilakukan sesuai aturan agama.

Oleh karena itu, mengetahui batasan ini sangat penting untuk memastikan setiap aspek kehidupan tidak menyimpang dari ketentuan Islam.

Di sisi lain, haram mencakup segala sesuatu yang dilarang dalam Islam. Melakukan perbuatan yang termasuk dalam kategori haram diyakini akan membawa dosa dan ancaman siksa di akhirat. Contoh haram paling umum adalah konsumsi daging babi, minuman keras (khamr), bangkai, darah, serta tindakan yang dilarang seperti mencuri, berjudi, atau korupsi.

Menurut fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), pelanggaran terhadap hal-hal yang sudah jelas keharamannya tidak bisa ditoleransi. Oleh sebab itu, edukasi mengenai halal dan haram perlu terus digencarkan agar umat Islam bisa menjaga kemurnian akidah dan amalnya.

Selain halal dan haram, ada pula istilah syubhat, yakni sesuatu yang belum jelas hukumnya. Hal-hal syubhat membutuhkan kajian lebih dalam dari para ulama dan ahli fiqih untuk memastikan apakah sesuatu itu termasuk halal atau haram. Contohnya adalah makanan kemasan yang belum memiliki sertifikasi halal atau bisnis yang dijalankan dengan sistem keuangan yang belum transparan.

Dalam hadis Nabi Muhammad SAW disebutkan bahwa meninggalkan yang syubhat merupakan tindakan hati-hati yang dianjurkan untuk menjaga kesucian ibadah dan akhlak. Masyarakat pun didorong untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan, produk, dan aktivitas sehari-hari yang belum memiliki kejelasan hukum.

Dengan memahami perbedaan halal dan haram, umat Islam bisa menjalani hidup yang lebih tenang, terarah, dan sesuai dengan ajaran agama. Konsep ini tidak hanya membatasi, tetapi juga menjadi pedoman moral yang melindungi umat dari perbuatan tercela.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hukum Membekukan Sel Telur dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasannya

Hukum Membekukan Sel Telur dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasannya

Lifestyle | Senin, 25 Mei 2026 | 18:39 WIB

Emir Mahira Cari Jawaban soal Aturan Pukul Istri ke Quraish Shihab

Emir Mahira Cari Jawaban soal Aturan Pukul Istri ke Quraish Shihab

Entertainment | Kamis, 12 Maret 2026 | 06:30 WIB

Bolehkah Muslim Menerima Hampers Imlek? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Islam

Bolehkah Muslim Menerima Hampers Imlek? Ini Penjelasan Hukumnya Menurut Islam

Lifestyle | Senin, 16 Februari 2026 | 20:35 WIB

Bolehkah Ibu Hamil Ziarah Kubur? Ini Menurut Hukum Islam dan Kacamata Medis

Bolehkah Ibu Hamil Ziarah Kubur? Ini Menurut Hukum Islam dan Kacamata Medis

Lifestyle | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:56 WIB

Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Ini Menurut Hukum Islam

Apakah Menangis Membatalkan Puasa? Ini Menurut Hukum Islam

Lifestyle | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:35 WIB

Hukum Mengucapkan Selamat Natal dari Muslim, Ini Penjelasan Para Ulama

Hukum Mengucapkan Selamat Natal dari Muslim, Ini Penjelasan Para Ulama

Lifestyle | Kamis, 25 Desember 2025 | 11:48 WIB

Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?

Hukum Mewarnai Rambut dalam Islam, Apakah Boleh Menurut Ulama dan Fiqih?

Religi | Senin, 17 November 2025 | 12:52 WIB

Sikap Andre Taulany Bikin Erin Muak, Ini Hukum Bongkar Aib Pasangan di Proses Cerai

Sikap Andre Taulany Bikin Erin Muak, Ini Hukum Bongkar Aib Pasangan di Proses Cerai

Lifestyle | Senin, 20 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Ayah Ojak Pamer Perhiasan, Emang Boleh Laki-Laki Memakai Emas? Ini Peringatan Keras Buya Yahya

Ayah Ojak Pamer Perhiasan, Emang Boleh Laki-Laki Memakai Emas? Ini Peringatan Keras Buya Yahya

Lifestyle | Selasa, 30 September 2025 | 11:37 WIB

Hukum Mengonsumsi Ikan Hiu Menurut Islam usai Geger Keracunan MBG, Halal atau Haram?

Hukum Mengonsumsi Ikan Hiu Menurut Islam usai Geger Keracunan MBG, Halal atau Haram?

Lifestyle | Kamis, 25 September 2025 | 15:35 WIB

Terkini

Koleksi Terbatas BRIZZI x Arkiv Wajib Dimiliki Kolektor

Koleksi Terbatas BRIZZI x Arkiv Wajib Dimiliki Kolektor

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 15:31 WIB

94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, DPR Desak Audit Besar-besaran

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:29 WIB

Nabung Rp200 Ribu, Bisa Dapat Cashback Spesial dari BRI, Begini Caranya

Nabung Rp200 Ribu, Bisa Dapat Cashback Spesial dari BRI, Begini Caranya

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 15:27 WIB

Pakar UGM Buka Suara Soal Bakteri 'Tahan Panas' di Kasus Keracunan MBG

Pakar UGM Buka Suara Soal Bakteri 'Tahan Panas' di Kasus Keracunan MBG

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:26 WIB

Sensai Berkendara Mobil Listrik Toyota bZ4X Touring saat Harus Melibas Jalur Off-Road

Sensai Berkendara Mobil Listrik Toyota bZ4X Touring saat Harus Melibas Jalur Off-Road

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 15:25 WIB

Kemesraan Prabowo-Pramono di Peresmian LRT, Gerindra: Pintu Kerja Sama untuk 2029 Terbuka Lebar!

Kemesraan Prabowo-Pramono di Peresmian LRT, Gerindra: Pintu Kerja Sama untuk 2029 Terbuka Lebar!

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:25 WIB

Udara Palembang Hari Ini Berbahaya, PM2.5 Sempat Tembus 681,6 g/m

Udara Palembang Hari Ini Berbahaya, PM2.5 Sempat Tembus 681,6 g/m

Sumsel | Kamis, 17 September 2026 | 15:24 WIB

Promo Mie Gacoan dari BRI, Berlaku Selama Oktober 2026

Promo Mie Gacoan dari BRI, Berlaku Selama Oktober 2026

Bri | Kamis, 17 September 2026 | 15:24 WIB

Cari Kerja Tanpa Orang Dalam? Pemprov Jateng Buka 3.000 Lowongan di Job Fair MTQ Nasional

Cari Kerja Tanpa Orang Dalam? Pemprov Jateng Buka 3.000 Lowongan di Job Fair MTQ Nasional

Jawa Tengah | Kamis, 17 September 2026 | 15:21 WIB

Pigai Duga Ada 'Penasihat' di Balik Aksi OPM yang Targetkan Warga Sipil

Pigai Duga Ada 'Penasihat' di Balik Aksi OPM yang Targetkan Warga Sipil

News | Kamis, 17 September 2026 | 15:19 WIB

×