7 Ciri Diabetes yang Bisa Terdeteksi Lewat Mata, Wajib Tahu!

Agatha Vidya Nariswari, Dita Alvinasari

Kamis, 08 Mei 2025 | 18:23 WIB
7 Ciri Diabetes yang Bisa Terdeteksi Lewat Mata, Wajib Tahu!
Ilustrasi diabetes (pexels.com/PhotoMIX Company)

Suara.com - Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai oleh meningkatnya kadar gula darah. Bila tidak mendapat penanganan yang sesuai, kondisi ini berpotensi memicu komplikasi.

Salah satu risiko serius akibat meningkatnya kadar gula darah adalah munculnya gangguan penglihatan yang dikenal dengan istilah retinopati diabetik (diabetic retinopathy).

Dikutip dari laman National Health Service (NHS), retinopati diabetik adalah komplikasi diabetes yang disebabkan kadar gula darah tinggi yang merusak retina mata.

Di fase awal, retinopati diabetik biasanya tidak menunjukkan gejala berarti. Namun, jika tidak segera ditangani, kondisi bisa memburuk dan menyebabkan kebutaan.

Siapa pun yang mengindap diabetes  berisiko mengalami retinopati diabetik. Risiko ini bisa meningkat bila seseorang telah menderita diabetes dalam waktu yang lama.

Kemudian kadar gula darah terus naik, mengalami tekanan darah tinggi, memiliki kadar kolesterol yang tinggi, sedang hamil, dan berasal dari etnis Asia atau Afro-Karibia.

Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)
Ilustrasi diabetes. (Shutterstock)

Lebih lanjut, dikutip dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), retinopati diabetik terbagi menjadi dua tahap, yaitu tahap awal dan tahap lanjut.

Tahap awal  atau nonproliferative dari retinopati diabetik ditandai dengan pembuluh darah retina melemah dan tonjolan, membentuk kantong kecil yang dapat bocor.

Kebocoran pada kantong kecil ini dapat menyebabkan bagian dari retina yang disebut makula membengkak dan mendistorsi penglihatan.

baca juga

Pembengkakan ini dikenal sebagai edema makula dan merupakan penyebab paling umum kebutaan pada orang dengan retinopati diabetik.

Sementara itu, tahap lanjut atau proliferasi retinopati diabetik terjadi ketika pada retina mulai tumbuh pembuluh darah baru yang sering rapuh dan berdarah.

Dengan pendarahan ringan, akan muncul beberapa bintik gelap yang mengapung dalam penglihatan. Jika ada banyak pendarahan, penglihatan mungkin benar-benar diblokir.

Ilustrasi mata bintitan (Freepik/user18526052)
Ilustrasi sakit mata (Freepik/user18526052)

Beberapa tanda retinopati diabetik di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Penglihatan memburuk secara bertahap
  2. Kehilangan penglihatan secara tiba-tiba
  3. Bentuk mengambang di bidang visi mata atau bintik-bintik mengambang (floaters)
  4. Penglihatan kabur
  5. Nyeri mata atau kemerahan
  6. Kesulitan melihat dalam gelap
  7. Kesulitan melihat warna

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko terkena retinopati diabetik, yaitu menjaga kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol tetap stabil.

Lalu mengonsumsi obat diabetes sesuai petunjuk dokter, rutin mengikuti jadwal pemeriksaan mata yang telah ditentukan, segera konsultasi ke dokter bila mengalami gejala awal.

Tak lupa menerapkan gaya hidup sehat, seperti menjaga berat badan ideal, makan makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan berhenti merokok.

Selanjutnya, retinopati diabetik biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus kecuali jika ada gangguan serius yang berisiko mengganggu penglihatan.

Jika kondisinya masih ringan, pengelolaan diabetes seperti yang telah dijelaskan sebelumnya sangat dianjurkan untuk mencegah kondisi memburuk.

Ilustrasi pengecekan gula darah. [Ist]
Ilustrasi pengecekan gula darah. [Ist]

Sementara itu, untuk kasus retinopati diabetik yang sudah lebih lanjut, beberapa metode pengobatan yang umum dilakukan dengan beberapa tindakan meliputi:

  1. Terapi laser: bertujuan memperbaiki atau menutup pembuluh darah kecil di retina yang mengalami kerusakan.
  2. Penyuntikan obat ke dalam bola mata: dilakukan untuk meredakan pembengkakan dan menghentikan pertumbuhan pembuluh darah baru yang tidak normal.
  3. Vitrektomi: prosedur pembedahan yang dilakukan untuk mengangkat jaringan parut atau darah yang mengganggu penglihatan dari bagian dalam mata.

Setiap orang dengan diabetes yang berusia 12 tahun ke atas dianjurkan untuk menjalani skrining mata secara rutin. Frekuensi skrining tergantung pada hasil dua tes terakhir.

Apabila dua pemeriksaan sebelumnya tidak menunjukkan tanda-tanda retinopati diabetik, maka pemeriksaan mata berikutnya akan dijadwalkan setiap dua tahun sekali

Beberapa alasan penting kenapa skrining perlu dilakukan untuk pengidap diabetes, yaitu karena retinopati diabetik biasanya tidak menunjukkan gejala pada tahap awal.

Skrining juga mampu mendeteksi masalah pada mata. Jika gangguan terdeteksi sejak dini, pengobatan bisa membantu mencegah atau memperlambat hilangnya penglihatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Revolusi Tes Diabetes: HbA1c Berbasis Point of Care, Lebih Cepat dan Efisien!

Revolusi Tes Diabetes: HbA1c Berbasis Point of Care, Lebih Cepat dan Efisien!

Health | Senin, 05 Mei 2025 | 15:51 WIB

7 Tanaman Obat untuk Diabetes Tipe 2 yang Terbukti Ampuh Menurut Riset Kesehatan

7 Tanaman Obat untuk Diabetes Tipe 2 yang Terbukti Ampuh Menurut Riset Kesehatan

Health | Kamis, 17 April 2025 | 12:59 WIB

Fakta Mengejutkan Efek Samping Pare untuk Diabetes yang Jarang Diketahui

Fakta Mengejutkan Efek Samping Pare untuk Diabetes yang Jarang Diketahui

Health | Kamis, 17 April 2025 | 12:45 WIB

Tak Cuma Gula, Nasi dan Tepung Juga Biang Keladi Diabetes? Ini Penjelasan Dokter

Tak Cuma Gula, Nasi dan Tepung Juga Biang Keladi Diabetes? Ini Penjelasan Dokter

Health | Senin, 14 April 2025 | 20:47 WIB

Penderita Diabetes Wajib Tahu! 8 Buah Ini Cocok Dikonsumsi

Penderita Diabetes Wajib Tahu! 8 Buah Ini Cocok Dikonsumsi

Lifestyle | Rabu, 09 April 2025 | 18:29 WIB

Wajib Tahu, Ini Tips Aman Puasa Bagi Penderita Diabetes

Wajib Tahu, Ini Tips Aman Puasa Bagi Penderita Diabetes

Health | Rabu, 19 Maret 2025 | 16:06 WIB

Terkini

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

×