Tak Hanya Lindungi dari Bencana, Investasi yang Beradaptasi Iklim Juga Menguntungkan

Bimo Aria Fundrika

Senin, 09 Juni 2025 | 15:15 WIB
Tak Hanya Lindungi dari Bencana, Investasi yang Beradaptasi Iklim Juga Menguntungkan
Ilustrasi investasi berdampak. (istimewa)

Suara.com - Sebuah studi terbaru dari World Resources Institute (WRI) menyodorkan temuan yang bisa mengubah cara memandang adaptasi iklim.

Dengan melihat data dan hitungan ekonomi, laporan ini menunjukkan bahwa investasi untuk ketahanan bukan cuma buat jaga-jaga dari bencana, tapi juga langkah cerdas yang bisa bikin untung secara keuangan dan bermanfaat buat masyarakat.

Penelitian ini mencermati 320 proyek adaptasi dan ketahanan iklim di 12 negara. Total nilai investasi: $133 miliar atau sekitar Rp2.128 triliun. Tapi potensi manfaatnya jauh lebih besar.

Laporan ini memperkirakan nilai keuntungan mencapai lebih dari $1,4 triliun, setara dengan Rp22.400 triliun, dalam waktu sepuluh tahun. Rata-rata tingkat keuntungan mencapai 27 persen.

Ilustrasi (pixabay)
Ilustrasi (pixabay)

Tidak semua keuntungan bersifat jangka panjang. Beberapa langsung terasa. Contohnya, sistem peringatan dini yang mampu menyelamatkan nyawa dan infrastruktur.

Investasi di sektor kesehatan bahkan bisa mencetak keuntungan hingga 78 persen, sebagian besar berasal dari pencegahan dampak buruk iklim terhadap kesehatan masyarakat.

WRI menggarisbawahi bahwa manfaat dari investasi adaptasi terbagi dalam tiga kerugian yang dapat dihindari, keuntungan ekonomi, dan manfaat sosial/lingkungan.

Sayangnya, hanya 8 persen dari keseluruhan proyek yang benar-benar menghitung ketiga aspek tersebut. Artinya, banyak potensi kebaikan yang belum tercatat secara sistematis.

Namun, hasil yang berhasil diukur saja sudah cukup mencengangkan. Tidak semua manfaat muncul saat terjadi bencana. Faktanya, lebih dari setengah dari seluruh keuntungan muncul dalam kondisi normal. Ini menegaskan bahwa adaptasi iklim adalah fondasi pembangunan yang kokoh, bukan hanya pelampung saat krisis.

baca juga

Misalnya, sistem irigasi yang dibangun untuk kekeringan juga memperluas produktivitas pertanian di musim normal. Pusat evakuasi yang dirancang untuk badai bisa menjadi balai komunitas. Solusi berbasis alam bahkan menghasilkan nilai tambahan berupa ekosistem yang sehat dan ruang rekreasi.

Temuan ini memperkuat gagasan bahwa pembangunan dan adaptasi iklim tidak harus bertolak belakang. Justru sebaliknya, keduanya saling memperkuat. Hampir separuh proyek yang dianalisis juga berkontribusi pada pengurangan emisi gas rumah kaca. Dengan kata lain, investasi adaptasi juga bisa berfungsi sebagai mitigasi.

Peneliti Senior WRIF, Carter Brandon, menekankan bahwa,  “Salah satu temuan kami yang paling mencolok adalah bahwa proyek adaptasi tidak hanya membuahkan hasil saat bencana terjadi – proyek tersebut menghasilkan nilai setiap hari melalui lebih banyak lapangan pekerjaan, kesehatan yang lebih baik, dan ekonomi lokal yang lebih kuat.

"Ini perubahan cara pikir yang penting: pembuat kebijakan nggak perlu nunggu bencana dulu untuk mulai membangun ketahanan. Ketahanan itu bagian dari pembangunan yang pintar dan bermanfaat setiap hari."

Untuk itu, WRI mendorong pemerintah agar tidak melihat adaptasi hanya sebagai biaya, tetapi sebagai peluang ekonomi. Ketahanan perlu ditanamkan dalam strategi pembangunan nasional. Bukan sebagai tambahan, melainkan sebagai bagian inti.

Agar dampaknya dapat dilacak, WRI juga menyerukan pengukuran dan pelaporan yang terstandardisasi atas hasil investasi adaptasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti Peringatkan Pengasaman Laut Lebih Cepat dari Perkiraan, Mengapa Kita Harus Khawatir?

Peneliti Peringatkan Pengasaman Laut Lebih Cepat dari Perkiraan, Mengapa Kita Harus Khawatir?

News | Senin, 09 Juni 2025 | 12:10 WIB

Pluang Ekspansi ke Kawasan Asia Tenggara Lewat Sandbox SEC di Filipina

Pluang Ekspansi ke Kawasan Asia Tenggara Lewat Sandbox SEC di Filipina

Bisnis | Jum'at, 06 Juni 2025 | 13:26 WIB

Solusi Energi Berkelanjutan dari Mahasiswa MIT D-Lab untuk Tantangan Iklim Global

Solusi Energi Berkelanjutan dari Mahasiswa MIT D-Lab untuk Tantangan Iklim Global

News | Jum'at, 06 Juni 2025 | 11:13 WIB

Terkini

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:56 WIB

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:16 WIB

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:06 WIB

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:39 WIB

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:11 WIB

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!

Video | Minggu, 09 Agustus 2026 | 21:05 WIB

×