Warga Jaga Warga: Pesan Inspiratif Raden Dymasius Yusuf Sitepu di Tengah Gejolak Demo

Vania Rossa Suara.Com
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 15:10 WIB
Warga Jaga Warga: Pesan Inspiratif Raden Dymasius Yusuf Sitepu di Tengah Gejolak Demo
Raden Dymasius Yusuf Sitepu. (Instagram)

Suara.com - Jakarta belakangan dipenuhi kabar yang bikin hati campur aduk. Demo besar di depan Gedung DPR akhir Agustus 2025 awalnya berjalan damai dengan ribuan massa turun ke jalan. Mahasiswa, buruh, pelajar, hingga para pengemudi ojek online bersatu menyuarakan keresahan mereka. Sayangnya, suasana berubah ricuh hingga menelan korban jiwa dan memunculkan luka sosial.

Di balik hiruk-pikuk itu, muncul sosok Raden Dymasius Yusuf Sitepu yang mengingatkan publik akan satu hal penting: jangan sampai energi rakyat justru terseret ke jurang perpecahan.

Dari Jalan Hidup yang Penuh Perjuangan

Dymasius bukan datang dari keluarga berada. Ia tumbuh di Pejompongan, Jakarta, merasakan betul apa itu perjuangan ekonomi sehari-hari. Dari pengalaman susah, ia paham bagaimana kerasnya hidup bisa membuat orang terpecah atau malah saling menguatkan.

Kini, setelah menempuh pendidikan di National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU), ia tetap menegaskan satu nilai: persatuan di tengah keberagaman.

Jangan Terjebak Taktik Pecah Belah

Melihat demo yang sempat ricuh, Dymasius mengaku bangga dengan kepedulian rakyat tapi prihatin ketika muncul aksi pembakaran, penjarahan, bahkan isu pengkambinghitaman etnis tertentu. Baginya, hal itu mengingatkan pada taktik lama “divide et impera” alias politik pecah belah.

“Indonesia sudah jauh lebih pintar. Jangan biarkan tragedi 1998 terulang. Kita harus kembali pada semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya penuh semangat.

Warga Jaga Warga, Kekuatan Sesungguhnya

Baca Juga: Jakarta Membara Ditinggal Plesiran? DPR Salahkan Travel Agent soal Jadwal 'Nonton Sydney Marathon'

Bagi Dymasius, konsep sederhana seperti warga jaga warga adalah kunci. Bahwa solidaritas, saling peduli, dan menjaga satu sama lain bisa menjadi fondasi perubahan positif. Ia percaya energi rakyat lebih berharga jika diarahkan untuk membangun, bukan meruntuhkan.

Lewat platform pribadinya, Dymasius bahkan membuka ruang komunikasi. “Kalau melihat ketidakadilan, sampaikan ke saya lewat website atau TikTok. Mari kita jaga sesama,” pesannya.

Di era digital, ketika informasi cepat tersebar dan emosi gampang meledak, pesan Dymasius terasa makin relevan. Ia mengingatkan bahwa perubahan sejati lahir dari kebersamaan, bukan saling menyalahkan. Dari cerita hidupnya, kita belajar: jadi kuat itu bukan berarti sendiri, tapi berani menjaga orang lain juga.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI

Ingin dapat update berita terbaru langsung di browser Anda?