Viral Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas, Berapa Uang Saku LPDP Luar Negeri?

Nur Khotimah | Suara.com

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:41 WIB
Viral Kontroversi Dwi Sasetyaningtyas, Berapa Uang Saku LPDP Luar Negeri?
Viral Penerima LPDP ini Terharu Anaknya Jadi WNA (x.com/@blaugrana1O)

Suara.com - Nama Dwi Sasetyaningtyas kini menjadi sorotan di berbagai platform media sosial. Alumni penerima beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) yang akrab disapa Tyas itu menjadi sorotan usai video pernyataannya tentang kewarganegaraan anaknya viral dan menuai pro-kontra.

Dalam video yang beredar di platform X (dulu Twitter), Tyas sempat berkata, "Aku tahu dunia terlihat enggak adil, tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan."

Kalimat itu memicu reaksi keras dari warganet, terutama karena Tyas merupakan penerima beasiswa negara yang dananya bersumber dari uang publik.

Sejak saat itu, perhatian publik tak hanya tertuju pada pernyataannya, tapi juga pada satu pertanyaan besar: sebenarnya berapa uang saku LPDP luar negeri yang diterima penerima beasiswa LPDP seperti Tyas? Simak penjelasan berikut ini.

Rincian Uang Saku LPDP Luar Negeri

Viral Penerima LPDP ini Terharu Anaknya Jadi WNA (x.com/@blaugrana1O)
Viral Penerima LPDP ini Terharu Anaknya Jadi WNA (x.com/@blaugrana1O)

Dalam skema pendanaan LPDP, komponen biaya tidak hanya mencakup uang kuliah (tuition fee) yang dibayarkan langsung ke universitas, tetapi juga berbagai tunjangan penunjang studi.

Salah satu komponen yang paling sering dibahas adalah living allowance atau uang saku bulanan.

Berdasarkan dokumen komponen pendanaan LPDP versi November 2023, besaran living allowance berbeda-beda tergantung negara dan kota tujuan studi.

Untuk Inggris, rinciannya adalah:

  • London & Oxford: 1.600 Pound Sterling per bulan
  • Kota seperti Birmingham, Bristol, Cambridge, Glasgow: 1.300 Pound Sterling per bulan
  • Kota lainnya: 1.250 Pound Sterling per bulan

Jika dikonversikan ke rupiah, angka 1.600 Pound Sterling setara kurang lebih Rp30–31 juta per bulan (tergantung kurs).

Selain itu, penerima beasiswa juga menerima:

  • Settlement allowance sebesar 200% dari living allowance (dibayarkan sekali saat kedatangan).
  • Tunjangan keluarga sebesar 25% dari living allowance per tanggungan (maksimal dua tanggungan).
  • Tunjangan buku Rp10 juta per tahun.
  • Dana riset tesis maksimal Rp50 juta (S2) dan disertasi maksimal Rp150 juta (S3).
  • Asuransi kesehatan hingga Rp29 juta per tahun.
  • Biaya visa, transportasi, dan registrasi sesuai kebutuhan (at cost).

Artinya, total dana yang dikelola selama masa studi bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, tergantung jenjang dan durasi studi.

Studi Tyas di Belanda dan Inggris

Sebelum isu terbaru mencuat, Dwi Sasetyaningtyas merupakan penerima beasiswa LPDP angkatan PK-35 yang menempuh studi S2 di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda, pada 2015–2017.

Untuk Belanda, living allowance LPDP tercatat sebesar 1.500 Euro per bulan. Dengan durasi studi dua tahun, belum termasuk tuition fee dan tunjangan lain, total dana pendidikan yang dikelola tentu bernilai signifikan.

Sementara itu suaminya, Arya Iwantoro (AP), diketahui menempuh studi S3 di Inggris dengan skema LPDP. Jika merujuk komponen Inggris, living allowance bisa mencapai 1.600 Pound Sterling per bulan, ditambah tunjangan keluarga dan fasilitas lainnya.

Isu berkembang ketika muncul kabar bahwa AP berpotensi diminta mengembalikan dana beasiswa dengan estimasi mencapai Rp2,64 miliar.

LPDP disebut akan melakukan klarifikasi terkait dugaan belum terpenuhinya kewajiban kontribusi di Indonesia pascastudi.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Dwi Sasetyaningtyas, Penerima LPDP yang Terharu Anaknya Jadi WNA
Dwi Sasetyaningtyas, Penerima LPDP yang Terharu Anaknya Jadi WNA

Menanggapi polemik yang meluas, Tyas akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Dia menegaskan bahwa pernyataannya lahir dari rasa lelah dan kekecewaan terhadap kondisi kebijakan bukan bentuk penolakan terhadap Indonesia.

"Jujur, kalau aku memang capek jadi WNI. Tapi sebagai penerima beasiswa uang rakyat, sudah seharusnya aku menyuarakan kepentingan rakyat," tulisnya di Instagram pribadi.

Tyas juga menekankan bahwa dirinya tetap berstatus WNI dan membayar pajak di Indonesia. Dia mengaku telah menetap di Indonesia selama enam tahun setelah lulus untuk menjalankan kewajiban kontribusi.

Rekam Jejak dan Aktivitas Sosial

Secara akademik, Tyas adalah lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung sebelum melanjutkan studi energi berkelanjutan di Belanda.

Selama di Indonesia, dia mengklaim aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan, mulai dari pengembangan energi surya gratis di Pulau Sumba, pengelolaan sampah plastik melalui platform Kawan Kompos, hingga inisiatif penanaman 10 ribu pohon bakau.

Menurut pengakuan Tyas, keberangkatannya ke Inggris bukan untuk studi LPDP melainkan mendampingi suami yang bekerja sebagai konsultan peneliti senior di University of Plymouth.

Anak keduanya lahir di Inggris dan memiliki hak dua kewarganegaraan sesuai hukum yang berlaku.

Kontributor : Trias Rohmadoni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Belajar dari Kasus Flexing DS, Simak Syarat dan Batasan Alumni LPDP Tinggal di Luar Negeri

Belajar dari Kasus Flexing DS, Simak Syarat dan Batasan Alumni LPDP Tinggal di Luar Negeri

Lifestyle | Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:16 WIB

8 Fakta Alumni LPDP Pamer Paspor Inggris Anak: dari Flexing hingga Minta Maaf

8 Fakta Alumni LPDP Pamer Paspor Inggris Anak: dari Flexing hingga Minta Maaf

Lifestyle | Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:00 WIB

Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian

Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian

Entertainment | Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:55 WIB

Terkini

Siap-Siap Kaya, 7 Shio Ini Mendadak Banjir Rejeki Tanpa Diduga pada Bulan Mei 2026

Siap-Siap Kaya, 7 Shio Ini Mendadak Banjir Rejeki Tanpa Diduga pada Bulan Mei 2026

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35 WIB

6 Shio Paling Beruntung dan Berlimpah Cuan Pada 14 Mei 2026

6 Shio Paling Beruntung dan Berlimpah Cuan Pada 14 Mei 2026

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:07 WIB

5 Skincare Laneige untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bisa Lawan Keriput hingga Garis Halus

5 Skincare Laneige untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bisa Lawan Keriput hingga Garis Halus

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:50 WIB

Di Tengah Krisis Ikim, Mahasiswa Engineering Didorong Hadirkan Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Di Tengah Krisis Ikim, Mahasiswa Engineering Didorong Hadirkan Solusi Lingkungan Berkelanjutan

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:04 WIB

Pendidikan Aksa Uyun, Anak Soimah yang Sudah Jadi Direktur di Usia Muda

Pendidikan Aksa Uyun, Anak Soimah yang Sudah Jadi Direktur di Usia Muda

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:47 WIB

5 Fakta Celyna Grace Finalis Indonesian Idol 2026, Dijuluki The Next Rossa

5 Fakta Celyna Grace Finalis Indonesian Idol 2026, Dijuluki The Next Rossa

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:20 WIB

6 Compact Powder Murah tapi Bagus untuk Usia 40an, Wajah Nampak Halus Bebas Kilap

6 Compact Powder Murah tapi Bagus untuk Usia 40an, Wajah Nampak Halus Bebas Kilap

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:17 WIB

5 Rekomendasi Cushion Lokal Alternatif Cushion YSL, Makeup Awet dan Harga Terjangkau

5 Rekomendasi Cushion Lokal Alternatif Cushion YSL, Makeup Awet dan Harga Terjangkau

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:14 WIB

Harta Kekayaan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Ayah Bupati Bintan Roby Kurniawan

Harta Kekayaan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Ayah Bupati Bintan Roby Kurniawan

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:10 WIB

9 Potret Fasilitas Pendopo Tulungo Milik Soimah, Harga Sewanya Segini?

9 Potret Fasilitas Pendopo Tulungo Milik Soimah, Harga Sewanya Segini?

Lifestyle | Rabu, 13 Mei 2026 | 15:46 WIB