Suara.com - Untuk meningkatkan kepemimpinan berintegritas, kecerdasan adaptif, serta pemanfaatan teknologi di era digital, RICMA Camp 2026 menghadirkan sesi inspiring talk bersama Sandiaga Uno. Ratusan peserta muda tersebut, Sandiaga mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan amanah.
Sandiaga menegaskan bahwa kesuksesan tidak mungkin diraih tanpa kecerdasan. Namun, kecerdasan yang dimaksud bukan semata-mata nilai akademik, melainkan kemampuan membaca situasi, beradaptasi dengan perubahan, serta menghadirkan solusi yang relevan dan berdampak.
Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), sebagai alat untuk memperluas peluang dan mempercepat inovasi. Ia juga mencontohkan bagaimana teknologi seperti hologram dan AI dapat dimanfaatkan dalam event berskala besar untuk menghadirkan pengalaman yang inspiratif dan berkesan.
Sandiaga menekankan bahwa kepemimpinan sejati terlihat dari cara seseorang merespons tantangan. Seorang pemimpin, menurutnya, tidak larut dalam keluhan, tetapi hadir dengan ketenangan, keberanian, dan kreativitas dalam mencari jalan keluar. Sikap solutif inilah yang akan membedakan pemimpin biasa dengan pemimpin yang berdampak nyata.
Poin penting lain yang menjadi sorotan adalah integritas. Sandiaga menyampaikan bahwa modal utama dalam kepemimpinan maupun kewirausahaan bukanlah sekadar modal finansial, melainkan kepercayaan (trust). Tanpa integritas, reputasi dapat runtuh dan kepercayaan publik akan hilang. Ia mengingatkan bahwa reputasi dibangun melalui konsistensi, transparansi, dan akuntabilitas, nilai-nilai yang menjadi fondasi organisasi dan bisnis yang berkelanjutan.
Ketua Pelaksana RICMA Camp 2026, Revanza, menyampaikan bahwa kehadiran Sandiaga Uno menjadi momentum penting bagi peserta untuk mendapatkan perspektif kepemimpinan yang relevan dengan tantangan zaman.
“RICMA Camp bukan hanya kegiatan pesantren kilat, tetapi ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan. Kami ingin peserta tidak hanya semangat secara spiritual, tetapi juga siap menghadapi dunia nyata dengan integritas, kecerdasan, dan kemampuan beradaptasi. Kehadiran Pak Sandiaga menjadi inspirasi konkret bahwa pemimpin harus visioner sekaligus amanah,” ujar Revanza.
Menutup sesi, Sandiaga mengajak peserta RICMA Camp untuk meneladani kepemimpinan Rasulullah ﷺ sebagai sosok yang cerdas, amanah, visioner, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia juga mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak sebagai sarana menyebarkan pesan-pesan positif dan membangun peradaban yang berakhlak.
RICMA Camp 2026 diharapkan menjadi wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda yang tangguh, adaptif, serta siap menghadapi tantangan global dengan kecerdasan, integritas, dan semangat kolaborasi. ***
Baca Juga: Mencari Jati Diri di Era Digital: Mengapa Gen Z Terjebak dalam Cermin Palsu Media Sosial?