- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, meninggal akibat serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026 di Teheran.
- Istri Khamenei, Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh, meninggal pada 2 Maret 2026 karena luka serangan tersebut.
- Kematian mereka memperburuk ketegangan geopolitik, Iran telah mengonfirmasi dan membalas serangan.
Hal ini sejalan dengan budaya konservatif di Iran, di mana perempuan dari kalangan elite keagamaan diharapkan menjaga kesederhanaan dan menghindari sorotan media.
Meski begitu, ada beberapa foto dan cerita yang bocor ke publik, menunjukkan dirinya setia dan pendukung utama Khamenei selama masa-masa sulit. Salah satunya saat Khamenei terluka parah dalam serangan bom pada 1981 yang membuat lengan kanannya lumpuh.
Kematian Mansoureh terjadi dalam konteks serangan besar-besaran AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Serangan itu menargetkan kediaman kepemimpinan di Teheran, yang menewaskan Khamenei dalam usia 86 tahun dan beberapa tokoh senior rezim.
Menurut laporan, Mansoureh berada di lokasi saat serangan berlangsung, sehingga ia terluka parah dan dirawat intensif sebelum akhirnya meninggal pada 2 Maret 2026.
Media Iran seperti Press TV menyebut kematiannya sebagai "martir" (syahid), istilah yang sering digunakan untuk korban konflik yang dianggap membela negara.
Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tapi juga menjadi simbol bagi pendukung rezim Iran yang melihatnya sebagai korban agresi asing.
Dampak dari kematian pasangan Khamenei ini diperkirakan akan memperburuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Iran telah mengonfirmasi kematian Khamenei dan anggota keluarganya pada 1 Maret 2026, dan serangan balasan dari Iran telah menewaskan empat tentara AS.
Sementara itu, AS dan Israel membenarkan operasi tersebut sebagai respons terhadap ancaman dari Iran, termasuk dukungan terhadap kelompok militan seperti Hizbullah dan Hamas.
Saat ini, Iran sedang dalam masa transisi, dengan spekulasi tentang siapa yang akan menggantikan Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Dunia terus memantau perkembangan ini, di tengah kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut.