- Jefferson Chen adalah sosok di balik sistem keamanan digital yang bikin transaksi online kita terasa aman dan praktis setiap hari.
- Lewat teknologi AI yang ia kembangkan, jutaan pengguna bisa belanja, transfer, hingga akses kredit dengan lebih tenang dan minim risiko fraud.
- Dari Asia Tenggara, ia membangun fondasi kepercayaan digital yang kini berdampak secara global.
Suara.com - Pernah belanja online tengah malam, transfer uang lewat aplikasi, atau mengajukan paylater dalam hitungan menit? Semua terasa cepat, praktis, dan—yang paling penting—aman. Tapi jarang yang bertanya: siapa sebenarnya yang bekerja di balik layar menjaga semua itu tetap terlindungi?
Salah satu sosok di balik sistem keamanan digital tersebut adalah Jefferson Chen.
Sebagai Co-founder, Group Chairman, dan CEO Advance Intelligence Group, Jefferson membangun fondasi penting bagi ekonomi digital: kepercayaan. Di tengah pertumbuhan transaksi online yang melesat di Asia Tenggara, risiko fraud global dalam pembayaran digital bahkan diproyeksikan melampaui US$40 miliar per tahun. Angka yang besar—dan menjadi tantangan nyata.
Bagi Jefferson, keamanan bukan sekadar fitur tambahan. Itu adalah fondasi.
“Kepercayaan adalah dasar dari ekonomi digital. Tanpa sistem yang mampu mengelola risiko secara akurat dan real-time, pertumbuhan tidak akan berkelanjutan,” ujarnya.
Membangun Rasa Aman Lewat AI
Didirikan pada 2016, Advance Intelligence Group fokus mengembangkan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk identitas digital, pencegahan fraud, dan credit decisioning bagi institusi keuangan serta fintech.
Secara sederhana, teknologi ini membantu bank dan perusahaan pembiayaan memastikan siapa yang benar-benar mengajukan layanan, mendeteksi transaksi mencurigakan dalam hitungan detik, dan menyaring risiko tanpa menghambat pengguna yang sah.
Hasilnya tidak main-main. Sistem AI mampu meningkatkan tingkat deteksi fraud hingga 90–95% sekaligus menurunkan false positive sebesar 30–60%. Artinya, lebih sedikit transaksi aman yang ikut terblokir, dan lebih banyak pengguna legitimate bisa menikmati layanan tanpa hambatan.
Di sisi operasional, otomatisasi juga memangkas kebutuhan manual review hingga 40–70% serta menekan biaya tim fraud management sampai 30–50%. Efisien, presisi, dan tetap inklusif.
Hari ini, melalui dua lini bisnisnya—ADVANCE.AI (B2B) dan Atome Financial (B2C)—perusahaan telah beroperasi di lebih dari 80 pasar global, melayani lebih dari 58 juta pengguna dan mendukung 1.000 lebih klien korporasi dari sektor perbankan, fintech, hingga e-commerce.
Tanpa kita sadari, teknologi yang mereka bangun mungkin sudah kita gunakan.
Dari Asia Tenggara ke Panggung Global
Awal 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan Jefferson. Ia resmi terpilih sebagai Endeavor Entrepreneur ke-111 dari Indonesia melalui International Selection Panel (ISP) di Singapura.
Endeavor dikenal sebagai jaringan global bagi High-Impact Entrepreneurs dengan proses seleksi ketat yang melibatkan investor dan founder kelas dunia. Jefferson lolos bersama 15 perusahaan dari berbagai negara dan memperoleh enam suara “YES” dari panelis internasional, termasuk investor seperti Matt Harris (Bain Capital Ventures) dan founder global lainnya.