Suara.com - Bulan Ramadan selalu dipenuhi dengan berbagai momen istimewa yang sangat dinantikan oleh umat Islam.
Salah satu peristiwa penting yang terjadi di bulan suci ini adalah Nuzulul Quran, yaitu peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW.
Malam Nuzulul Quran menjadi waktu yang penuh makna karena menandai awal turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia.
Banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Lalu, kapan malam Nuzulul Quran 2026 diperingati? Berikut penjelasan lengkap mengenai tanggal, sejarah singkat, hingga doa yang bisa diamalkan pada malam tersebut.
Apa Itu Nuzulul Quran?

Secara bahasa, istilah Nuzulul Quran berasal dari kata "nuzul" yang berarti turun.
Dalam konteks Islam, Nuzulul Quran merujuk pada peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Wahyu pertama tersebut adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1–5.
Peristiwa ini menjadi titik awal turunnya Al-Qur’an secara bertahap selama sekitar 23 tahun, yang kemudian menjadi pedoman hidup bagi umat Islam hingga saat ini.
Al-Qur’an sendiri menegaskan bahwa kitab suci tersebut diturunkan pada bulan Ramadan, sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.
Baca Juga: Contoh Susunan Acara Nuzulul Quran, Lengkap Beserta Teks MC Pengajian di Masjid dan Sekolah
Karena itulah, bulan Ramadan sering disebut sebagai bulan Al-Qur’an, di mana umat Islam dianjurkan untuk lebih banyak membaca dan memahami isi kitab suci tersebut.
Kapan Malam Nuzulul Quran 2026?
Secara umum, Nuzulul Quran diperingati setiap 17 Ramadan dalam kalender Hijriah.
Namun, pada tahun 2026 terdapat sedikit perbedaan tanggal karena metode penentuan awal Ramadan yang berbeda antara pemerintah dan Muhammadiyah.
1. Versi Pemerintah Indonesia
Pemerintah melalui sidang isbat menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 19 Februari 2026. Dengan perhitungan tersebut, maka:
- 17 Ramadan 1447 H: Sabtu, 7 Maret 2026
- Malam Nuzulul Quran: dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026 setelah Magrib.
Tanggal ini menjadi acuan resmi yang digunakan oleh mayoritas umat Islam di Indonesia.