Suara.com - Nama Profesor Jiang Xueqin mendadak ramai dibicarakan di media sosial setelah sejumlah prediksi geopolitik yang ia sampaikan beberapa tahun lalu kembali viral. Sejarawan dan analis geopolitik ini menarik perhatian publik karena beberapa analisanya dianggap mulai mendekati kenyataan, terutama terkait konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Perbincangan mengenai Prof Jiang semakin ramai setelah video ceramah lamanya dari tahun 2024 kembali beredar di platform media sosial seperti X dan YouTube. Dalam video tersebut, ia memaparkan sejumlah prediksi berani termasuk kemungkinan Amerika Serikat mengalami kekalahan dalam konflik dengan Iran.
Banyak netizen bahkan menjulukinya sebagai “Nostradamus dari Tiongkok”. Julukan itu muncul karena sebagian ramalan geopolitiknya dianggap tepat sasaran, meskipun Jiang sendiri menegaskan bahwa analisisnya bukanlah ramalan mistis melainkan hasil kajian sejarah, strategi militer, dan pola geopolitik dunia. Lantas siapa sebenarnya Jiang Xueqin? Simak penjelasan berikut ini.
Profil Jiang Xueqin

Jiang Xueqin merupakan seorang akademisi, pendidik, dan penulis yang memiliki kewarganegaraan Tiongkok dan Kanada. Ia dikenal luas sebagai analis yang sering membahas hubungan antara sejarah, geopolitik, dan masa depan dunia.
Jiang adalah lulusan Yale University di Amerika Serikat dengan gelar di bidang sastra Inggris. Setelah menyelesaikan studinya, ia aktif mengajar dan menulis tentang berbagai topik, terutama terkait inovasi pendidikan dan pemikiran strategis.
Saat ini, Jiang mengajar di Moonshot Academy di Beijing sejak tahun 2022. Meski sering dipanggil 'Profesor', sebenarnya ia lebih dikenal sebagai pendidik dan peneliti independen.
Selain mengajar, Jiang juga aktif membagikan analisis geopolitik melalui kanal YouTube Predictive History. Di platform tersebut, ia menggunakan pendekatan sejarah, teori permainan (game theory), dan pola matematika untuk mencoba memprediksi perkembangan dunia.
Ia juga pernah menjadi pembicara di forum internasional seperti Global Education & Skills Forum di Dubai serta World Innovation Summit for Education di Doha.
Popularitas Jiang tidak hanya terjadi di negara Barat atau Asia Timur. Namanya juga mulai dikenal luas di Indonesia setelah aktris Dian Sastrowardoyo membagikan momen ketika dirinya menyimak kuliah Jiang melalui media sosial. Sejak saat itu, banyak pengguna internet Indonesia mulai mencari tahu tentang pemikiran dan prediksi geopolitik yang ia sampaikan.
Baca Juga: Ribuan Berkas Epstein Files Mendadak Hilang, Banyak Singgung Donald Trump
Prediksi Jiang Xueqin yang Kini Viral
![Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]](https://media.arkadia.me/v2/articles/triasrohmadoni/dLr5xtVq9k1eX9BAoYGHM7BL3wGN4fIY.png)
Dalam video berjudul 'Geo-Strategy #8: The Iran Trap' yang diunggah pada Mei 2024 di kanal YouTube Predictive History, Jiang menyampaikan tiga prediksi besar terkait arah politik global, termasuk konflik AS vs Iran.
Prediksi pertama adalah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Saat itu, banyak pihak menilai prediksi tersebut terlalu spekulatif karena situasi politik masih sangat dinamis.
Namun beberapa bulan kemudian, Trump benar-benar memenangkan pemilu pada November 2024. Hal ini membuat publik kembali menelusuri prediksi lain yang pernah disampaikan Jiang.
Prediksi kedua adalah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi berkembang menjadi konflik militer terbuka. Ketika hubungan kedua negara kembali memanas dan terjadi serangan militer pada Februari 2026 lalu, pernyataan lama Jiang kembali viral di internet.
Prediksi ketiga yang paling kontroversial adalah kemungkinan Amerika Serikat kalah dalam perang tersebut. Menurut Jiang, perang melawan Iran berpotensi menjadi konflik yang sangat sulit dimenangkan oleh Washington.
“Jika perang ini terjadi, itu bukan hanya serangan udara. Ini bisa berkembang menjadi invasi darat yang besar,” ujar Jiang dalam videonya.