Dalam analisanya, Jiang menjelaskan bahwa kondisi geografis Iran menjadi salah satu faktor utama yang membuat negara tersebut sulit ditaklukkan.
Ia menggambarkan wilayah Iran yang dikelilingi pegunungan sebagai medan perang yang sangat berat bagi pasukan asing. Menurutnya, situasi ini dapat membuat pasukan Amerika berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.
“Iran pada dasarnya seperti benteng alami. Jika pasukan Amerika masuk dengan jumlah terbatas, mereka bisa terjebak dan berubah dari penyerang menjadi sandera,” jelasnya.
Jiang juga menyoroti jumlah pasukan yang kemungkinan dikerahkan Amerika Serikat. Ia memperkirakan jumlah pasukan sekitar 100 ribu tentara tidak akan cukup untuk menaklukkan negara sebesar Iran.
“Untuk menguasai wilayah sebesar itu, dibutuhkan jutaan tentara. Tanpa itu, operasi militer bisa berubah menjadi bencana strategis,” katanya.
Ia bahkan memprediksi perang tersebut bisa terjadi dalam rentang waktu 2026 hingga 2029, terutama jika kebijakan luar negeri Amerika Serikat semakin agresif di Timur Tengah.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Baca Juga: Ribuan Berkas Epstein Files Mendadak Hilang, Banyak Singgung Donald Trump