Suara.com - Menyusun playlist perjalanan pulang kampung rasanya belum lengkap tanpa lagu mudik Padang terpopuler. Lagu-lagu Minang dikenal memiliki lirik yang menyentuh tentang kerinduan terhadap kampung halaman, keluarga, dan kenangan masa kecil di ranah Minang.
Bagi Anda yang sedang bersiap mudik atau sekadar ingin merasakan suasana pulang kampung, beberapa lagu Minang berikut sering diputar saat momen Lebaran. Nuansa musiknya yang mendayu dipadukan dengan cerita tentang kehidupan perantau membuat lagu-lagu ini terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang.
1. Minang Maimbau
Nuansa rindu pada tanah kelahiran terasa kuat dalam lagu Minang Maimbau. Lagu lawas ini diciptakan oleh Syahrul Tarun Yusuf dan kemudian dipopulerkan oleh penyanyi legendaris Elly Kasim pada era 1960-an.
Melalui liriknya, lagu ini menggambarkan panggilan dari kampung halaman kepada para perantau agar kembali pulang. Ranah Minang seolah “memanggil” anak-anaknya yang berada jauh di rantau. Pesan ini terasa sangat relevan saat musim mudik tiba.
Salah satu penggalan lirik yang cukup terkenal berbunyi, “Ondeh rang rantau, dangalah Minang maimbau.” Kalimat tersebut menggambarkan suara kampung halaman yang memanggil orang rantau untuk kembali pulang.
2. Taragak Pulang
Perasaan rindu terhadap kampung halaman juga menjadi tema utama dalam lagu Taragak Pulang. Lagu ini diciptakan oleh Dira Sati dan dipopulerkan oleh Eja, Abdi, serta Dira.
Liriknya menceritakan seseorang yang telah lama hidup di perantauan dan mulai merasakan kerinduan yang mendalam terhadap kampung tempat ia dibesarkan. Kenangan masa kecil dan keluarga menjadi alasan utama keinginan untuk kembali.
Salah satu bagian liriknya menggambarkan kerinduan tersebut dengan kalimat tentang bayangan kampung halaman yang terus teringat. Lagu ini sering dipakai sebagai latar konten mudik karena sangat mewakili perasaan para perantau.
3. Kampuang Nan Jauh di Mato
Kampuang Nan Jauh di Mato merupakan salah satu lagu Minang paling terkenal sepanjang masa. Lagu ini telah dinyanyikan oleh banyak penyanyi dan bahkan dikenal luas di berbagai daerah di Indonesia.
Cerita yang diangkat dalam lagu ini sangat sederhana namun menyentuh. Seorang perantau mengingat kampung halaman yang jauh di mata, namun selalu dekat di hati. Melodi yang lembut membuat lagu ini terasa sangat emosional.
Makna lagu ini berkaitan dengan kerinduan terhadap rumah, keluarga, serta kenangan masa kecil. Tidak heran jika lagu ini sering diputar saat momen mudik atau perayaan Lebaran.
4. Tanggih Dirantau
Tema kehidupan perantau kembali muncul dalam lagu Tanggih Dirantau. Lagu ini menggambarkan perjuangan seseorang yang mencoba bertahan hidup jauh dari kampung halaman.
Cerita yang disampaikan dalam lagu ini menunjukkan bahwa hidup di rantau tidak selalu mudah. Ada rasa sepi, rindu, serta keinginan untuk kembali ke tempat asal.
Meski begitu, lagu ini juga membawa pesan tentang keteguhan hati. Seorang perantau harus kuat menjalani kehidupan di tempat baru sambil tetap mengingat kampung halaman.
5. Ratau Den Pajuah
Ratau Den Pajuah menjadi salah satu lagu Minang yang cukup populer di kalangan perantau. Judulnya sendiri menggambarkan kondisi seseorang yang berada sangat jauh dari kampung halaman.
Liriknya menggambarkan perjalanan hidup di rantau yang penuh tantangan. Perasaan rindu kepada keluarga dan kampung halaman menjadi tema utama yang terus muncul sepanjang lagu.
Karena maknanya yang kuat, lagu ini sering diputar saat perjalanan pulang kampung. Banyak orang merasa liriknya sangat menggambarkan pengalaman hidup di perantauan.
6. Ratok Anak Rantau
Suasana yang lebih sendu terasa dalam lagu Ratok Anak Rantau. Lagu ini bercerita tentang kesedihan seorang perantau yang harus hidup jauh dari keluarga.
Kata “ratok” sendiri dalam bahasa Minang berarti tangisan atau kesedihan. Oleh karena itu, lagu ini menggambarkan perasaan haru seorang anak yang merindukan kampung halamannya.
Walau terdengar melankolis, lagu ini tetap disukai karena menggambarkan realitas kehidupan perantau. Banyak orang merasa kisah dalam lagu ini sangat dekat dengan kehidupan mereka.
7. Harok di Rantau Urang
Harok di Rantau Urang juga sering masuk dalam daftar lagu Minang bertema perantauan. Lagu ini menceritakan harapan seseorang yang mencoba meraih kehidupan lebih baik di negeri orang.
Cerita dalam lagu ini tidak hanya tentang kerinduan, tetapi juga tentang perjuangan. Seorang perantau harus bekerja keras agar suatu hari bisa kembali ke kampung halaman dengan kebanggaan.
Karena maknanya yang penuh semangat sekaligus haru, lagu ini sering diputar saat perjalanan mudik. Banyak orang merasa lagu ini memberikan motivasi sekaligus nostalgia.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri