Kelompok ini mencakup orang-orang yang berada dalam kondisi ekonomi sulit, seperti lansia tanpa penghasilan, janda yang menjadi tulang punggung keluarga, atau keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Selama mereka benar-benar membutuhkan, fidyah boleh diberikan kepada mereka.
Apakah Fidyah Bisa Diberikan ke Selain Fakir dan Miskin?
Mayoritas ulama menyepakati bahwa fidyah sebaiknya difokuskan kepada fakir dan miskin. Hal ini karena tujuan utama fidyah adalah membantu mereka yang kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari.
Meskipun begitu, selama penerima termasuk dalam kategori membutuhkan, penyaluran fidyah tetap dianggap sah. Yang terpenting adalah memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata.
Bentuk Fidyah yang Diberikan
Fidyah bisa diberikan dalam beberapa bentuk yang fleksibel, antara lain:
- Makanan pokok seperti beras sesuai takaran
- Makanan siap santap untuk satu orang per hari
- Uang yang setara dengan harga makanan
Di Indonesia, banyak orang memilih memberikan dalam bentuk uang agar lebih praktis, selama nilainya setara dengan satu porsi makan layak.
Cara Menyalurkan Fidyah
Agar fidyah tersalurkan dengan baik, kamu bisa memilih cara berikut:
- Memberikan langsung kepada orang yang membutuhkan
- Menyalurkan melalui lembaga zakat terpercaya
- Menitipkan melalui pengurus masjid atau komunitas sekitar
Cara-cara ini membantu memastikan fidyah sampai kepada pihak yang benar-benar berhak.
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Pastikan penerima termasuk golongan membutuhkan.
- Utamakan orang terdekat yang kurang mampu.
- Sesuaikan jumlah fidyah dengan jumlah hari puasa.
- Niatkan dengan ikhlas sebagai bentuk ibadah.
Menunaikan fidyah bukan hanya sekadar mengganti kewajiban puasa, tetapi juga menjadi sarana berbagi kepada sesama. Dengan memahami siapa saja yang berhak menerima fidyah, kamu bisa memastikan bahwa ibadah yang dilakukan benar-benar sesuai syariat dan membawa manfaat bagi orang lain.
Kontributor : Dea Nabila