Krisis Air Bikin Perempuan Kehilangan Akses Pendidikan, Bagaimana Hubungannya?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 24 Maret 2026 | 16:07 WIB
Krisis Air Bikin Perempuan Kehilangan Akses Pendidikan, Bagaimana Hubungannya?
Ilustrasi anak perempuan ke sumber air (Pinterest/Forbes)

Suara.com - Krisis air global ternyata tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga berdampak langsung pada akses pendidikan, terutama bagi perempuan. Di balik sulitnya akses air bersih, perempuan dan anak perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak.

Setiap hari, perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia menghabiskan total 250 juta jam hanya untuk mengambil air. Aktivitas ini menyita waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk belajar atau bersekolah, sehingga secara signifikan mengurangi peluang perempuan untuk mengakses pendidikan, selain juga membatasi akses terhadap rekreasi dan kegiatan yang dapat menghasilkan pendapatan.

Data menunjukkan bahwa anak perempuan di bawah usia 15 tahun memiliki kecenderungan lebih tinggi (7%) untuk memikul tanggung jawab mengambil air dibandingkan anak laki-laki di kelompok usia yang sama (4%). Ketimpangan ini membuat beban sejak dini lebih banyak ditanggung oleh anak perempuan, termasuk dalam hal kehilangan waktu belajar.

Laporan Pengembangan Air Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dirilis oleh UNESCO atas nama UN-Water, menggarisbawahi bahwa krisis air global saat ini diperparah oleh ketidaksetaraan gender. Kondisi ini memperlihatkan bagaimana akses terhadap sumber daya dasar seperti air juga berkaitan erat dengan kesempatan pendidikan.

Meskipun terdapat kemajuan dalam beberapa dekade terakhir, perempuan tetap dianggap sebagai sosok utama yang bertanggung jawab untuk mengambil air di lebih dari 70 persen rumah tangga pedesaan yang belum terlayani. Namun ironisnya, perempuan sering dikecualikan dari peran pengelolaan dan kepemimpinan di sektor ini, sehingga kebutuhan dan dampak yang mereka alami, termasuk terhadap pendidikan, kerap tidak menjadi prioritas.

Dampak Kurangnya Fasilitas Sanitasi dan Keamanan

Ketidaktersediaan fasilitas sanitasi yang memadai memberikan dampak yang tidak proporsional bagi perempuan, terutama mereka yang tinggal di pemukiman kumuh perkotaan dan daerah pedesaan terpencil. Ketiadaan toilet dan akses air untuk kebersihan menstruasi menyebabkan rasa malu dan berdampak langsung pada tingkat kehadiran di ranah publik.

Berdasarkan data dari 41 negara antara tahun 2016 hingga 2022, diperkirakan sebanyak 10 juta remaja putri berusia 15–19 tahun terpaksa absen dari sekolah, pekerjaan, atau aktivitas sosial akibat kendala tersebut. Selain itu, proses pengambilan air di layanan yang tidak aman atau tidak terandalkan juga meningkatkan kerentanan perempuan terhadap risiko kesehatan, tekanan fisik, hingga ancaman kekerasan berbasis gender.

Kesenjangan dalam Kepemilikan Lahan dan Tata Kelola

Akses terhadap air sering kali memiliki keterkaitan hukum dengan hak atas tanah. Ketidaksetaraan gender dalam kepemilikan properti secara langsung memengaruhi ketersediaan air untuk kebutuhan produktif, seperti pertanian. Di beberapa negara, luas lahan yang dimiliki laki-laki mencapai dua kali lipat lebih banyak dibandingkan perempuan. Hukum yang diskriminatif terkait kepemilikan tanah ini menempatkan perempuan pada posisi yang kurang menguntungkan secara sosial maupun ekonomi.

Di sisi lain, representasi perempuan dalam pengambilan keputusan sektor air masih rendah. Data dari 64 perusahaan penyedia air di 28 negara berpenghasilan rendah dan menengah menunjukkan bahwa kurang dari satu per lima pekerja di sektor air adalah perempuan.

Berdasarkan Bank Dunia 2019, selain jumlahya sedikit, perempuan juga menerima upah yang lebih rendah dibandingkan laki-laki yang bekerja di sektor ini. Di tingkat pemerintahan pada tahun 2021/2022, perempuan hanya menduduki kurang dari setengah posisi di bidang Air, Sanitasi, dan Kebersihan pada mayoritas negara yang disurvei (79 dari 109 negara yang memberikan tanggapan dan kurang dari 10% di hampir seperempat negara yang memberikan tanggapan (WHO, 2022).

Kerentanan terhadap Perubahan Iklim

Fenomena perubahan iklim dan kelangkaan air turut memperluas jurang ketidaksetaraan. Gender menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kerentanan seseorang terhadap risiko bencana maupun akses terhadap sistem peringatan dini.

Data menunjukkan bahwa kenaikan suhu sebesar 1 derajat Celsius dapat mengurangi pendapatan rumah tangga yang dikepalai perempuan hingga 34 persen  lebih besar dibandingkan rumah tangga yang dikepalai laki-laki. Di saat yang sama, beban kerja mingguan perempuan juga meningkat rata-rata 55 menit akibat tekanan lingkungan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss

Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss

News | Selasa, 24 Maret 2026 | 10:29 WIB

iPhone Air Melejit! Penjualan Hampir 2x iPhone 16 Plus

iPhone Air Melejit! Penjualan Hampir 2x iPhone 16 Plus

Tekno | Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Terkini

8 Sepatu Lari Diskon di Sports Station: Adidas, Skechers, hingga Reebok Banting Harga

8 Sepatu Lari Diskon di Sports Station: Adidas, Skechers, hingga Reebok Banting Harga

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 16:00 WIB

Moisturizer Emina untuk Umur Berapa? Ini Tips Pemakaian di Setiap Usia

Moisturizer Emina untuk Umur Berapa? Ini Tips Pemakaian di Setiap Usia

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 15:30 WIB

Contoh Susunan Acara Halalbihalal RT/RW Lengkap, Sederhana tapi Bermakna

Contoh Susunan Acara Halalbihalal RT/RW Lengkap, Sederhana tapi Bermakna

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 15:05 WIB

5 Rekomendasi Moisturizer 'Combo Maut' Atasi Kulit Berminyak dan Berjerawat

5 Rekomendasi Moisturizer 'Combo Maut' Atasi Kulit Berminyak dan Berjerawat

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 14:40 WIB

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 24-31 Maret 2026: Belanja Hemat Akhir Bulan

Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 24-31 Maret 2026: Belanja Hemat Akhir Bulan

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:30 WIB

Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Resminya

Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Resminya

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:28 WIB

Contoh Ikrar Syawalan Singkat, Bisa untuk Acara di Sekolah hingga Lingkungan Rumah

Contoh Ikrar Syawalan Singkat, Bisa untuk Acara di Sekolah hingga Lingkungan Rumah

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:25 WIB

Jadwal Ganjil Genap Jakarta, One Way dan Contraflow Pascalebaran 2026

Jadwal Ganjil Genap Jakarta, One Way dan Contraflow Pascalebaran 2026

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:15 WIB

Bank Buka Mulai Kapan Setelah Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkapnya

Bank Buka Mulai Kapan Setelah Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkapnya

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 13:10 WIB

6 Sepatu Skechers Diskon di Sports Station, Sepatu Anak Mulai Rp200 Ribuan

6 Sepatu Skechers Diskon di Sports Station, Sepatu Anak Mulai Rp200 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 24 Maret 2026 | 11:45 WIB