Awal 2026 yang Kelam, Ini Deretan Kepala Daerah dan Pejabat yang Terjaring OTT KPK

Chyntia Sami Bhayangkara

Senin, 13 April 2026 | 16:10 WIB
Awal 2026 yang Kelam, Ini Deretan Kepala Daerah dan Pejabat yang Terjaring OTT KPK
Daftar OTT KPK Sepanjang 2026 (kpk.go.id)

Suara.com - Awal tahun 2026 diwarnai dengan maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam waktu singkat, lembaga ini berhasil membongkar berbagai kasus korupsi yang melibatkan pejabat penting hingga kepala daerah.

Kasus terbaru yang menjerat Bupati Tulungagung pada April 2026 menambah panjang daftar OTT KPK sepanjang tahun ini.

Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik korupsi masih terjadi di banyak sektor. Bahkan, beberapa kasus mengungkap modus yang terbilang berulang, seperti suap, pemerasan, hingga konflik kepentingan dalam pengadaan.

Lantas, apa saja kasus yang masuk dalam daftar OTT KPK sepanjang 2026 tersebut? Berikut ulasan lengkapnya yang telah dirangkum dari berbagai sumber.

1. OTT Pajak KPP Madya Jakarta Utara

OTT pertama KPK di tahun 2026 berlangsung pada 9-10 Januari dan diumumkan secara resmi pada 11 Januari 2026. Kasus ini menyasar sektor perpajakan di KPP Madya Jakarta Utara.

Kasus ini melibatkan sejumlah pejabat pajak, di antaranya Dwi Budi, Agus Syaifudin, dan Askob Bahtiar, serta pihak swasta seperti Abdul Kadim Sahbudin dan Edy Yulianto.

Dalam perkara ini, mereka diduga melakukan manipulasi hasil pemeriksaan pajak. Awalnya ditemukan potensi pajak kurang bayar sebesar Rp75 miliar.

Namun, angka tersebut kemudian diturunkan menjadi sekitar Rp15,7 miliar setelah adanya kesepakatan dengan imbalan “all in” Rp23 miliar, termasuk fee Rp8 miliar. KPK menyita barang bukti Rp6,38 miliar dalam OTT ini.

2. OTT Wali Kota Madiun

Pada 19 Januari 2026, KPK menggelar OTT di Kota Madiun dan menetapkan Maidi (Wali Kota Madiun), Thariq Megah (Kadis PUPR), dan Rochim Ruhdiyanto (pihak swasta) sebagai tersangka.

Kasus ini memiliki beberapa modus, mulai dari pemerasan berkedok dana CSR hingga permintaan fee dalam pengurusan izin usaha seperti hotel dan minimarket.

Selain itu, ditemukan pula gratifikasi sejak 2019 hingga 2022 dengan total sekitar Rp1,1 miliar. Dalam OTT ini, KPK menyita uang tunai sebesar Rp550 juta.

3. OTT Bupati Pati

Masih di 19 Januari 2026, KPK juga melakukan OTT di Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang melibatkan Sudewo (Bupati Pati) bersama tiga kepala desa, yaitu Abdul Suyono, Sumarjiono, dan Karjan. Kasus ini berkaitan dengan dugaan jual beli jabatan perangkat desa.

Rencana pembukaan 601 formasi perangkat desa dimanfaatkan untuk menarik uang dari para calon. Mereka diminta membayar antara Rp165 juta hingga Rp225 juta.

Bahkan, ada ancaman bahwa formasi tidak akan dibuka lagi jika tidak membayar. Hingga 18 Januari 2026, uang yang terkumpul mencapai Rp2,6 miliar.

4. OTT Restitusi Pajak Banjarmasin

Pada 4 Februari 2026, KPK mengungkap kasus korupsi terkait restitusi pajak di KPP Madya Banjarmasin. Tiga tersangka dalam kasus ini adalah Mulyono (Kepala KPP Madya Banjarmasin), Dian Jaya Demega, dan Venasius Jenarus Genggor.

Kasus ini bermula dari pengajuan restitusi PPN dengan nilai lebih bayar Rp49,47 miliar. Setelah koreksi, nilai yang seharusnya dikembalikan adalah Rp48,3 miliar.

Namun, untuk memperlancar proses, diminta “uang apresiasi” sebesar Rp1,5 miliar. KPK kemudian menyita uang tersebut sebagai barang bukti.

5. OTT Bea Cukai

Masih di 4 Februari 2026, KPK juga membongkar kasus korupsi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kasus ini melibatkan enam orang, termasuk Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan, serta pihak swasta seperti John Field, Andri, dan Dedy Kurniawan.

Modusnya adalah pengaturan jalur impor agar barang ilegal atau tiruan bisa masuk tanpa pemeriksaan ketat.

Dalam kasus ini, KPK menyita barang bukti senilai Rp40,5 miliar, termasuk uang tunai, emas, dan barang mewah.

6. OTT Pengadilan Negeri Depok

Pada 6 Februari 2026, KPK mengungkap kasus suap di Pengadilan Negeri Depok. Kasus ini menyeret pimpinan PN Depok, yaitu I Wayan Eka Mariarta dan Bambang Setyawan, serta pihak lain seperti Yohansyah Maruanaya, Trisnadi Yulrisman, dan Berliana Tri Kusuma.

Kasus ini terkait pengurusan sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi yang ingin dipercepat proses eksekusinya.

Awalnya diminta fee Rp1 miliar, namun disepakati menjadi Rp850 juta. Selain itu, ditemukan juga aliran dana lain hingga Rp2,5 miliar.

7. OTT Bupati Pekalongan

OTT terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, dilakukan pada 3 Maret 2026 dan diumumkan pada 4 Maret 2026. KPK menetapkanya sebagai tersangka dalam kasus pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pekalongan.

Perusahaan keluarganya, PT Raja Nusantara Berjaya, diduga mendapatkan banyak proyek pemerintah melalui konflik kepentingan.

Total nilai transaksi perusahaan tersebut dengan pemerintah daerah mencapai sekitar Rp46 miliar dalam periode 2023–2026.

8. OTT Bupati Rejang Lebong

KPK melakukan OTT di Kabupaten Rejang Lebong pada 9 Maret 2026 dan mengumumkannya pada 11 Maret 2026. Kasus ini melibatkan Muhammad Fikri Thobari (Bupati), Hary Eko Purnomo, serta pihak swasta seperti Irsyad Satria Budiman, Edi Manggala, dan Youki Yusdiantoro.

Kasus ini berkaitan dengan praktik ijon proyek, di mana kontraktor harus memberikan fee terlebih dahulu.

Besaran fee berkisar 10-15% dari nilai proyek. Total fee yang disepakati mencapai Rp980 juta, dengan barang bukti Rp756,8 juta.

9. OTT Bupati Cilacap

OTT di Kabupaten Cilacap dilakukan pada 13 Maret 2026 dan diumumkan sehari setelahnya. Dalam kasus ini, KPK menetapkan Syamsul Auliya Rachman (Bupati Cilacap) dan Sadmoko Danardono (Sekda) sebagai tersangka.

Kasus ini berkaitan dengan pemerasan berkedok pengumpulan dana THR dari perangkat daerah.

Target awal Rp750 juta, namun hingga OTT dilakukan, uang yang terkumpul mencapai Rp610 juta dan langsung diamankan KPK.

10. OTT Bupati Tulungagung

OTT terbaru terjadi pada 10 April 2026 di Kabupaten Tulungagung dan masih dalam tahap pengembangan. Kasus ini melibatkan Gatut Sunu Wibowo (Bupati Tulungagung) dan ajudannya, Dwi Yoga Ambal.

KPK mengamankan 18 orang dan membawa sebagian ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk bupati.

Kasus ini diduga berkaitan dengan pemerasan terhadap OPD, dengan indikasi permintaan setoran hingga 50% dari anggaran. Barang bukti awal berupa uang ratusan juta rupiah telah diamankan.

Itulah daftar OTT KPK sepanjang 2026 yang menunjukkan bahwa praktik korupsi masih menjadi tantangan serius di berbagai sektor pemerintahan.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Amankan Uang Rp 335,4 Juta dan Sepatu LV dari OTT Tulungagung

KPK Amankan Uang Rp 335,4 Juta dan Sepatu LV dari OTT Tulungagung

Video | Minggu, 12 April 2026 | 13:25 WIB

Terjaring OTT KPK, Intip Isi Garasi Mewah Bupati Tulungagung Gatut Sunu: Land Cruiser hingga Truk

Terjaring OTT KPK, Intip Isi Garasi Mewah Bupati Tulungagung Gatut Sunu: Land Cruiser hingga Truk

Otomotif | Minggu, 12 April 2026 | 19:07 WIB

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Terkini

2 Pilihan AC Panasonic 1 PK, Dingin Cepat dan Hemat Listrik

2 Pilihan AC Panasonic 1 PK, Dingin Cepat dan Hemat Listrik

Lifestyle | Jum'at, 29 Mei 2026 | 06:10 WIB

Dari Ladang ke Kulit: Menyusuri Kekuatan Sunflower Oil Organik dalam Body Care Magic of Nature

Dari Ladang ke Kulit: Menyusuri Kekuatan Sunflower Oil Organik dalam Body Care Magic of Nature

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:58 WIB

Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari Tebar Kurban 17 Sapi, Satu Berbobot 1.280 Kg

Gilang Widya Pramana dan Shandy Purnamasari Tebar Kurban 17 Sapi, Satu Berbobot 1.280 Kg

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 22:47 WIB

Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting

Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:37 WIB

4 Shio yang Beruntung Mulai 29 Mei 2026, Hidup Terasa Lebih Mudah

4 Shio yang Beruntung Mulai 29 Mei 2026, Hidup Terasa Lebih Mudah

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:45 WIB

Pakai Apa untuk Memperbaiki Skin Barrier? Ini 5 Kandungan Skincare yang Cocok

Pakai Apa untuk Memperbaiki Skin Barrier? Ini 5 Kandungan Skincare yang Cocok

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:35 WIB

Tukar Poin Jadi Hewan Kurban, Begini Cara Mudah Berbagi di Iduladha

Tukar Poin Jadi Hewan Kurban, Begini Cara Mudah Berbagi di Iduladha

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 18:00 WIB

12 Urutan Zodiak yang Paling Pelit dan Tak Suka Berbagi

12 Urutan Zodiak yang Paling Pelit dan Tak Suka Berbagi

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:15 WIB

Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya

Bisakah Isu Krisis Iklim Dibuat Lebih Dekat dengan Anak Muda? Komunitas Ini Ungkap Strateginya

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit

5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:16 WIB