Suara.com - Masyarakat Kalimantan Timur kini riuh dengan demo besar-besaran di Kota Samarinda, pada Selasa (21/4/2026) hari ini. Gubernur Kaltim Rudy Masud jadi sorotan.
Demo yang digelar massa dari berbagai kalangan menyampaikan tiga tuntutan utama, terutama mengenai kinerja Rudy Masud yang beberapa waktu belakangan diterpa segudang kontroversi.
Massa menuntut audit kebijakan anggaran Pemerintah Provinsi Kaltim senilai Rpr33,5 miliar; penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN); serta mendesak DPRD Kaltim untuk menjaga independensi pengawasan
Dari salah satu poin tuntan, Rudy Masud diminta untuk mempertanggung jawabkan pemborosan anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas senilai Rp8,5 miliar hingga renovasi rumah dinas sebesar Rp25 miliar.
Adapun di tengah-tengah keadaan politik di Kaltim, keluarga Rudy Masud turut menjadi 'sasaran' rasa ingin tahu publik.
Publik akhirnya menggali seperti apa silsilah keluarga Rudy Masud yang ternyata dipenuhi oleh orang-orang 'penting' di pemerintahan.
Tak tanggung-tanggung, warganet bahkan sampai 'colek' akun resmi KPK usai tahu fakta tersebut.
"Apa ga heran? @official.kpk Apa pura-pura ga tau? Apa boleh yang begini?," tulis seorang warganet.
Lantas, siapa saja 'orang penting' di dalam keluarga Rudy Masud?
Kakak - Rahmad Masud (Wali Kota Balikpapan)
![Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud. [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/03/03/33005-wali-kota-balikpapan-rahmad-masud-antara.jpg)
Rahmad Masud adalah kakak tertua dari Masud berasudara yang memimpin Kota Balikpapan.
Ia menjabat dua periode, yakni 2021–2024 dan lanjut ke periode 2025–2030.
Sebelum jadi pejabat, ia adalah pengusaha besar di bidang minyak dan gas.
Adapuni bawah kepemimpinannya, Balikpapan menjadi kota yang sangat penting karena letaknya yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kekayaannya yang melimpah sering jadi perbincangan, terutama karena ia mampu menjaga pengaruh politiknya tetap kuat di Balikpapan selama bertahun-tahun melalui jaringan bisnis dan partai politik yang ia pimpin di tingkat daerah.
Kakak - Hasanuddin Masud (Ketua DPRD Kalimantan Timur)

Hasanuddin Masud memegang posisi kunci di legislatif sebagai Ketua DPRD Kalimantan Timur.
Jika saudaranya yang lain berada di pemerintahan (eksekutif), Hasanuddin bertugas di parlemen.
Jabatan ini sangat kuat karena ia punya suara besar dalam menyetujui anggaran pembangunan di tingkat provinsi.
Ia juga berasal dari Partai Golkar, sama seperti saudara-saudaranya yang lain.
Dengan posisi sebagai ketua dewan, ia punya pengaruh langsung terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah provinsi.
Rekam jejaknya sebagai pengusaha sebelum terjun ke politik membuatnya paham betul bagaimana arus modal dan proyek-proyek besar di wilayah Kalimantan Timur berjalan.
Adik - Abdul Gafur Masud (Mantan Bupati Penajam Paser Utara)
![Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/01/13/44447-bupati-penajam-paser-utara-abdul-gafur-masud-istimewa.jpg)
Abdul Gafur Masud adalah adik Rudy yang pernah menjadi Bupati Penajam Paser Utara (PPU) tahun 2018–2022.
PPU adalah lokasi inti dari IKN, sehingga namanya sempat melambung tinggi.
Namun, kariernya hancur setelah tertangkap KPK dalam kasus suap.
Ia terbukti menerima uang sebesar Rp5,7 miliar dari kontraktor untuk mengatur proyek-proyek infrastruktur dan perizinan lahan di wilayahnya pada tahun 2020-2021.
Kasus korupsi ini menjadi sorotan nasional karena dilakukan saat wilayahnya sedang jadi pusat perhatian dunia akibat proyek IKN.
Meski terjerat hukum, namanya tetap identik dengan kekuatan politik keluarga Masud di Kalimantan.
Istri - Sarifah Suraidah (Anggota DPR RI)

Sarifah Suraidah adalah istri Rudy Masud yang kini menjabat sebagai anggota Komisi VI DPR RI di Jakarta.
Melalui Partai Golkar, ia berhasil menembus Senayan untuk mengurusi bidang perdagangan, industri, dan BUMN di Komisi VI.
Keberadaannya di DPR RI membuktikan bahwa keluarga Masud tidak hanya berkuasa di daerah, tapi juga punya akses langsung ke pemerintah pusat.
Jabatan ini sangat strategis untuk mengawal kebijakan nasional yang berkaitan dengan kepentingan daerah asalnya, Kalimantan Timur.
Sebagai istri politisi sekaligus anggota dewan, ia memperkuat dominasi keluarga Masud dalam dunia politik nasional dan daerah secara bersamaan melalui hubungan suami-istri dan rekan separtai.
Kontributor : Armand Ilham