Mengapa Video Owa Jawa yang Menggemaskan Bisa Jadi Ancaman?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 23 April 2026 | 17:55 WIB
Mengapa Video Owa Jawa yang Menggemaskan Bisa Jadi Ancaman?
Potret Owa Jawa di Hutan (instagram/@roktaviani)

Suara.com - Media sosial tidak terlepas dari kehidupan kita sehari-hari. Media sosial tentunya memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai upaya pemanfaatan edukasi masyarakat mengenai satwa liar. Namun, di sisi lain, media sosial juga bisa menjadi pisau bermata dua, di mana media sosial dapat menjadi ancaman mematikan bagi satwa liar. 

Bagi Yayasan KIARA, platform digital kini menjadi telah menjadi medan tempur baru dalam mengedukasi masyarakat tentang satwa endemik, Owa Jawa

Ancaman di Balik Layar Saat Konten Menjadi Racun 

Ahli primata dan konservasionis, Rahayu Oktaviani, menceritakan perjuangannya bersama yayasan yang ia dirikan bersama teman-temannya, yaitu KIARA dalam mengedukasi masyarakat mengenai Owa Jawa. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar terletak pada peran media sosial. 

“Banyak sekali konten-konten yang bersifat non-edukasi tapi lebih ke mengeksploitasi satwa liar sebagai peliharaan,” ujar perempuan yang akrab disapa Ayu. 

“Konten-konten seperti ini sebenarnya yang menjadi tantangan untuk memberikan edukasi kepada pengguna sosial media lainnya,” tambahnya. 

Konten-konten tersebut kerap menjadi pemicu yang mendorong pengguna media sosial untuk ikut memelihara satwa liar tanpa memahami konsekuensinya. 

“Sehingga ini menjadi tantangan, yang bisa jadi saya bilang salah satu tantangan terbesar dalam upaya konservasi terutama lewat platform media sosial.” ucap ayu. 

Dilansir dari worldanimalprotection.org (23/4/2026), mengutip riset yang dilakukan oleh organisasi kesejahteraan hewan, YouTube diperkirakan telah menghasilkan hingga 12 juta dolar AS atau setara dengan 207 miliar rupiah hanya dalam tiga bulan dari konten-konten terkait penyiksaan satwa liar. 

Besarnya angka tersebut menunjukkan bahwa konten eksploitasi satwa masih memiliki nilai ekomoni yang tinggi di platform digital. Bagi Rahayu, tren ini sangat tidak tepat jika terus dinormalisasi, karena merupakan tindakan yang dilarang keras oleh undang-undang perlindungan satwa. 

Harga Mahal di Balik Konten Menggemaskan

Di balik setiap unggahan bayi Owa Jawa yang tampak menggemaskan di media sosial, tersimpan fakta kelam yang jarang diungkap oleh para konten kreator.

“Memelihara Owa Jawa itu artinya membunuh induknya, karena sudah pasti untuk mendapatkan bayi Owa Jawa, indukannya itu harus mati terlebih dahulu ” tegas Rahayu.  

Selain itu, pemeliharaan Owa Jawa oleh manusia juga jauh dari kata menyejahterakan bagi satwa yang terbiasa hidup bebas di hutan. Bayangkan jika kita berada dalam posisi hewan tersebut, harus hidup di ruang sempit atau terkurung dalam kandang yang membatasi gerak. Pasti tidak nyaman dan terasa sesak. 

Oleh karena itu, KIARA juga berupaya memberikan edukasi untuk membongkar realitas bahwa memelihara satwa liar itu bukan bentuk cinta, melainkan kontribusi nyata terhadap kepunahan mereka di alam.

Sebagai masyarakat, kita juga perlu lebih bijak dalam menyikapi konten serupa, agar dapat ditindaklanjuti dan tidak turut mendukung penyebaran konten yang merugikan satwa. 

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Aksi Penumpang Masak Mie Pakai Kompor Listrik di Kereta, Begini Tanggapan KAI

Viral Aksi Penumpang Masak Mie Pakai Kompor Listrik di Kereta, Begini Tanggapan KAI

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 15:05 WIB

Menjaga yang Tersisa: Peran Rahayu Oktaviani dan KIARA dalam Konservasi Owa Jawa

Menjaga yang Tersisa: Peran Rahayu Oktaviani dan KIARA dalam Konservasi Owa Jawa

Lifestyle | Kamis, 23 April 2026 | 10:44 WIB

Susah Cari Jodoh Secara Langsung? Mengapa Media Sosial Jadi Solusi di Era Digital

Susah Cari Jodoh Secara Langsung? Mengapa Media Sosial Jadi Solusi di Era Digital

Your Say | Rabu, 22 April 2026 | 18:06 WIB

Terkini

Profil Ferry Latuhihin: Ekonom Senior Prediksi Dolar Tembus Rp25.000 Sebentar Lagi

Profil Ferry Latuhihin: Ekonom Senior Prediksi Dolar Tembus Rp25.000 Sebentar Lagi

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 18:00 WIB

4 Moisturizer dari Brand Jepang untuk Skin Barrier, Bantu Jaga Kulit Tetap Lembap

4 Moisturizer dari Brand Jepang untuk Skin Barrier, Bantu Jaga Kulit Tetap Lembap

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 17:35 WIB

7 Moisturizer Lokal Mengandung SPF, Praktis untuk Skincare Pagi Hari

7 Moisturizer Lokal Mengandung SPF, Praktis untuk Skincare Pagi Hari

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 16:07 WIB

6 Rekomendasi Sunscreen yang Cocok untuk Semua Jenis Kulit, Lengkap dengan Kelebihannya

6 Rekomendasi Sunscreen yang Cocok untuk Semua Jenis Kulit, Lengkap dengan Kelebihannya

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 15:29 WIB

Profil Mensesneg Prasetyo Hadi, Jubir Presiden yang Curi Perhatian Publik

Profil Mensesneg Prasetyo Hadi, Jubir Presiden yang Curi Perhatian Publik

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:58 WIB

Tak Hanya Cantik, 5 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Redakan Stres Menurut Ahli

Tak Hanya Cantik, 5 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Redakan Stres Menurut Ahli

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:23 WIB

Review Sandal Barefoot Lokal Pyopp Fledge Jelajah, Aman untuk Lari?

Review Sandal Barefoot Lokal Pyopp Fledge Jelajah, Aman untuk Lari?

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:10 WIB

5 Parfum Aquatic Lokal untuk Siang Hari, Wanginya Segar dan Tidak Bikin Enek

5 Parfum Aquatic Lokal untuk Siang Hari, Wanginya Segar dan Tidak Bikin Enek

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 14:00 WIB

Air Bengkoang Viva untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, hingga Review Pengguna

Air Bengkoang Viva untuk Apa? Ini Manfaat, Harga, hingga Review Pengguna

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:58 WIB

Apakah Lip Serum Boleh Ditimpa Lipstik? Ini 6 Rekomendasi Produk Lokal yang Cepat Meresap

Apakah Lip Serum Boleh Ditimpa Lipstik? Ini 6 Rekomendasi Produk Lokal yang Cepat Meresap

Lifestyle | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:37 WIB