Suara.com - Seringkali seseorang merasa enak, ketagihan, praktis saat mengkonsumsi makanan UPF. Bahkan tidak sedikit individu yang menyantapnya dalam jumlah banyak dengan frekuensi sering.
Padahal terdapat bahaya tersembunyi dari makanan UPF yang dikemas menarik dengan pilihan rasa menggiurkan. Apalagi anak-anak terbiasa mengkonsumsinya sangat rentan terkena mikro nutrisi sejak dini.
Banyak pakar kesehatan menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan UPF sedini mungkin, mengingat dampak negatif yang ditimbulkan. Apalagi utuk tumbuh kembang anak, UPF sangat tidak dianjurkan.
Definisi Makanan UPF
Melansir informasi dari laman resmi World Health Organization (WHO), Ultra Processed food (UPF) merupakan makanan yang dibuat menggunakan teknik pengolahan kompleks dengan kata lain menggunakan alur proses industri.
Saat pemrosesan makanan biasanya disertakan beberapa bahan tambahan berupa perasa, pengawet, pemanis, penyedap, pewarna dan lain-lain. Beberapa item tersebut jika terus terakumulasi dalam tubuh, bisa menimbulkan efek buruk terhadap kesehatan.
Tujuan adanya industri makanan UPF tidak lain yaitu membuat produk siap makan, tahan lama, lezat dan mudah penyajiannya. Akan tetapi, dari proses pembuatan hingga pengemasan. Makanan sudah kehilangan sebagian besar kualitas alaminya.
Saat proses pengolahan makanan yang terbagi dalam beberapa tahapan, umumnya juga memakai tambahan minyak terhidrogenasi, protein terhidrolisis, maltodekstrin, kedelai isolat protein. Ada tambahan lainnya lagi berupa penggembur, pengkarbonasi, penghilang busa, zat anti gumpal, pengemulsi, humektan, sekuestran.
Makanan UPF sendiri merupakan kategori pada klasifikasi makanan yang digagas serta dikembangkan NOVA. Sebuah sistem yang dicetuskan para peneliti Brazil.
NOVA telah mengelompokkan makanan sesuai dengan tingkat pemrosesannya, bukan kandungan gizi. Berikut beberapa tipe yang dimaksud.
Makanan minimal diproses atau tidak melewati pemrosesan industri.
Bahan masakan yang bisa diproses.
Makanan diproses.
Makanan ultra proses.
Contoh Makanan UPF yang Biasa Ditemui dalam Keseharian
Anda perlu memahami aneka jenis makanan ultra proses yang tanpa disadari sering dikonsumsi sehari-hari. Dengan adanya ulasan contohnya, diharapkan mampu memberikan menu makan lebih sehat untuk investasi jangka panjang.
Berikut contoh makanan UPF yang wajib Anda tahu:
1. Makanan instan dan siap saji

Tipe tersebut umumnya memberikan kemudahan, kecepatan penyajian dan rasa pasti gurih bikin ketagihan. Contohnya seperti mie instan, sup instan, pizza beku, nugget ayam atau ikan, sosis siap makan.
Aneka makanan tersebut umumnya tinggi lemak, natrium, rendah serat serta minim nutrisi penting lain.
2. Camilan kemasan

Camilan menjadi pilihan favorit untuk menemani waktu santai, kumpul teman atau keluarga hingga pengganjal lapar. Namun, tahukah Anda makanan ringan dengan kemasan menarik masuk kategori UPF.
Contoh camilan tersebut berupa keripik kentang atau varian keripik lainnya, kerupuk aneka rasa, biskuit manis dan asin, kue kering, bolu kemasan, coklat tambahan dengan berbagai bahan pelengkap.
3. Minuman manis
![Ilustrasi minuman berkemasan plastik [Suara.com / Eviera Paramita Sandi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/04/06/92606-minuman-kemasan.jpg)
Ada beberapa minuman yang juga masuk kelompok UPF, karena mengandung gula tambahan hingga pemanis buatan.
Contohnya berupa minuman bersoda, teh kemasan yang siap minum, minuman berenergi, jus buah buatan. Konsumsi berlebihan bisa berakibat kena diabetes dan diabetes tipe 2.
4. Susu dan sereal kemasan

Ada beberapa produk susu serta sereal kemasan yang terkenal telah masuk kategori UPF. Contohnya berupa sereal sarapan pakai tambahan gula maupun perasa, yogurt berperisa atau tambahan rasa buah, es krim industri.
Meskipun berasal dari susu, produk tersebut memiliki tambahan gula maupun pemanis buatan bisa menimbulkan efek tidak baik jika sering dikonsumsi.
5. Olahan daging maupun roti hasil produksi massal

Hati-hati jika Anda sering mengkonsumsi produk daging olahan maupun roti untuk produksi massal. Karena umumnya memakai pengawet serta tambahan bahan lainnya, supaya kualitas tetap terjaga dan umur simpan makin panjang.
Contoh produk tersebut berupa kornet, roti tawar, roti manis produksi pabrik, ham, bacon.
Itulah beberapa makanan UPF yang mengundang bahaya bagi kesehatan jika berlebihan dan frekuensi konsumsi sering. Dampak serius berupa peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, kardiovaskular, jantung, stroke, gangguan hati, ginjal.
Hal itu dikarenakan tinggi kandungan gula, garam, lemak tidak sehat, rendah serat dan nutrisi esensial. Sehingga perlu dikurangi mulai sekarang.
Kontributor : Damayanti Kahyangan