- WIC Jakarta menyelenggarakan Konferensi Biennial WCI ke-17 di The Westin Jakarta pada 27 April 2026 untuk perwakilan internasional.
- Tema konferensi membahas pemberdayaan perempuan melalui pendidikan serta pelestarian warisan budaya di tengah perubahan dunia yang dinamis.
- Acara ini bertujuan memperkuat jejaring global, diplomasi budaya, serta pertukaran gagasan inklusif bagi komunitas perempuan lintas negara.
Ia berharap para peserta dapat membawa pulang inspirasi, pengalaman budaya, dan kenangan yang bermakna dari Indonesia.
Selain seremoni pembukaan, konferensi ini juga menghadirkan sesi diskusi yang menyoroti peran perempuan dalam pendidikan, pelestarian warisan budaya, kewirausahaan sosial, dan pemberdayaan komunitas.
Sesi tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Ibu Inayah Wulandari Wahid, putri Presiden Republik Indonesia ke-4, K.H. Abdurrahman Wahid; Ibu Azalea Ayuningtyas, Co-Founder Du Anyam dan CEO Krealogi; serta perwakilan dari Batik Marunda.
Melalui sesi ini, para narasumber berbagi perspektif mengenai bagaimana pendidikan, tradisi, dan inisiatif berbasis komunitas dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat peran perempuan, menjaga warisan budaya, serta menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Welcome Clubs International (WCI) adalah organisasi payung nirlaba, sekuler, non-religius, dan non-politis yang bermarkas di Washington, D.C., Amerika Serikat.
WCI menaungi klub-klub wanita internasional independen di berbagai negara dengan tujuan mempromosikan persahabatan, pemahaman lintas budaya, dan pendidikan.
Sejak tahun 2020, WCI memiliki Status Konsultatif Khusus dengan Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (ECOSOC). WIC Jakarta merupakan salah satu anggota WCI bersama klub-klub wanita internasional lainnya di berbagai negara.
Sebagai tuan rumah Konferensi Biennial WCI ke-17, WIC Jakarta berharap pertemuan ini dapat memperkuat jejaring global perempuan, memperluas kerja sama antar komunitas, serta menampilkan Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi persahabatan, keberagaman, dan warisan budaya.