- Tenaga medis menyarankan ibu hamil menghindari riasan wajah tebal saat bersalin.
- Tujuannya guna memudahkan pemantauan tanda vital kesehatan.
- Penggunaan kosmetik dan cat kuku dapat menghalangi akurasi alat medis dalam mendeteksi kadar oksigen serta sianosis ibu.
3. Risiko Infeksi dan Higienitas
Persalinan, baik normal maupun Caesar, menuntut lingkungan yang steril.
Partikel dari bedak tabur atau eyeshadow yang rontok bisa saja masuk ke area sensitif atau bahkan mengganggu kebersihan ruang operasi jika persalinan berubah menjadi tindakan darurat.
4. Reaksi Alergi dan Iritasi
Selama hamil dan menjelang persalinan, hormon tubuh mengalami fluktuasi besar yang membuat kulit menjadi lebih sensitif.
Menggunakan produk kosmetik yang tidak biasa atau terlalu berat berisiko menyebabkan gatal atau iritasi di tengah proses mengejan, yang tentu akan menambah ketidaknyamanan ibu.
Bagaimana Jika Harus Menjalani Operasi Caesar?
Jika Anda sudah terencana akan menjalani operasi Caesar (SC), aturan mengenai make up biasanya jauh lebih ketat. Dalam prosedur pembedahan, dokter anestesi perlu memantau sirkulasi darah Anda dengan sangat cermat.
Penggunaan bulu mata palsu (eyelash extensions) juga sering kali dilarang karena risiko lem yang lepas atau helai bulu mata yang masuk ke mata saat pasien dalam kondisi tidak sadar/bius, yang dapat menyebabkan iritasi kornea.
Tips Tetap Segar Tanpa Make Up Berlebihan
Jika Anda tetap ingin terlihat segar di foto perdana bersama bayi tanpa melanggar protokol medis, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan:
1. Fokus pada Skincare, Bukan Kosmetik
Gunakan pelembap wajah dan pembersih wajah agar kulit terlihat sehat dan glowing alami.
Kulit yang terhidrasi akan terlihat jauh lebih baik di kamera daripada kulit yang tertutup foundation retak akibat keringat saat mengejan.
2. Lip Balm Berwarna Tipis