Suara.com - Festival Literasi Nasional (FLN) 2026 siap kembali digelar untuk menjadi puncak pertemuan, pembelajaran, perayaan, dan penganugerahan bagi guru dan siswa yang telah mengikuti program-program dari Nyalanesia.
Acara rutin yang diselenggarakan Nyalanesia ini sekaligus menjadi momentum krusial untuk merayakan satu dekade perjalanan Nyalanesia bersama ribuan sekolah, pemerintah daerah, dan penggerak literasi dalam memberikan dampak nyata bagi pendidikan di Indonesia.
Selama 10 tahun berdirinya, Nyalanesia telah memfasilitasi lebih dari 550.000 siswa dan guru dari 5.000 lebih sekolah di Indonesia untuk berkarya dan mengembangkan literasi serta kualitas pendidikannya.
Rangkaian acara ini akan berlangsung di Surakarta, menghadirkan berbagai rangkaian acara yang diselenggarakan secara luring dan daring, serta diperkirakan akan melibatkan ratusan ribu siswa, guru, pemerintah daerah, hingga stakeholder bidang pendidikan & literasi yang telah menjadi mitra program Nyalanesia.
Dengan mengusung tema "Bergerak, Terbitkan Dampak," FLN 2026 ini diselenggarakan dengan berbagai rangkaian acara dimulai dari pra-event “Sayembara Festival Literasi Nasional 2026” yang dirancang untuk membuka ruang partisipasi seluas-luasnya dan mendorong lahirnya karya inspiratif.
Imam Subchan, Ketua Pelaksana FLN 2026, menyampaikan bahwa rangkaian acara Sayembara FLN 2026 ini menjadi wadah untuk menghimpun karya, gagasan, praktik baik, serta merayakan kontribusi setiap insan yang telah bergerak bersama. Kompetisi ini diharapkan dapat melahirkan karya-karya kreatif yang merepresentasikan perjalanan sepuluh tahun Nyalanesia.
Selepas menyelenggarakan rangkaian pra-event, Nyalanesia akan menggelar puncak acara Festival Literasi Nasional 2026 di Kota Surakarta. Puncak acara FLN 2026 yang akan diselenggarakan tiga hari ini terdiri dari beberapa sesi acara, dimulai dengan acara Literacy Collaboration Forum pada 22 Mei 2026, yang menjadi ajang Gala Dinner spesial sebagai ruang kolaborasi lintas disiplin bagi para tamu undangan dari berbagai latar belakang, sekaligus momentum penandatanganan kerja sama strategis.
Beragam stakeholder tersebut seperti Pemerintah Kota/Kabupaten, Dinas Pendidikan dari berbagai daerah, tokoh publik, penggerak literasi, hingga perusahaan-perusahaan yang berkaitan dengan dunia pendidikan dan literasi.
Pertemuan ini dapat menambah pengalaman berjejaring antar para tokoh mitra Nyalanesia yang memiliki visi dan misi yang sama, yaitu tentang kepedulian terhadap peningkatan pendidikan dan literasi di Indonesia melalui gerakan yang berdampak.
Lenang Manggala, Founder Nyalanesia menyampaikan bahwa pada sesi ini, sejumlah Pemerintah Daerah dan dinas akan hadir untuk menandatangani perjanjian kerja sama dengan Nyalanesia dalam rangka memperkuat kolaborasi pengembangan literasi yang berkelanjutan.
“Literacy Collaboration Forum adalah ruang bagi beragam stakeholder, mulai dari pemerintah, dinas pendidikan, perusahaan hingga penggerak literasi untuk saling menjalin kolaborasi. Kerja-kerja memajukan pendidikan perlu dijalankan secara kolaboratif, saling mengisi, dan berkelanjutan.” terang Lenang.
Selanjutnya pada hari kedua, tanggal 23 Mei 2026, untuk mengapresiasi ribuan karya dan kontribusi nyata yang telah tercipta dari siswa dan guru, Festival Literasi Nasional 2026 menghadirkan sesi penganugerahan juara. Di mana karya-karya terbaik ditampilkan, ratusan buku diluncurkan, serta para pengkarya yang menjadi juara dalam berbagai program Nyalanesia diumumkan.
Dalam acara puncak ini, FLN 2026 akan menghadirkan sesi NyalaTalks, yaitu sesi diskusi inspiratif yang mendatangkan pembicara nasional dari berbagai bidang untuk berbagi pengalaman dan wawasan mengenai literasi, pendidikan, inovasi, serta bagaimana menciptakan gerakan yang berdampak luas. Beberapa tokoh yang direncanakan akan hadir di antaranya Respati Ardi (Wali Kota Surakarta), Astrid Widayani (Wakil Wali Kota Surakarta), Helmy Yahya (Entrepreneur, Kreator, Penulis, Pakar Komunikasi), serta Gol A Gong (Duta Baca Indonesia, Sastrawan, Pendiri Rumah Dunia).
Di malam harinya, dilaksanakan juga Pentas Karya di Halaman Pasar Antik Triwindu. Acara yang dibuka untuk umum ini merupakan acara puncak yang menjadi wadah bagi peserta untuk menampilkan bakat, kreativitas, dan karya terbaik melalui berbagai pertunjukan seni yang inspiratif.
Kemudian pada hari terakhir, peserta akan diajak dalam kegiatan NyalaTour, yaitu sesi wisata bersama ke destinasi menarik di wilayah Surakarta dan sekitarnya. NyalaTour tahun ini membawa konsep baru, yaitu berwisata sekaligus menghasilkan output karya Jurnalistik: bukan cuma jalan-jalan, tapi juga belajar meliput dan membuat laporan perjalanan seru di media sosial.
Festival literasi terbesar untuk sekolah-sekolah di Indonesia ini menjadi bukti komitmen 10 tahun Nyalanesia untuk memfasilitasi ribuan sekolah dalam menyediakan ruang berkarya bagi para siswa dan gurunya, sekaligus menegaskan transformasinya sebagai gerakan literasi yang berkelanjutan dan berdampak di Indonesia. ***