- Wamentan Sudaryono menyebut pelemahan rupiah justru menguntungkan jutaan petani komoditas ekspor lokal.
- Berasal dari keluarga petani Grobogan, ia sukses meraih beasiswa ke Jepang dan S3 IPB.
- Total harta kotornya Rp69 miliar, namun kekayaan bersihnya Rp8,86 miliar karena dipotong utang.
Suara.com - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kerap menjadi kabar buruk bagi sebagian orang. Namun, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono justru melihat sisi baiknya.
Menurutnya, melemahnya rupiah mendatangkan keuntungan melimpah bagi jutaan petani lokal yang berorientasi ekspor seperti petani kopi, cengkeh, karet, hingga serabut kelapa karena mereka dibayar menggunakan mata uang asing.
"Jadi sebetulnya nilai tukar (Rupiah) yang agak melemah ini ada beberapa, ada jutaan petani kita yang happy," ujar Sudaryono dalam acara KNPED di Jakarta.
Pernyataan ini sontak membuat publik penasaran: Siapa sebenarnya sosok Sudaryono, dan bagaimana latar belakang serta isi garasi dari pria yang menjabat sebagai Wamentan sekaligus Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) ini?
Dari Anak Petani Grobogan, Tembus Beasiswa ke Jepang

Meski kini menduduki kursi prestisius di pemerintahan, Sudaryono sebenarnya bukan lahir dari keluarga elite.
Ia adalah anak petani yang tumbuh di Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Sebagai anak semata wayang dari pasangan Yahyo dan Suwarni, Sudaryono dididik dengan kedisiplinan tinggi sejak kecil.
Hal ini membentuknya menjadi siswa berprestasi yang langganan masuk peringkat delapan besar di sekolah.
Berkat kecerdasannya, perjalanan akademis pria kelahiran 23 Januari 1985 ini terbilang mentereng:
- SMA Taruna Nusantara: Menempuh pendidikan di salah satu sekolah paling bergengsi di Indonesia melalui jalur beasiswa.
- National Defense Academy of Japan: Mendapatkan beasiswa ke Jepang untuk mendalami bidang Mechanical System Engineering.
- Swiss German University: Meraih gelar Master of Business Administration (MBA) pada 2017.
- Institut Pertanian Bogor (IPB): Melengkapi hasrat belajarnya dengan meraih gelar Doktor (S3).
Karier Kilat: Dari CEO Media hingga Rangkap Jabatan
Sebelum terjun ke dunia politik bersama Partai Gerindra, Sudaryono merupakan seorang profesional di dunia korporasi. Ia dipercaya memegang kendali di berbagai perusahaan strategis, antara lain:
- Chairman PT Boga Halal Nusantara (2015-2024)
- Direktur PT Nusantara Telematics System (2019)
- CEO Garuda TV (2022-2024)
Rekam jejak manajerial yang kuat di sektor swasta inilah yang membawanya masuk ke lingkaran pemerintahan.
Setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian, ia juga dipercaya oleh Menteri BUMN untuk mengemban jabatan mentereng lainnya sebagai Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) sejak 16 Juni 2025.
Intip Isi Garasi dan Kekayaan: Aset Rp69 Miliar, Utang Rp60 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya, Sudaryono tercatat memiliki total harta kotor mencapai Rp69,3 miliar.
Namun, ia juga memiliki beban utang yang cukup besar, yakni senilai Rp60,4 miliar, sehingga total kekayaan bersihnya berada di angka Rp8,86 miliar.
Aset terbesar Sudaryono didominasi oleh tanah dan bangunan yang tersebar di berbagai wilayah di Jawa Tengah dan Jabodetabek. Berikut rinciannya:
1. Tanah dan Bangunan (Total Rp50,2 Miliar)
Sudaryono tercatat memiliki 16 aset properti hasil sendiri, beberapa di antaranya yang bernilai fantastis adalah:
- Tanah dan Bangunan seluas 2.000 m²/200 m² di Kota Semarang: Rp16.000.000.000
- Tanah dan Bangunan seluas 2.050 m²/1.800 m² di Klaten: Rp14.000.000.000
- Tanah dan Bangunan seluas 237 m²/200 m² di Kota Semarang: Rp9.000.000.000
- Tanah seluas 19.440 m² di Jepara: Rp1.944.000.000
2. Isi Garasi / Alat Transportasi (Total Rp750 Juta)
Untuk urusan kendaraan, pria berzodiak Aquarius ini mengoleksi tiga unit mobil SUV dan MPV andalan:
- Toyota Fortuner (Tahun 2014): Rp250.000.000
- Toyota Innova (Tahun 2018): Rp150.000.000
- Toyota Fortuner (Tahun 2022): Rp350.000.000
3. Aset Keuangan Lainnya
- Harta Bergerak Lainnya: Rp2.325.000.000
- Surat Berharga: Rp7.558.000.000
- Kas dan Setara Kas: Rp8.404.192.525
Ringkasan Finansial Sudaryono:
- Sub Total Harta: Rp69.331.192.525
- Utang: Rp60.470.000.000
- Total Harta Kekayaan Bersih: Rp8.861.192.525
Dengan latar belakang sebagai anak petani Grobogan yang kini sukses secara akademis, karier, maupun finansial, tidak heran jika Sudaryono memiliki perspektif tersendiri dalam melihat dampak penguatan dolar bagi para petani lokal di lapangan.