Berapa Jumlah Bulu Sayap Garuda Pancasila? Poster BRIN Viral karena Salah Hitung

Nur Khotimah

Selasa, 02 Juni 2026 | 07:11 WIB
Berapa Jumlah Bulu Sayap Garuda Pancasila? Poster BRIN Viral karena Salah Hitung
Foto Garuda Pancasila. [BPIP.go.id]
baca 10 detik
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi sorotan setelah poster Hari Lahir Pancasila yang diunggahnya viral di media sosial.
  • Warganet menilai gambar Garuda Pancasila pada poster tersebut memiliki jumlah bulu sayap yang tidak sesuai.
  • Polemik ini memicu rasa penasaran publik mengenai jumlah bulu Garuda Pancasila yang benar serta makna di baliknya.

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjadi sorotan gara-gara poster peringatan Hari Lahir Pancasila yang diunggah ke media sosial pada Senin, 1 Juni 2026.

Perhatian warganet tertuju pada gambar Garuda Pancasila yang dinilai tidak sesuai karena jumlah bulu sayapnya diduga salah hitung.

Kesalahan tersebut kemudian memicu banyak pertanyaan dari masyarakat mengenai detail lambang negara Indonesia, termasuk jumlah bulu sayap Garuda Pancasila.

Lantas, berapa jumlah bulu sayap Garuda Pancasila yang benar dan mengapa angka tersebut begitu penting?

Simak penjelasan lengkap mengenai makna jumlah bulu Garuda Pancasila yang ramai dibahas setelah poster BRIN viral di media sosial.

Berapa Jumlah Bulu Sayap Garuda Pancasila yang Benar?

Poster Hari Lahir Pancasila BRIN yang Viral. (X/mdlwlrma)
Poster Hari Lahir Pancasila BRIN yang Viral. (X/mdlwlrma)

Sekarang poster Hari Lahir Pancasila sudah dihapus dari media sosial resmi BRIN. Tapi beberapa akun membuat tangkapan layar poster tersebut dan membagikan ulang di X.

Salah satunya adalah akun X bernama @/mdlwlrma. Disebutkan, ada beberapa kekeliruan dalam poster buatan BRIN, yakni jumlah bulu pada sayap dan ekor Garuda.

Jumlah bulu sayap Garuda dalam poster buatan BRIN adalah 15, sedangkan bulu di sayap kanannya berjumlah 16. Kemudian bulu ekornya terhitung ada 7 helai.

Perlu diketahui, setiap bagian pada lambang Garuda Pancasila memiliki makna dan filosofi yang mendalam.

baca juga

Termasuk jumlah bulu pada sayap, ekor, pangkal ekor, dan leher yang mengandung simbol penting terkait sejarah Indonesia.

Melansir laman Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia (BPIP RI), jumlah bulu pada masing-masing sayap Garuda adalah 17 helai.

Arti Lambang Garuda Pancasila. (bpip.go.id)
Arti Lambang Garuda Pancasila. (bpip.go.id)

Jumlah bulu sayap Garuda dirancang untuk melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.

Sementara jumlah bulu pada ekor Garuda adalah 8 helai. Angka ini merupakan simbol bulan kemerdekaan Indonesia, yaitu Agustus (bulan ke-8).

Oleh karena itu, kesalahan pada jumlah bulu sering kali menjadi perhatian karena dianggap mengurangi makna simbolis yang terkandung dalam lambang negara tersebut.

BRIN Secara Resmi Meminta Maaf

BRIN menyampaikan permintaan maaf kepada publik setelah unggahan poster peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 menuai kontroversi di media sosial.

Kontroversi bermula ketika warganet menemukan adanya perbedaan jumlah bulu pada bagian sayap hingga ekor Garuda yang ditampilkan dalam poster tersebut.

Kesalahan tersebut kemudian memicu kritik luas karena jumlah bulu Garuda Pancasila memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, yakni 17 Agustus 1945.

Di mana dalam aturan resmi, masing-masing sayap memiliki 17 helai bulu, ekor 8 helai, pangkal ekor 19 helai, dan leher 45 helai bulu.

Merespons polemik yang berkembang, BRIN melalui akun resminya menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan dalam tayangan konten Hari Lahir Pancasila tersebut.

Lembaga itu juga mengakui peristiwa tersebut menjadi pelajaran agar lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan maupun penyebaran konten di masa mendatang.

"BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan," tulis BRIN dalam akun X resmi.

"Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang," lanjutnya, dilansir pada Selasa, 2 Juni 2026.

Sebagai bentuk tanggung jawab, BRIN langsung menghapus unggahan yang bermasalah dan menggantinya dengan versi yang telah diperbaiki.

BRIN juga menyampaikan terima kasih atas masukan serta perhatian masyarakat yang ikut mengawasi penggunaan simbol negara dalam ruang publik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal

Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Melawan Negara, Singgung Koruptor hingga Pelaku Ekonomi Ilegal

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:53 WIB

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tak Boleh Hanya Menguntungkan Segelintir Orang

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tak Boleh Hanya Menguntungkan Segelintir Orang

News | Senin, 01 Juni 2026 | 14:13 WIB

Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu

Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu

News | Senin, 01 Juni 2026 | 13:53 WIB

Terkini

PDIP Sebut Parliamentary Threshold 5 Persen Ideal, Minta Pembahasan Libatkan Publik

PDIP Sebut Parliamentary Threshold 5 Persen Ideal, Minta Pembahasan Libatkan Publik

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:55 WIB

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

Kasus Korupsi HGB Bogor: DPR Desak KPK Ungkap Jaringan di Balik Orang Kepercayaan Menteri

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:52 WIB

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Menyambung Cerita Desa Pidpid Lewat Kemasan Jamur Ramah Lingkungan

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

Membedah Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Lewat 'Orang Kepercayaan' di Kasus HGB ATR/BPN

Membedah Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid Lewat 'Orang Kepercayaan' di Kasus HGB ATR/BPN

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

3 Rekomendasi Setrika yang Cepat Panas dan Licin, Sekali Gosok Kusut Hilang

3 Rekomendasi Setrika yang Cepat Panas dan Licin, Sekali Gosok Kusut Hilang

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 17:51 WIB

DPRD DKI Usul LRT Gandeng Pasaraya Manggarai untuk Kantong Parkir

DPRD DKI Usul LRT Gandeng Pasaraya Manggarai untuk Kantong Parkir

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:45 WIB

Profil Norman Joesoef, Pengusaha Industri Pertahanan yang Merambah Ekosistem Media

Profil Norman Joesoef, Pengusaha Industri Pertahanan yang Merambah Ekosistem Media

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:43 WIB

YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

YLBHI Soroti Pembahasan RUU Reforma Agraria yang Dinilai Terlalu Cepat

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:41 WIB

Modus Pasutri di Jakarta: Bawa Anak Balita saat Curi Motor Agar Tak Dicurigai dan Dikasihani

Modus Pasutri di Jakarta: Bawa Anak Balita saat Curi Motor Agar Tak Dicurigai dan Dikasihani

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:39 WIB

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

Temuan Granat Asap Gegerkan Warga Cempaka Putih, Polisi Pastikan Sudah Tidak Aktif

News | Rabu, 16 September 2026 | 17:37 WIB

×