-
Atur posisi kompor menurut Feng Shui untuk mendatangkan rezeki keluarga.
-
Hindari meletakkan posisi kompor menurut Feng Shui di area lorong.
-
Jarak kan posisi kompor menurut Feng Shui dari area wastafel.
Suara.com - Dalam ilmu Feng Shui, dapur sering dianggap sebagai simbol pusat kesejahteraan dan sumber energi rezeki bagi sebuah keluarga.
Tak heran, banyak orang sangat memperhatikan tata letak perabotan di dapur, terutama posisi kompor.
Pakar Feng Shui ternama, Kang Hong Kian, mengungkapkan bahwa posisi kompor yang salah bukan hanya bisa menghambat datangnya hoki, tetapi juga berpotensi memicu masalah kesehatan dan keharmonisan rumah tangga.
Berikut ini, posisi kompor yang dianggap paling banyak mendatangkan hoki dilansir dari kanal YouTube FSE nthusiast.
1. Menghadap ke Dalam Rumah
Salah satu poin krusial yang ditekankan oleh Kang Hong Kian adalah arah saat kita memasak.
Posisi ini sangat disarankan agar arah memasak menuju ke bagian dalam rumah, bukan malah membelakanginya atau menghadap langsung ke pintu keluar.
Kang Hong Kian memberikan ilustrasi khusus untuk rumah yang menghadap ke arah Utara.
Menurutnya, posisi terbaik bagi penghuni rumah tersebut adalah memasak menghadap ke arah Barat.
"Yang paling bener itu sebaiknya dia masak menghadap ke Barat. Berarti kompor berada di Barat dong ya, kompornya sendiri menghadap ke Timur, orang yang masak menghadap ke Barat," ujar Kang Hong Kian dikutip dari tayangan YouTube tersebut.
2. Memperkuat Unsur Api dengan Kayu
Secara simbolis, posisi ini berkaitan dengan elemen yang dapat mendukung kinerja api pada kompor agar memberikan dampak positif bagi penghuni rumah.
"Kompor mendapat kayu, apinya membesar dan arah masak memasak ke bagian dalam rumah," tuturnya.
Dengan api yang terjaga secara simbolis, energi kemakmuran di dalam rumah pun diyakini akan semakin kuat.
3. Jangan Letakkan Kompor di Lorong
Banyak orang memanfaatkan sisa lahan atau lorong di samping rumah sebagai dapur darurat.
Namun, menurut Kang Hong Kian, ini adalah sebuah kekeliruan besar dalam Feng Shui.
Lorong memiliki energi yang bergerak terlalu cepat dan tidak stabil.
"Kompor tidak boleh berada pada lorong. Dapur berada pada lorong tidak diperkenankan," tegas Kang Hong Kian.
Jika dapur terpaksa berada di area yang menyerupai lorong, ia menyarankan untuk memberikan pembatas atau sekat yang bersifat masif agar energi hoki tidak tertiup keluar begitu saja.
4. Perhatikan Jarak Kompor dan Wastafel
Selain posisi arah mata angin, interaksi antar elemen juga penting. Kompor (unsur api) tidak boleh diletakkan berhampiran atau berhadapan langsung dengan wastafel cuci piring (unsur air).
Bentrokan antara api dan air diyakini dapat memicu perselisihan di dalam rumah.
Kang Hong Kian menyarankan untuk mengatur posisi wastafel di area yang lebih netral, seperti Barat Laut atau Utara dari ruang dapur tersebut, agar selaras dengan posisi kompor.