Belajar Menjaga Hutan dari Pengetahuan Leluhur Dayak Iban Sungai Utik

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 03 September 2026 | 17:24 WIB
Belajar Menjaga Hutan dari Pengetahuan Leluhur Dayak Iban Sungai Utik
Ibu-ibu berjalan di Hutan Adat menuju tanah Pamandi Keling dan Kumang. (dok. Madani Berkelanjutan/Alkhalifard)

Suara.com - Bait-bait doa Basampi terdengar mengiringi prosesi Bebiau. Seekor ayam menjadi bagian dari ritual yang dilakukan masyarakat adat Dayak Iban Menua Sungai Utik di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Ritual tersebut diyakini sebagai bentuk penolak bala sekaligus ungkapan rasa syukur kepada semesta. Prosesi itu menjadi bagian dari Festival Rimba Menua Sungai Utik IV bertajuk “Sada Rimba: Panggilan Alam”, yang digelar untuk menghidupkan kembali ingatan tentang hubungan masyarakat dengan tanah, hutan, sungai, dan kehidupan di dalamnya.

Bagi masyarakat Dayak Iban Menua Sungai Utik, hutan bukan sekadar tempat mengambil hasil alam. Hutan adalah ruang hidup.

Pandangan tersebut kemudian membentuk cara masyarakat memperlakukan dan mengelola wilayahnya. Pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi menjadi pedoman dalam mengolah ladang sekaligus mempertahankan fungsi hutan.

Dengan pengetahuan itu, pemanfaatan lahan tidak semata-mata berorientasi pada hasil. Ada aturan dan batas yang perlu diperhatikan agar ruang hidup masyarakat tetap terjaga.

Pengetahuan tersebut menjadi semakin penting di tengah ancaman kerusakan hutan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus menghantui berbagai wilayah Indonesia.

Pengalaman masyarakat adat menunjukkan bahwa pengetahuan lokal dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga ekosistem, terutama ketika pengetahuan tersebut dipraktikkan secara turun-temurun dan terhubung dengan aturan adat.

Festival Rimba Menua Sungai Utik menjadi salah satu ruang untuk mengingat kembali pengetahuan tersebut.

Melalui ritual, masyarakat tidak hanya merayakan tradisi. Mereka juga mengingat kembali hubungan dengan tanah leluhur dan tanggung jawab untuk menjaganya.

baca juga

Nilai itu tercermin dalam pepatah yang dipegang masyarakat Dayak Iban: “Bejalai betungkat ke adat, tinduk bepengal ke pengingat. Reregah baka pulau lelinang baka danau, ooohaaa, ooohaaa'ooohaaa.

Maknanya, kehidupan perlu dijalani dengan berpegang pada hukum adat dan ajaran leluhur agar manusia tetap tangguh menghadapi berbagai tantangan.

Ketika kearifan lokal menjadi cara menjaga hutan

Apa yang dilakukan masyarakat Sungai Utik memperlihatkan bahwa upaya menjaga hutan tidak selalu harus datang dari pendekatan baru.

Sebagian pengetahuan itu sudah ada. Ia hidup dalam aturan adat, ritual, cara mengelola ladang, hingga hubungan masyarakat dengan wilayah yang mereka tempati.

Karena itu, masyarakat adat dapat menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan hutan. Mereka memiliki pengetahuan tentang wilayahnya sendiri dan memahami bagaimana sumber daya alam digunakan tanpa mengabaikan keberlanjutan ruang hidup.

Namun, ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan kearifan lokal. Kepastian hukum.

Kemampuan masyarakat adat dalam menjaga hutan belum selalu berjalan beriringan dengan pengakuan dan perlindungan terhadap wilayah adat mereka.

Data Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA) mencatat sekitar 30,1 juta hektare wilayah adat di Indonesia telah terdata. Namun, masih terdapat wilayah adat yang menghadapi persoalan pengakuan dan legalitas formal.

Situasi ini menghadirkan sebuah ironi. Masyarakat diminta menjaga hutan, tetapi wilayah yang mereka jaga belum selalu memperoleh perlindungan hukum yang kuat.

Padahal, perlindungan tersebut penting agar pengetahuan dan praktik menjaga hutan dapat terus berlangsung.

Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kapuas Hulu, Bang Tomo, menegaskan komitmennya untuk mempertahankan ruang hidup masyarakat adat.

“Saya akan jaga serta memperjuangkan rumah dan warisan Masyarakat Dayak,” tegasnya, dikutip dari laman Madani Berkelanjutan, Kamis (3/9).

Penulis: Chairunnisa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kondisi Terkini ASEAN Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan 3 September 2026, Separah Apa?

Kondisi Terkini ASEAN Jadi Korban Kebakaran Hutan Kalimantan 3 September 2026, Separah Apa?

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:45 WIB

Senyum Putin Ceritakan Bertemu Harimau Hutan Saat Prabowo di Vladivostok, Ada Pesan Tersirat?

Senyum Putin Ceritakan Bertemu Harimau Hutan Saat Prabowo di Vladivostok, Ada Pesan Tersirat?

News | Kamis, 03 September 2026 | 15:32 WIB

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

Laporan Media Inggris: Kebun Petani Kalimantan Terbakar Habis di HUT Kemerdekaan RI

News | Kamis, 03 September 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

Regulasi Produk Tembakau Diperketat, Konsumen Pilih Berhenti atau Cari Alternatif?

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:51 WIB

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

Shin Tae-yong Waspadai Java United, Ada Eks Persija yang Bisa Jadi Ancaman

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:50 WIB

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa

Jatim | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

Antrean BBM Mengular di Sejumlah Daerah, Waspada Efek Domino Harga Sembako Naik

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:49 WIB

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Fitch Pertahankan Rating INA di BBB, Outlook Masih Negatif

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 14:48 WIB

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Rumus Keliling Trapesium, Lengkap dengan Contoh Soal

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 14:46 WIB

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Kondisi Terkini Jay Idzes Usai Terancam Gagal Bela Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

7 Perbedaan Helm Modular dan Helm Full Face yang Perlu Diketahui Pengendara Motor

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 14:41 WIB

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

TNI Perkuat Pengamanan dan Buru Kelompok OPM Pembunuh Sopir di Wamena

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sudah Keluar, Polda Metro Jaya Segera Umumkan Minggu Ini!

News | Rabu, 16 September 2026 | 14:40 WIB

×