Bukan Sekadar Takhayul, Bagaimana Mitos Penunggu Hutan Punya Fungsi Konservasi

Bimo Aria Fundrika

Senin, 07 September 2026 | 19:55 WIB
Bukan Sekadar Takhayul, Bagaimana Mitos Penunggu Hutan Punya Fungsi Konservasi
Hutan hujan yang tebal dan berkabut. Sumber: Pexels.com/DavidRianoCortes

Suara.com - Ada salah satu pesan yang mungkin pernah Anda dengar dari nenek, kakek, atau orang tua saat masih kecil: "Jangan sembarangan sama pohon beringin itu, ada penunggunya."

Kalimat semacam ini biasanya diucapkan sambil menunjuk pohon besar dengan akar menjuntai di pinggir kampung, kuburan, atau hutan kecil yang tak pernah ditebang siapa pun. Anak-anak yang penasaran biasanya langsung diam. Pohon beringin misalnya, mitos mengatakan bahwa jika seseorang berani menebangnya akan ada nasib buruk menghampiri.

Selama ini, cerita seperti itu sering dianggap sekadar takhayul. Kepercayaan ini perlahan luntur seiring perkembangan zaman dan orang-orang memilih untuk berpikir "rasional". 

Tapi sebuah penelitian yang terbit di Jurnal Manajemen Hutan Tropika (IPB University) pada 2026, justru membalik tanggapan itu. Empat peneliti dari UIN Raden Fatah Palembang, menghabiskan delapan bulan hidup berdampingan dengan dua komunitas adat di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung untuk membuktikan sesuatu yang cukup mengejutkan: mitos hutan berpenunggu bukan cuma cerita seram, melainkan sistem konservasi yang berkerja lebih baik daripada banyak kawasan lindung resmi milik negara. 

Hutan yang "Dijaga Leluhur"

Tepian sungai yang tenang diselimuti kabut, dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang lebat. Sumber: Pexels.com/LucasDaCosta
Tepian sungai yang tenang diselimuti kabut, dikelilingi oleh hutan hujan tropis yang lebat. Sumber: Pexels.com/LucasDaCosta

 Penelitian ini berangkat dari dua lokasi. Pertama, Dusun Buhuk, Sumatera Selatan, tempat masyarakat meyakini hutan sebagai ruang hidup Puyang Nanggung Baye, leluhur yang dipercaya masih hadir melalui berbagai suara dan peristiwa di hutan.

Kedua, Bukit Tabun, Bangka Belitung, yang dihuni suku Mapur. Masyarakat menyebut hutan sebagai “Kampung Gaib”, ruang spiritual yang dipercaya dihuni leluhur dan makhluk nonmanusia.

Meski berbeda, keduanya memiliki satu kesamaan: hutan dipandang sebagai ruang hidup yang harus dihormati, bukan sekadar sumber daya untuk dieksploitasi.

Bukan Cuma Soal Mitosnya, Tetapi Ada Sistem yang Bekerja

Pohon beringin besar dengan akar yang rumit di hutan hijau subur. Sumber: Pexels.com/Alexagrico
Pohon beringin besar dengan akar yang rumit di hutan hijau subur. Sumber: Pexels.com/Alexagrico

Bagian paling menarik dari penelitian ini bukan soal seberapa seram mitosnya, melainkan bagaimana kepercayaan tersebut berfungsi sebagai sistem tata kelola hutan. Para peneliti menemukan tiga mekanisme yang saling menguatkan.

Pertama, hutan dipandang sebagai makhluk hidup, bukan properti yang bebas dieksploitasi. Cara pandang ini membuat warga berpikir dua kali sebelum menebang pohon.

baca juga

Kedua, ada otoritas adat yang mengatur pemanfaatan hutan. Di Dusun Buhuk, kewenangan berada pada keturunan leluhur melalui Gagang Aik. Di Bukit Tabun, pengelolaan dilakukan secara kolektif melalui Lembaga Adat Mapur (LAM).

Ketiga, ada sanksi spiritual bagi mereka yang melanggar. Warga percaya pelanggaran dapat mendatangkan kesialan atau penyakit. Bagi mereka, ancaman “kualat” bukan sekadar cerita, tetapi konsekuensi nyata.

Temuan ini sejalan dengan penelitian Purzycki dan Sosis (2022) tentang kognisi agama: keyakinan terhadap pengawasan supranatural dapat mendorong kepatuhan sosial karena pelanggaran dianggap memiliki konsekuensi yang personal dan tak terduga.

Data yang Berbicara Lebih Keras dari Mitos

Pohon banyan besar dikelilingi oleh pertumbuhan subur di hutan hujan Rioja, Peru. Sumber: Pexels.com/Billsalazar
Pohon banyan besar dikelilingi oleh pertumbuhan subur di hutan hujan Rioja, Peru. Sumber: Pexels.com/Billsalazar

Namun, argumen ini bukan sekadar romantisme budaya. Analisis citra satelit 2000–2023 menunjukkan tutupan hutan di Dusun Buhuk dan Bukit Tabun tetap 98–100 persen selama 23 tahun. Angka ini kontras dengan sejumlah kawasan hutan lindung resmi di Indonesia yang kehilangan sekitar 0,5–2 persen tutupan per tahun.

Temuan ini tidak berarti hukum formal tak penting. Namun, ia menunjukkan bahwa kepatuhan yang tumbuh dari keyakinan, rasa memiliki, dan ikatan emosional dengan alam bisa menjadi mekanisme konservasi yang kuat. Warga menjaga hutan bukan karena diawasi petugas, melainkan karena sejak kecil meyakini ada konsekuensi jika melanggarnya.

Mitos tentang penunggu hutan, larangan menebang pohon keramat, atau cerita tentang kualat mungkin terdengar irasional. Tetapi di baliknya terdapat aturan sosial yang mendorong masyarakat memperlakukan alam dengan hormat.

Di tengah krisis iklim dan deforestasi, mungkin yang perlu dipelajari bukan apakah kita percaya pada mitosnya, melainkan bagaimana kepercayaan itu berhasil membuat manusia berpikir dua kali sebelum merusak alam.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Berulang Bukan Sekadar Bencana Alam, Ada Celah Regulasi Perizinan

Karhutla Berulang Bukan Sekadar Bencana Alam, Ada Celah Regulasi Perizinan

News | Senin, 07 September 2026 | 18:43 WIB

21 Korporasi Disegel Terkait Karhutla, DPR Minta Aktor Pengendali Diusut

21 Korporasi Disegel Terkait Karhutla, DPR Minta Aktor Pengendali Diusut

News | Senin, 07 September 2026 | 18:34 WIB

Ferry Irwandi Ajak Patungan Beli Hutan Rp50 Miliar, Tapi Ada Pertanyaan Besar yang Mengganjal

Ferry Irwandi Ajak Patungan Beli Hutan Rp50 Miliar, Tapi Ada Pertanyaan Besar yang Mengganjal

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 18:32 WIB

Terkini

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

5 Retinol Serum untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Atasi Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:21 WIB

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Mengungkap Asal-usul Teror Boneka Terkutuk dalam Film The Doll Ghawiah

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:15 WIB

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Viva Face Tonic Boleh Dipakai Umur Berapa? Simak Hal yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 16:13 WIB

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Karhutla Sumsel Berulang, 43 Perusahaan Pemegang Konsesi Didorong Pulihkan Gambut, Siapa Mengawasi?

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 16:12 WIB

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Jejak Kontroversi Willie Salim: dari Rendang Hilang, Giveaway Settingan hingga Viral di Bundaran HI

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:05 WIB

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Super Gemas! 5 Lip Scrub Kemasan Jar Mungil untuk Bibir Halus dan Lembap

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Kiky Saputri Ngenyek Rakyat Jelata dari Jet Pribadi Viral Lagi, Windah Basudara Serukan Rumbling

Entertainment | Minggu, 01 November 2026 | 16:00 WIB

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Tak Semua Pasien Kanker Payudara Harus Jalani Mastektomi, Ada Pilihan Operasi Lain

Health | Minggu, 01 November 2026 | 15:57 WIB

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

Lautan Manusia Padati Monas, Dubes Palestina Terharu: Dukungan Rakyat Indonesia Sangat Luar Biasa!

News | Minggu, 01 November 2026 | 15:55 WIB

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Liabilitas PANI Susut Rp2 Triliun di Kuartal III-2026, Laba Bersih Naik 145 Persen

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 15:45 WIB

×