- Pemakaian rutin, teknik keliru, dan talenan keras dapat membuat pisau stainless steel cepat tumpul.
- Penggunaan batu asah, alat pengasah, rod asah, serta pencucian manual dapat merawat ketajaman mata pisau.
- Pengeringan langsung dan penyimpanan yang tepat di baliknya dapat mencegah risiko korosi serta kerusakan fisik.
Amplas memang dapat digunakan dalam teknik pengasahan tertentu, tetapi hasilnya sangat bergantung pada jenis amplas, teknik, dan kemampuan mempertahankan sudut mata pisau.
Untuk penggunaan rumah tangga, batu asah atau alat pengasah yang dirancang khusus pisau umumnya lebih mudah dikontrol.
5. Pakai Rod Asah
Rod asah atau honing rod dapat digunakan untuk merawat ketajaman pisau yang mulai terasa kurang tajam, terutama setelah pemakaian rutin.
Letakkan rod dengan aman, lalu gesekkan kedua sisi mata pisau secara bergantian dengan sudut dan tekanan yang konsisten. Ulangi beberapa kali sesuai kebutuhan.
6. Segera Keringkan Setelah Dicuci
Setelah dicuci, segera keringkan pisau menggunakan kain bersih dan lembut. Stainless steel memang lebih tahan korosi, tetapi bukan berarti sepenuhnya kebal terhadap karat.
Membiarkan pisau dalam kondisi basah terlalu lama dapat meningkatkan risiko korosi, terutama pada lingkungan lembap.
7. Simpan Tanpa Bersentuhan dengan Benda Lain
Penyimpanan yang tepat membantu mencegah mata pisau terbentur dan mengalami kerusakan. Gunakan blok pisau, pelindung bilah, atau rak magnet yang dipasang dengan aman.
Hindari menumpuk pisau secara bebas di laci bersama alat makan karena bilah dapat saling berbenturan.
Dengan perawatan dan penyimpanan yang tepat, pisau stainless steel dapat tetap tajam, nyaman digunakan, dan memiliki umur pakai lebih panjang.